1. EXT. HALAMAN RUMAH KOS EBONGE. PAGI.
CAST: NURI, MARCHEL
NURI (perempuan, 25 tahun, cantik, modis, rambut pendek selalu dicat berwarna –pink, merah, ungu, hijau, dll warna yang ngejreng, baik hati, tapi suka bergosip dan mudah dipengaruhi oleh orang lain; bekerja sebagai sekretaris di perusahaan jasa konstruksi).
NURI turun dari mobil jemputan bandara. Ia langsung membuka pintu gerbang dengan kuncinya. Saat masuk ia bertemu dengan Marchel yang siap dengan pakaian olahraganya. Ia mau lari-lari pagi.
MARCHEL:
Wah, sudah pulang, Kak Nuri. Selamat datang. Selamat semua barang aman delapan enam.
NURI (heran melihat Marchel)
Lo kayak orang kesurupan aja, Chel. Emang kenapa barang nggak aman di sini?
MARCHEL
Ntar tanya Mami Biyu biyu aja deh. Gue mau lari dulu… (jeda) Kecuali Kak Nuri mau lari sama gue, gue ceritakan A dan Z nya deh…
NURI (terlihat bete)
Udah tahu gue baru dateng kerja luar kota, mo diajakin lari. Sana lo, ke laut aja!
NURI buru-buru menarik travel bagnya dan meninggalkan MARCHEL dengan muka manyun. Sementara MARCHEL tertawa dan terus saja berlari-lari kecil meninggalkan halam kos Ebonge.
DISSOLVE TO
2. INT. LORONG-LORONG. KOS EBONGE. PAGI
CAST: NURI, MAMI DONA
MAMI DONA melihat kehadiran Nuri segera menyongsongnya.
MAMI DONA:
Biyu… biyuuu…. Nona Nuri yang cantik jelita, sudah pulang rupanya kamu! Syukurlah, semua barang kamu aman. Nggak ada yang hilang.
NURI (mengerutkan keningnya, penasaran)
Ada apaan siy Mami Biyu-biyu? Itu si Marchel kelihatan sinting juga ngomongin barang nggak ilang. Emang ada maling? Ada perampokan?
MAMI DONA:
Biyu-biyu… sungguh heboh luar biasa. Untunglah ada Marchel penyelamat. Kalau enggak, hilang sudah Pajero dan Fortuner di rumah.
NURI (syok)
HAH?! Fortuner gue, Mi?
MAMI DONA:
Biyu-biyu… iyo… siapa lagi yang punya Fortuner di rumah ini selain kamu?
NURI
Aduh, terus gimana ceritanya, Mi? Tadi gue lihat mobilnya masih ada tuh…
MAMI DONA:
Biyu-biyu… sini-sini! (membawa Nuri duduk di kursi ruang lorong) Mami ceritakan deh apa yang telah terjadi….
Terlihat MAMI DONA bercerita (lipsing), NURI serius mendengarkan.
DISSOLVE TO:
3. INT. KAMAR NURI. KOS EBONGE. PAGI.
CAST: NURI
NURI merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Ia menarik napas panjang. (berbisik)
Biar aja deh gue tidur dulu. Ntar baru beberes. Syukur-syukur Fortuner gue masih aman. Nggak diembat sama maling. (jeda) kayaknya gue perlu nraktir si Marchel juga deh.
OS suara denting pesan WA masuk.
NURI (meraih hapenya, ekspresi setengah kesal)
Siapa lagi siy yang gangguin?
NURI membaca sekilas pesan yang masuk di WAnya. Seketika dia bangkit dari rebahannya di tempat tidur. Ia membaca dengan teliti pesan tersebut.
ZOOM pesan WA NURI
KESEMPATAN EMAS. BELI TANAMAN SEHARGA MOBIL DAPAT DUA MOBIL. KASIH SAJA MOBILMU, TUKAR DENGAN TANAMAN. NANTI JUAL LAGI TANAMANMU, KAMU PASTI UNTUNG DUA KALI, ALIAS DAPAT DUA MOBIL. HUBUNGI NOMOR 081717171717. BURUAN YA, PERSEDIAAN TERBATAS.
