Hari ini Mahesa sudah boleh pulang dari rumah sakit. Dia segera turun dari taksi. Sudah seminggu lebih lamanya Mahesa tidak melihat rumah besar ini. Rumah yang dulunya selalu Mahesa rindukan, rumah yang dulu sempat jadi tempat ternyaman. Mahesa berdiri kaku di depan pagar besarnya, tidak ada lagi kehangatan yang dapat Mahesa lihat. Yang ada hanyalah diri sendiri yang mungkin mulai akan merasakan kesepian. Mahesa kemudian tersenyum kecut sebelum memutuskan untuk melangkah masuk.
Langkah Mahesa spontan memelan dengan sendirnya. Mata Mahesa membulat ketika melihat Mbok Ginem dan Pak Hamdi tengah mengeluarkan beberapa barang-barangnya dari dalam rumah. Setelah diam beberapa saat, di detik berikutnya Mahesa berlari sekencang kilat.
"Mbok Ginem! Pak Hamdi!" begitu teriak Mahesa yang sukses mem