Kegiatan di sekolah juga sangat membosankan karna tiap hari hanya latihan soal terus menerus. Namun mau bagaimana lagi namanya juga sekolah pasti ada ujiannya. Di lain sisi aku sedang galau karena kefikiran mengapa hubungan ku dengan adik kelas ini menjadi jauh. Aku tidak bisa menjadi asing dengan seseorang tanpa sebab, aku jadi kepikiran apa mungkin aku ada salah dengannya atau apa aku juga tau. Dia menghilang begitu saja tanpa berkata sedikit pun yang membuat aku bingung. Laki-laki memang senang sekali memberi harapan setinggi mungkin lalu menjatuhkan dengan percuma tanpa kejelasan apapun. Hampir satu bulan lebih aku dibuat galau dan bingung karena perginya dia tapi perasaan ku tetap masih sama tidak ada yang berubah. Aku masih senyum setiap kali mengingat candaan recehnya dan cara dia menghibur saat aku sedang tidak baik, ternyata perasaan ku sudah jauh terhadapnya sehingga aku tidak bisa membenci atas kepergiannya. Hingga tiba saatnya malam itu saat aku sedang belajar ada pesan masuk di ponsel ku saat aku baca ternyata adik kelas ku yang mengirim pesan. Aku senang sekali ketika itu dia kembali lagi dan memulai percakapan kita. Ternyata dia ingin mengajak ku jalan – jalan karna masih sekitar jam tujuh malam akhirnya aku mengiyakan ajaknnya. Setelah dia bilang akan segera jalan aku pun bersiap siap karna rumah kita memang tidak terlalu dekat juga jadi nanti ketika dia datang aku sudah siap, sekitar lima belas menit aku menunggu akhirnya dia memberi kabar bahwa sudah ada di depan gang rumahku. Saat menuju kearahnya perasaaan ku campur aduk antara senang dan gugup karna sudah lama kita tidak bertemu di luar sekolah, dan ini untuk pertama kalinya lagi kita berkomunikasi setelah dia menghilang secara tiba – tiba. “hayo baru nyampe kan belum lama nunggu?” kata ku yang menyapanya duluan “eh ngagetin aja, iya baru sampe ko cepetan naik na” katanya yang sekilas sempat kaget juga karna aku dari arah belakangnya “iya bawel ini naik” kataku yang menjawab suruhannya. Akhirnya kita jalan dan menjauh dari gang rumahku padahal aku sendiri juga tidak tau tujuannya mau kemana.
“emang kita mau kemana sih? Kamu kan gabilang tujuannya mau kemana tadi”
“gatau kita jalan – jalan aja pokonya”
“dasar selalu aja gaada tujuan kalo ajak aku pergi”
“apa kita mau makan aja? Kamu laper ga?”
“boleh tapi seterah deh mau makan apa”
“kita ke kfc Gunawarman”
Setelah percakapan itu kita diam tanpa percakapan dan sesekali aku mendengarnya bernyanyi dan mengomentari setiap apapun yang ada di jalan dan pasti aku selalu ketawa dengan tingkahnya yang ada saja dia lakukan selalu menghibur. Sejenak aku melupakan bahwa sebulan lalu aku sedih dan galau atas menghilangnya dia yang tidak jelas, karna aku selalu percaya bahwa yang memang ditakdirkan untuk ku akan selalu menjadi milik ku sampai kapan pun. Dan ini benar kejadian akhirnya manusia reseh dan receh ini kembali lagi kepadaku dengan hal yang tidak terduga. Malam itu aku penuh senyum dengan candaannya, hingga akhirnya kita sudah sampai di tempat tujuan. “eh udah sampe nih na turun” katanya yang membuat ku sedikit kaget karna memang aku tudak sadar kalau ternyata sudah sampai “la hiya udah sampe” kata ku sambil turun dari motornya setelah dia memarkirkan motornya kita berjalan ke arah pintu masuk kfc tersebut, namu saat sudah masuk terlihat antrian yang panjang mungkin ramai karna ternyata pada saat itu adalah malam mimggu.
“yah rame banget gamau ngantri ah males” kata ku yang bt dan langsung menoleh ke arahnya
“yeh namanya juga tempat makan dan jualan ya rame mau sepi mah di lapangan na” jawaban dia memang selalu saja bercanda tapi aku senang dengan candaan recehnya.
“hahahahaha apaaan si”
“yaudah yuk balik lagi aja cari yang lain gimana?”
“ayukk” kataku mengiyakan pilihan lain darinya
Saat kita menuju ke parkiran dan penjaga parkirnya adalah bapak tua dan aku tidak lupa membayar parkir walaupun kita tidak jadi makan disitu.
“yah gajadi pak saya makan disini, pacar saya gamau antri” ucapnya kepada tukang parkir itu dan aku kaget mendengarnya benar kan dia senang sekali bergurau dan ramah pada siapa pun.
“apaan hahaha” aku yang mendengarnya pun tertawa dengan ucapannya itu dan bapak tukang parkir juga ikut tertawa, setelah itu kita pergi meninggalkan kfc karna ramai dan tidak jadi kami makan disitu. Akhirnya menuju jalan SCBD kita berkeliling sambil terus berjalan entah kemana dan juga sellau dia memberitahukan itu tempat apam saja yang kita lewatin disetiap kanan dan kiri perjalanan. Berdua jalan – jalan dengannya memang lah sangat tidak membosankan dan sangat menyenangkan karna ada saja hal yang dia lakukan agar kami tidak bosan di motor. Saat sedang berada di jalan PTIK dia bertanya
“Na mau makan pecel ngga?, tuh ada pecel nanti dekat persimpangan”
“ah gamau ga suka pecel tau” jawab ku
“yah terus kita makan apa? Atau mau pulang aja?” katanya yang juga bingung
“yaudah seterah aja mau kemana” Akhirnya kita tetap berkeliling di sekitar PTIK dan SCBD saat sedang melewati SMPN 13 motornya tiba-tiba mati dan dia bilang “yah na kalo mongok kita dorong ya” aku pun meniyakan dan aku paham kalau motor tua ini pasti akan mungkin mati saat di jalan tapi aku tidak marah dan sepertinya seru kataku dalam hati. Saat dia sedang mencoba dan menyela motornya akhirnya nyala hanya beberapa menit untuk menghidupinya kembali ‘udah nih yuk” akhirnya kita kembali melanjutkan perjalanan yang kali ini menuju rumah ku, saat di jalan Fatmawati aku berceletuk “eh makan pecel aja ayo deh itu di deket Gang Gotong Royong enak pecelnya”
“katanya gasuka pecel gimana sih na” jawabnya yang heran
“loh aku kirain tadi kamu nawarin pecel lele aku kan ga suka”
Akhirnya kita menuju ke tukang pecel ayam di daerah Fatmawati pecel ini memng favoritku karna rasanya enak dan pedas. Tempatnya juga tidak terlalu jauh dari gang rumahku, setiibanya kita di tukang pecel aku langsung turun dari motornya dan mencari meja kosong untuk kita makan, dan dia sedang memarkirkan motornya. Aku sduah mendaptkan meja kosong dan setelah dia setelah memarkirkan motornya dia menghampitiku dan duduk tepat di sebelahku. Perasaan ku sangat grogi karna dia ada sedekat ini disebelahku, pada saat itu juga sedang ada uji coba MRT jadi saat duduk terdengar suara MRT yang jalan dengancepat diats jalan fatmawati ini. Akhirnya dia menanyakan padaku “ mau makan apa na, nih menunya”