NURI (mikir):
Busyet deh! Beli dengan satu mobil jual dapat dua mobil? Tanaman apa itu ya? Terus jualnya ke mana?
Alih-alih tidur, NURI segera menelpon nomor yang tertera pada iklan tersebut.
NURI:
Selamat pagi…. Saya Nuri, mau tanya tentang tanaman yang ditawarkan. Itu tanaman apa ya?
SUARA LELAKI (OS):
Selamat pagi. Terimakasih, Mbak Nuri telah menghubungi kami. Saya Alexandro dari Grup Tanaman Bawa Untung. Sudah untung sekali Mbak Nuri mengontak saya. Tanaman ini jenisnya Monstera andansoni. Ini tanaman yang sangat terkenal dan bawa hoki. Sudah banyak yang beli dengan harga murah, terus dijual lagi dengan harga berlipat.
NURI (tertarik)
Masa iya? Berapa untung mereka?
SUARA LELAKI (OS)
Kalau pas awal dulu masih murah, Mbak Nuri. Kami menjual hanya sepuluh juta saja per pohon. Lalu mereka pada jual seratus juta gitu.
NURI (makin takjub)
WOW… yang bener itu Mas Alex?
SUARA LELAKI (OS)
Betul, Mbak Nuri. Itu sebabnya kami jual sekarang mengikuti harga pasar. Satu pohon sekitar lima puluh juta. Lumayan lah. Kalau orang beli empat, hanya dua ratus juta. Dijual lagi bisa dapat empat ratus juta.
NURI (serius)
YANG BENER, MAS? Saya mau dong kalau gitu…. (jeda, penasaran) terus jualnya ke mana ya? Biar saya langsung dapat empat ratus juta itu?
SUARA LELAKI (0S)
Ah, itu sih urusan gampang, Mbak Nuri. Tinggal Mbak Nuri posting aja di WA atau sosmed, nanti pembeli datang sendiri. Kayak Mbak Nuri telpon saya ini.
NURI (semangat)
Oke, kalau gitu tanemannya saya tukar dengan Fortuner saja bagaimana? (berpikir) Fortuner saya itu sudah nggak baru. Tapi kalau dijual masih dapat lah dua ratus lima puluh juta. Mestinya siy saya dapat lima pohon kan ya?
SUARA LELAKI (OS)
Oh, surat-suratnya lengkap, Mbak Nuri?
NURI
Jelaslah. Punya saya sendiri (jeda) Tapi besok aja deh kita jumpa. Jam sepuluh gitu, bisa? (serius) besok saya bawa sekalian mobil saya.
SUARA LELAKI (OS)
Bisa. Apa siy yang nggak bisa buat Mbak Nuri? Ntar saya shareloc dan alamatnya lengkap ya.
NURI
Oke. Sampai besok.
NURI menutup handphone dengan ekspresi gembira. Ia meletakkan hapenya dan terus saja tidur.
DISSOLVE TO:
4. INT. TERAS. KOS EBONGE. PAGI
CAST: MAMI DONA, PARMIN, 1 FIGURAN LAKI-LAKI PENJUAL TANAMAN
Mami Dona membuka pintu gerbang dan mengizinkan tukang penjual bunga dengan sepeda motor dan kronjot (keranjang di belakang motor) masuk. Pedagang itu membawa aneka tanaman. Mulai dari anggrek berbagai jenis, keladi berbagai jenis, dan tentu saja si janda bolong yang sedang kondang.
PENJUAL TANAMAN:
Mami Biyu-biyu… (sambil membawa satu pot berisi tanaman janda bolong yang sudah lumayan rimbun) Beli ini aja, Mami. Ini namanya Monstera andansoni. Orang kenalnya dengan nama Janda Bolong. Lagi ngetrend ini, Mi. Pembawa hoki.
MAMI DONA
Biyu-biyu… kamu ini penjual tanaman kayak penjual obat saja. Mana ada tanaman pembawa hoki kalau nggak kita urus? (mengambil tanaman Monstera andansoni dari tangan penjualnya) Ini kamu jual berapa?
PENJUAL TANAMAN:
Sama langganan ya harga langganan saja, Mi. Saya belinya dua ratus ribu. Sama Mami ya wes dua ratus lima puluh ribu jadi dah.
MAMI DONA
Biyu-biyu… Cuma satu ini?
PENJUAL TANAMAN:
Iya, Mi. Modal terbatas, takut nggak laku.
MAMI DONA:
Biyu-biyu… Ya wes, ini saya ambil satu ini. Sama itu anggrek bulan yang putih satu. Tiga ratus ya?
PENJUAL TANAMAN:
Ya, Mami. Saya taruh di sini aja atau bawa ke atas?
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. (teriak) PARMIIIN…. (ke Penjual Tanaman) Tunggu sini aja. Ntar biar dibawa Parmin.
PARMIN datang mendekat.
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Min, itu bawa dua bunga di depan kamar saya. Terus ambilkan dompet saya di kamar. Bawa ke sini.
PARMIN menggotong sekaligus dua pot bunga yang tidak terlalu besar dan berlalu.
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Menurut kamu kenapa janda bolong itu jadi trend?
PENJUAL TANAMAN:
Karena bawa hoki, Mami. Katanya banyak orang yang habis beli janda bolong, rezekinya banyak sekali.
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Masa gitu? Apa ada dari pembeli kamu?
PENJUAL TANAMAN:
Ada, Mami. Dia pan beli janda bolong ke saya. Harga dari saya ya normal aja, Mi. Masih seratusan ribu dulu itu. Dianya beli sepuluh. Eh, nggak lama dijualnya satu dua juta setengah. Untung banyak dia. Saya sampai dipanggil dikasih tambah bonus lima ratus ribu.
MAMI DONA
Biyu-biyu…. Lah kamu kok nggak jual semahal mereka kan untung besar?
PENJUAL TANAMAN
Takut kuwalat, Mi. Saya nanemnya sudah lama. Sudah untung jual dua ratus sampai lima ratus ribu per pohon satu pot.
PARMIN datang membawa dompet dan menyerahkan kepada Mami Dona.
MAMI DONA (mengambil lembaran uang dan menyerahkan pada Parmin)
Biyu-biyu…. Wes kamu saya bonusin seratus ribu ya. Harga tanaman tiga ratus ribu. Jadi ini empat ratus ribu.
PENJUAL TANAMAN
Makasih, Mami Biyu-biyu…. Kalau ada yang cari janda bolong, WA saya aja ya, Mi. Murah meriah. Dan pasti subur makmur.
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Nanti saya tawarkan anak-anak deh.
PENJUAL TANAMAN:
Baik, Mi. saya pamit dulu.
MAMI DONA:
Biyu-biyu. Baik baik di jalan. Laris manis daganganmu.
DISSOLVE TO:
5. INT/EXT. KAMAR MAMI DONA. PAGI
CAST: MAMI DONA, MARCHEL
Marchel pulang dari lari pagi. Tubuhnya kelihatan masih berkeringat. Ia melewati lorong-lorong kos Ebonge dan melewati depan kamar Mami Dona. Matanya cukup awas. Ia melihat ada dua pot baru yang diletakkan di depan kamar.
MARCHEL (teriak):
Mami Biyu-biyuuuu…. Wah, horang kaya betul. Beli berapa ini janda bolong?
MAMI DONA yang ada di dalam kamar membuka pintunya dan keluar. Ia menutup hidung begitu melihat keadaan Marchel.
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Marchel kamu itu bau keringat gitu berani teriak-teriak. Sana dulu! Mandi bersih-bersih baru ketemu Mami.
MARCHEL (tertawa)
YACH, namanya lari ya mesti berkeringat, Mi. (jeda) Cuman nanya ini Mami beli berapa janda bolongnya? Harganya ada yang sampai seratus juta lho, Mi.
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Mending Mami pake plesiran ke Eropa kalau seratus juta. Itu cuman dua setengah. Sama anggreknya lima saja. Mami kasih orang nya empat….
MARCHEL (menyahut cepat)
Empat juta?
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Empat ratus ribu lah. Buat apaan beli taneman sampai empat juta? (jeda, masuk kamar, di depan pintu) Sudah sana, mandi terus sarapan. Bau kali!
MARCHEL
Empat ratus? Biyu-biyu… Mami untung besar itu. Ntar Marchel jualin janda bolongnya lima juta, kita bagi dua boleh, Mi?
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Mami untung dua juta seratus?
MARCHEL
Iya. Boleh ya, Mi? Ntar Mami pesen lagi deh ke tukang tanaman.
MAMI DONA
Biyu-biyu…. Kamu ini emang mata duitan. Yo sono, suka hati kamulah.
MARCHEL (gembira)
SIAP, MI….
MAMI DONA menutup pintu kamarnya. Marchel pun segera berlalu menuju kamarnya sendiri.
CUT TO:
6. INT. KAMAR MARCHEL. KOS EBONGE. PAGI
CAST: MARCHEL, PAK HENDRI
Marchel sudah rapi dengan memakai jeans dan T-Shirt yang rapi. Ia terlihat sangat gembira. Ia pun meraih handphonenya dan mendial satu nomor. ZOOM: Tulisan PAK HENDRI.
MARCHEL:
Selamat pagi, Pak Hendri…..
PAK HENDRI (parallel cut)
Iya, Marchel. Ada apa? Nggak usah nego-nego lagi kalau soal peran perempuan.
MARCHEL (tertawa pelan) (parallel cut)
Wah, saya nggak berani lagi soal itu, Pak Hendri (jeda) tapi ini saya bawa kabar gembira buat Pak Hendri.
PAK HENDRI (penasaran, parallel cut)
Kabar gembira apa?
MARCHEL (serius, parallel cut)
Gini lho…. Pak Hendri kan nyari janda bolong yang murah meriah. Saya ada Pak, rimbun sekali. Nah, harganya pun bersahabat.
PAK HENDRI (semangat, parallel cut)
Iya, beneran ada? Harganya berapa? Kamu bisa anterin ke rumah saya?
MARCHEL (semangat, parallel cut)
Saya gosend kan saja, Pak Hendri. Bapak transfer uang sepuluh juta ke saya. Ntar langsung saya gosend. Ongkos gosend biar saya wes yang bayar!
PAK HENDRI (semangat, parallel cut)
Oke, kamu langsung kirim ke alamat yang saya kasih saja. Ke Bu Lidia. Nggak usah lewat rumah saya. (jeda) kirimkan nomor rekening kamu, saya transfer sekarang.
MARCHEL (penuh kegembiraan, parallel cut)
OH, SIAP, Pak Hendri. Senang berbisnis dengan bapak. Saya tutup telepon dulu ya!
MARCHEL menutup handphone dan segera mengirimkan nomor rekeningnya via WA. Setelah itu, ia mengirimkan pula foto tanaman janda bolong yang dipotretnya dari depan kamar Mami Dona.
MARCHEL
Nggak ada ruginya gue disuruh jadi cewek. Dapat deh gue lima juta….
Zoom: TRANSFER BERHASIL IDR 10,000,000.00
MARCHEL:
Yuuuhuuuu…..
Marchel pun segera meninggalkan kamarnya.
CUT TO:
7. EXT./INT. KAMAR MAMI DONA. KOS EBONGE. PAGI.
CAST: MARCHEL, MAMI DONA
MARCHEL mengetuk pintu kamar Mami Dona.
MARCHEL:
Miii…. Mami… janda bolongnya jadi Marchel ambil. Ini mau Marchel gosend kan ke pembeli.
MAMI DONA: (membuka pintu, keluar kamar)
Sudah laku? (jeda) berapa?
MARCHEL (tertawa)
Sepuluh juta, Mi. Mami minta bagian berapa?
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. (melihat tanaman janda bolong) Segitu doang sepuluh juta? Tobil-tobil, cari duit kok gampang betul itu orang-orang. (jeda) Kamu kasih Mami dua setengah seperti yang kamu bilang tadi aja. Lainnya bisa buat tambah kamu kuliah.
MARCHEL (tertawa senang):
SIAP, MI. Ini Marchel gosend kan dulu. Ntar uangnya Marchel transfer bentar lagi ya, Mi.
MARCHEL segera meninggalkan kamar Mami Dona dengan membawa pot berisi janda bolong. Mami Dona hanya melihatnya.
MAMI DONA (berbisik)
Biyu-biyu…. Itu kasihan amat tukang tanemannya. Dia cuman dapat lima puluh ribu. (geleng-geleng) Ntar saya tanya lagi kalau dia punya, saya mau beli dua lagi.
CUT TO:
8. INT. KAMAR NURI. KOS EBONGE. SORE
CAST: MARCHEL, NURI
Marchel mengetuk pintu kamar Nuri yang tertutup. Terdengar suara dari dalam.
NURI (OS)
Siapa?!
MARCHEL:
Gue, Marchel. Lo tidur atau mati? Sedari pagi sampai sore nggak ada kelihatan keluar.
NURI (OS)
Mati tapi hidup. Ada apaan? Gue masih males-malesan. Besok wes ngantor lagi.
MARCHEL:
Gue mo makan di seberang. Nitip beli makan apa enggak?
NURI (OS)
Ya, seperti biasa aja. Nasi rawon dan kerupuk, sama es jeruk yang manis.
MARCHEL:
Oke. Nggak usah bayar. Kali ini gue yang traktir, Kak Nuri.
NURI (OS)
Oh, lagi banyak duit lo, Chel?
MARCHEL:
Yoi. Ok. Gue capcus dulu!
NURI (OS)
Besok pas gue dapat rezeki banyak, gue traktir ganti, Chel.
MARCHEL sudah meninggalkan kamar Nuri.
CUT TO:
9. INT. RUANG MAKAN. KOS EBONGE. MALAM
CAST: MAMI DONA, MARCHEL. NURI, PARMIN, 6 FIGURAN
Semua orang terlihat menikmati makan malam masing-masing. Ada sepuluh orang di sana. Termasuk Mami Dona, Marchel, Nuri, dan Pak Parmin.
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Terimakasih ya, Marchel. Hari ini kamu dapat rezeki, tapi mau nraktir makan malam kita semua.
NURI:
Rezeki apaan siy, Mi?
MAMI DONA:
Biyu-biyu. Itu jualin taneman Mami. Untungnya hampir empat puluh kali lipat. Taneman itu memang bawa hoki beneran.
NURI (membatin)
Wah, ternyata ada yang bisa bikin hoki gitu. Kalau cuman untuk dua kali lipat aja, berarti hal mudah. (tersenyum, pada Marchel) Untung berapa, Chel?
MARCHEL
Diitung itung bersih dapat enam juta lah…. Lumayan. Bisa nambah tabungan.
NURI
Wah, bagus itu…. (membatin) coba apa kata Marchel dan Mami Biyu-biyu kalau entar tanamanku bisa beli mobil baru….
MAMI DONA:
Marchel ini memang matanya awas. Kemarin dia nyelametin mobil dari pencurian. Sekarang bisa dapat untung dari jual satu tanaman aja.
NURI (penasaran):
Taneman apa siy?
MAMI DONA:
Entah namanya apa gitu lho…. Monstera andansoni…. Tanaman bawa hoki.
MARCHEL:
Ya, seenggaknya saya dan mami ikut hoki. Bukan gitu, Mi?
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Iya, Marchel. Tadi Mami juga nawarin ke temen-temen Mami. Lumayan. Ada beberapa yang pesan. Tinggal nunggu ketersediaan dari penjual taneman aja.
MARCHEL:
Baguslah kalau gitu, Mi. Yang penting Mami untung aja, kasih lepas, Mi. Biar nggak kena tipu. Ada yang mau beli seratus juta lho, Mi. (jeda) aduh, gue siy jualnya mau. Kalau beli, ogah. Ntar kalau nggak ada yang beli, keik mana jadinya uang seratus juta cuman jadi daun-daun gitu?
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Kamu memang cerdas, Marchel (pada Nuri) kamu belajarlah dari Marchel, Nuri. Siapa tahu bisa untung banyak.
NURI (tertawa)
Beres, Mi. Ntar deh kayaknya gentian Nuri dong yang untung besar.
SEMUA (CROWD)
Amin… aminn…. (jeda) jangan lupa traktir-traktir Mbak Nuri.
NURI
Beres….
Ekspresi Nuri mulai terlihat tidak sabar. Ia ingin hari segera besok dan membeli tanaman, lalu menjualnya kembali.
CUT TO:
10. EXT. DEPAN MALL. JALANAN. PAGI MENUJU SIANG.
CAST: NURI, ALEXANDRO, FIGURAN ORANG LEWAT
Nuri sengaja memarkir Fortunernya tidak jauh dari tempatnya duduk di bangku-bangku depan mall. Ia datang dengan muka berseri-seri. Ia sudah membayangkan, beli tanaman dengan untung dua kali lipat.
ALEXANDRO: (mendekati Nuri dan menyapa)
MBAK NURI?
NURI:
MAS ALEX?
ALEXANDRO:
Berjodoh kita. Ya, itu saya. (jeda) Ayo, mari kita lihat tanamannya. Ada di bagasi mobil saya. Sekalian saya akan test drive mobil Mbak Nuri dan terima surat-surat lengkapnya.
NURI: (beranjak mengikuti Alexandro)
Oke.
Keduanya segera meninggalkan areal tersebut menuju parkiran mobil yang ada di samping kiri mall. Parkiran ini berada di pinggir jalan, tidak berada di dalam mall.
CUT TO:
11. EXT. JALANAN/PARKIRAN. SIANG
CAST: NURI, ALEXANDRO, 1 FIGURAN LELAKI, SOPIR ONLINE
NURI mengikuti ALEXANDRO menuju mobilnya. Mobil Alexandro Alphard warna hitam. Ada seorang lelaki yang menunggui di mobil tersebut. Lelaki itu segera menyambut Alexandro dan Nuri. Dia segera membuka bagasinya dan menunjukkan lima pot tanaman Monstera andansoni.
Zoom: LIMA POT TANAMAN JANDA BOLONG yang rimbun dan subur.
CU: Mata Nuri langsung bercahaya melihat kelima tanaman tersebut, seolah menemukan harta karunnya.
ALEXANDRO:
Sudah lihat barangnya ya, Mbak Nuri? (jeda) saya mengikuti Mbak Nuri saja, menerima Fortuner dengan harga jual 250 juta. Sekarang saya mau test drive dulu. Ini kunci mobil saya silakan dibawa. Kemarikan kunci mobil Mbak Nuri.
NURI
Oke. (mengambil kunci mobil dan memberikannya pada Alexandro)
Saya tunggu di sini ya.
ALEXANDRO (menerima kunci mobil dari Nuri dan segera menuju Fortuner Nuri)
Oke. Saya sebentar aja kok. Cuman muter ke belakang mall terus balik ke sini lagi.
NURI
Oke. Aman deh. Ini mobil pribadi kok. Nggak pernah untuk yak-yakan atau kebut-kebutan.
ALEXANDRO sudah masuk ke mobil dan memutar mobil tersebut.
NURI (mendekati figuran yang menunggu di Alphard)
Sudah lama kerja sama Pak Alex?
FIGURAN 1:
Sudah, Bu. Lama sepuluh tahunan. Ibu Nuri beruntung ya, sudah bilang minta beli lima puluh juta sepohon. Tadi sebelum ke sini, ada orang yang nawar seratus juta lho. (jeda) Pak Alex nggak kasih karena sudah janji sama Bu Nuri.
NURI (heran, penasaran)
Boleh kasih kontaknya dong, Pak? Ntar biar saya aja yang jual ke dia. Bapak saya kasih komisi deh.
FIGURAN 1
Kalau itu saya nggak ngerti, Bu. Hanya Pak Alex yang tahu. Saya mah hanya sopir.
NURI
Duh, gitu ya….
FIGURAN 1
Ntar Bu Nuri info aja di sosmed, pasti berbondong yang mo beli. Tanaman bawa hoki ini banyak pencintanya.
NURI
Iya juga, siy. Saya jadi nggak sabaran untuk jual lagi, Pak.
Saat itulah, ALEXANDRO datang dan memarkir Fortuner Nuri. Ia segera turun dari mobil.
ALEXANDRO:
Top deh, Mbak. Terawat. Enak mobilnya. (jeda) Ya udah, ini saya buatkan kuitansi jual belinya dulu ya. Berikan surat-surat mobilnya ke saya. (jeda) terus ini nanti Mbak Nuri pulangnya pakai apa?
NURI:
Gampanglah, bawa lima taneman itu bisa pakai grab atau gocar.
ALEXANDRO:
Oh oke, baiklah. (dia menulis kwitansi dan memberikannya pada Nuri).
Terimakasih.
NURI (menyerahkan surat-surat mobil)
Tunggu sampai saya dapat gocar, baru anda berdua pergi ya.
ALEXANDRO
Siap.
NURI sudah sibuk memesan gocar. Tak lama datang mobil online pesanan Nuri. Alexandro dan sopirnya segera membantu Nuri memasukkan lima pot tanaman janda bolong ke bagasi mobil online.
ALEXANDRO:
Semoga beruntung, Mbak Nuri.
NURI hanya tersenyum.
CUT TO:
12. EXT/INT. HALAMAN. DEPAN KAMAR NURI. KOS EBONGE. SIANG
CAST: NURI, SOPIR ONLINE
Mobil online yang ditumpangi Nuri sudah sampai Kos Ebonge.
NURI
Mas, tolong bawakan tanemannya ke depan kamar saya. (memberikan uang seratus ribu) tips nya saya kasih tunai aja.
SOPIR ONLINE
Baik, Mbak. Terimakasih.
NURI turun dari mobil. Pun sopir online. Ia segera membuka bagasi dan mengangkut pot-pot tanaman itu ke depan kamar Nuri.
Montages: sopir online bolak balik membawa pot tanaman dari bagasi mobil ke depan kamar Nuri.
SOPIR ONLINE:
Sudah beres, Mbak. Terimakasih ya.
NURI:
Sama-sama, Mas.
NURI membuka pintu kamar dan melemparkan tasnya ke tempat tidur. Ia segera mengambil handphonenya dan memotret pot-pot tanaman janda bolong itu.
Zoom: tanaman-tanaman janda bolong yang rimbun di depan kamar Nuri.
CU: muka Nuri yang sangat gembira. Ia sudah membayangkan uang lima ratus juta akan segera masuk ke rekeningnya.
Setelah mendapatkan foto-foto tanaman Monstera andansoni yang menurutnya bagus, Nuri segera memposting foto-foto itu di grup-grup WA yang diikutinya.
Zoom:
DIJUAL. TANAMAN PEMBAWA HOKI. HARGA DIMULAI DARI 100 JUTA. TERBATAS. BURUAN. WA.ME/62818181818181
Setelah itu, Nuri mengambil minum dan makanan dari kulkas. Ia sedang menunggu uang datang ke rekeningnya. Sama seperti ia dengan mudah melepaskan Fortunernya untuk mendapatkan tanaman pembawa hoki tersebut.
Usai makan, Nuri kembali melihat handphonenya. Jawaban-jawaban dari teman-temannya bikin Nuri syok.
Zoom: 100 juta? Duiiih uangnya aja deh, Nur. Bisa buat uang muka beli rumah.
Zoom: dikasih aja gue ogah. Nggak ada tempat.
Zoom: lo sinting Nur, tanaman gitu kok 100 juta. 1 juta aja gue ogah belinya.
Zoom: 100 juta? Kebanyakan enolnya kali Nuri, sejuta aja deh. Gue beli langsung lima barengan.
CU: MUKA NURI YANG SYOK.
NURI segera menelpon Alexandro. Namun nomor itu sudah tidak bisa dihubungi. Muka Nuri semakin syok. Ia baru merasa kalau ditipu mentah-mentah.
DISSOLVE TO:
13. INT. DAPUR/RUANG MAKAN. KOS EBONGE. SORE
CAST: NURI, MAMI DONA, MARCHEL
Mami Dona sedang memasak pisang goreng di dapur ketika Nuri masuk. Mukanya kusut dan buruk sekali. Mami Dona melihatnya dengan heran.
MAMI DONA
Biyu-biyu, abis tugas luar kota kok jutek gitu, Nur? Biasanya lebih banyak uang kan.
NURI
Duuh, Mami. Ya nggak semua tugas luar kota dapat uang, Mi.
MAMI DONA (mengangkat pisang goreng dari penggorengan. Meniriskan sebentar, lalu meletakkannya di piring. Kemudian membawa pisang goreng itu ke meja di depan Nuri)
Ayo, dimakan. Mumpung masih panas. (jeda) ada apa to?
NURI (menarik napas panjang, dan mulai menangis)
Gue ketipu, Mi…. apes tenan nasib gue.
MAMI DONA
Biyu-biyu…. Apes gimana?
NURI:
Mobil gue tuker sama taneman. Katanya satu lima puluh juta. Terus kalau dijual bisa seratus juta. Gue kasihin aja. Terus pas mau gue jualin, temen-temen ngeledekin harganya sejuta aja. Sementara penjualnya sudah nggak bisa dihubungi…. (menangis) Aduuh, Mi…. mobil gue ilang….
MAMI DONA:
Biyu-biyu… Fortuner kamu dituker tanaman? Astaga Nuri…. Kenapa kamu nggak tanya-tanya Mami atau Marchel atau teman lainnya?
NURI:
Gue siy pinginnya bikin kejutan untung besar, Mi…. nggak tahunya ketipu.
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Astaga… masih ada kontak pembeli?
NURI
Nggak bisa, Mi…. aduuuh…. Gue nggak tahu ntar gimana jelasin ke Mama Papa kalau mobil gue ilang karena kebodohan gue!
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Nuri, Nuri…. Memang sudah nasib. Mobil kamu nggak ilang kena maling, tapi ilang kena tipu. Biyu-biyu…. Wes, kamu tenangin dulu hati kamu.
MARCHEL masuk ke ruangan. Ia heran melihat Nuri sedih.
MARCHEL:
Kenapa, Mi?
MAMI DONA:
Biyu-biyu, ini mobil Nuri dituker sama taneman hoki. Dibilang satu harganya lima puluh juta, dijual bisa seratus juta.
MARCHEL:
Hah? Taneman apa?
NURI
Monstera andansoni.
MARCHEL:
Astaga. Kak Nuri janda bolong. Lah kok nggak nanya gue sama Mami? (jeda) Itu kan taneman yang sama seperti yang gue jual kemarin. Memang siy pernah ada yang jual seratus juta. Tapi sekarang, ya nggak gitu lah. Sepuluh juta aja sudah ke orang yang butuh banget. Mami aja beli cuman empat ratus ribu sudah sama anggrek dan bonus.
NURI (menarik napas)
Terus gue mesti gimana dong, Chel?
MARCHEL
Ya lapor polisi. Penipuan. Kalau ada bukti-buktinya bisa diurus.
MAMI DONA:
Biyu-biyu, kamu bantulah, Chel. Tapi …. (pada Nuri) kalau status nya jual beli suka sama rela, sulit untuk mengklaim penipuan.
NURI (menangis lagi)
KAYAKNYA GITU, MI.
MARCHEL
Nggak ada salahnya kita lapor. Kan Nuri nggak tahu kalau itu sekarang harganya nggak sampai lima puluh juta.
NURI mengangguk dengan muka begitu sedih.
DISSOLVE TO
Tamat
Happy reading. Jangan lupa like, share, dan koment ya ??
Ari Kinoysan Wulandari