1. EXT. HALL. RUMAH KOS EBONGE. PAGI.
CAST: MAMI DONA, MARCHEL
Marchel masuk ke hall yang terbuka. Lalu duduk di kursi-kursi yang ada di hall tersebut. Pandangannya menerawang jauh, seperti melamun. Mami Dona masuk dengan membawa kemoceng.
MAMI DONA:
Biyu-biyu… Marchel, kamu ini pagi-pagi sudah melamun. Ntar kesambet hantu!
MARCHEL:
Aduh, Mami Biyu-biyu. Gue ini lagi ikut susah, Mi. Kesian Kak Nuri toh. Itu taneman janda bolongnya hanya seharga lima puluh juta. Itu pun baru laku dua. Belum lagi yang tiga. Nggak cukup untuk beli mobil brio yang seken aja, apalagi buat balikin fortunernya.
MAMI DONA:
Biyu-biyu… yach Mami juga ikutan susah lah. Cuman gimana lagi, Marchel? Itu mutlak kesalahan Nuri. Kalau orang serakah ya gitu. Maunya untung sendirian, nggak tahunya buntung sepenuhnya.
MARCHEL (rada bete)
Yach, Mami… namanya juga apes itu gimana…. Pasti Kak Nuri ya nggak pingin dapat susah begitu.
MAMI DONA (penasaran)
Biyu-biyu… kenapa kamu serius banget susah sama masalah Nuri? Kamu suka sama dia?
MARCHEL:
Ah, Mami Biyu-biyu…. Ini wujud empati aja… Gue ogah lah naksir sama Kak Nuri…. Berat modalnya euy… (jeda) Udah deh, gue mau mandi dulu! (berdiri, hendak meninggalkan Mami Dona; tetapi berbalik lagi) Eh, Mi… temen gue kemarin bilang mo ke sini hari ini. Mo ngekos katanya.
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Kamu memang selalu bawa hoki, Marchel. Ntar Mami bagi komisi deh kalau temenmu udah bayar sewanya.
MARCHEL:
Asyiiiik… (gembira) Suka hati Mami aja deh. Gue mau ke kampus, Mi. (geleng-geleng) Itu dosen berasa bikin sinting. Gue kudu dandan cewek lagi hari ini.
MAMI DONA (tertawa):
Biyu-biyu… Dia kan udahbikin kamu untung besar juga. (jeda) tawarin deh lagi janda bolong Nuri. Kali-kali selingkuhannya nggak cuman satu. Ada tiga lainnya dan semua dikasih janda bolong.
MARCHEL:
Yeee, selingkuhan sampe empat itu mau diempanin pake apa, Mi? Yang bener aja. Mami mikir out of the box, tapi error juga….
Mami Dona tertawa. Marchel meninggalkannya.
DISSOLVE TO:
2. INT/EXT. KAMAR MARISSA. KOS EBONGE. PAGI
CAST: MARISSA, MAMI DONA
MARISSA (20 tahun), cantik, mahasiswa kedokteran, kulit hitam, gadis Papua, rambut keriting, ceplas-ceplos, tidak bisa bahasa Jawa, tetapi selalu berusaha berbicara Jawa meski sering salah-salah. Marissa duduk di kursi teras kamarnya sambil mainan handphone. Marissa memakai piyama dengan bahu terbuka. Mami Dona lewat dan menegurnya.
MAMI DONA:
Biyu… biyuuu…. Marissa jelita… gantilah piyama kamu itu atau pakai penutup bahu. Takutnya lalat aja tergelincir lewat bahu kamu….
MARISSA:
Ntar lah Mi, sekalian mandi. Ini masih nunggu jawaban WA temen.
MAMI DONA:
Biyu-biyu… sudahlah kamu ambil jaket sana! (jeda) di sini kan nggak cuma perempuan, jangan mengundang orang untuk berbuat jahat.
MARISSA: (bangkit masuk kamar)
Injih, Mami….
Hanya sebentar, Marissa sudah keluar lagi dari kamarnya. Kini dia sudah mengenakan kemeja yang menutupi piyama atasannya.
MAMI DONA:
Biyu-biyu… gitu kan lebih tenang mami lihatnya. (jeda) kamu nungguin WA siapa siy?
MARISSA
Temen, Mi. Katanya dia mau kos di sini. (jeda) Dia nggak kuliah di kedokteran, Mi. Kuliahnya di jurusan seni. Temennya Marchel.
MAMI DONA (tertawa):
Biyu-biyu… Mami tahu… pacar kamu kan? Ayo, ngaku aja….
MARISSA (tertawa)
Mami bisa aja….
MAMI DONA:
Biyu-biyu… Ati-ati kalau pacaran satu kos. (jeda) Mami nggak segan usir kalian kalau bikin aneh-aneh di sini.
MARISSA:
Enggak lah, Mi. Kan sa (logat Papua, sa berarti saya) masih kuliah, Mami. Tak mau lah sa kandas jadi dokter. Mama papa so kirim sa untuk jadi dokter.
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Baguslah kalau kamu masih ingat.
MARISSA (tersenyum):
Mi, sudah sa transfer ya untuk kos temen saya. Tiga bulan sekaligus. Mami cek deh rekeningnya.
MAMI DONA (heran, menatap Marissa):
Biyu-biyu… Kenapa kamu yang bayarin? Bahkan kawan kamu pun belum datang.
MARISSA:
Dia sudah otewe ke sini, Mi. Sa mandi dulu, Mi…. maaf ya Mi.
Marissa masuk kamar dan menutup pintunya. Mami Dona masih melihat pintu kamar Marissa yang tertutup dengan perasaan heran.
DISSOLVE TO:
3. EXT. GARASI. KOS EBONGE. PAGI.
CAST: MARCHEL, MAMI DONA
MARCHEL sudah berdandan cantik sebagai perempuan siap berangkat ke kampus. Ia berpapasan dengan Mami Dona yang hendak pergi ke depan untuk membeli sayur.
MARCHEL:
Mi, itu temen gue yang mau ngekos katanya sudah dibayarin sama Marissa tiga bulan. (jeda) Mami sudah dikasih tahu Marissa atau belum?
MAMI DONA:
Biyu-biyu, jadi pacar Marissa itu temen kamu?
MARCHEL:
Katanya siy gitu, Mi….
MAMI DONA:
Biyu-biyu, kenapa yang bayarin malah Marissa?
MARCHEL (tertawa):
Biasalah Mi…. kalau pacar kan harus saling menolong….
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Tolong menolong kalau sampai bayarin tiga bulan gitu, kalau saya ya nanti dulu…
MARCHEL:
Ah, Mami. Biasa itu…. bucin…. Bucin….
MAMI DONA (heran)
Biyu-biyu… Bucin apaan?
MARCHEL
Budak cinta, Mi…. (jeda) Udah deh, Mi… tenang aja. Yang ngejalanin suka suka aja… daaah Mamii….
Marchel menyalakan mobil dan perlahan meninggalkan halaman tersebut. Sementara Mami Dona masih terlihat heran dengan keterangan Marchel.
DISSOLVE TO:
4. EXT/INT. KAMAR. KOS EBONGE. PAGI
CAST: MAMI DONA, MARISSA, ALEX
Marissa terlihat sangat senang dengan kehadiran Alex. Sementara Mami Dona terlihat sangat hati-hati. Namun karena Marissa sudah membayarnya tiga bulan untuk kamar Alex, tidak ada alasan baginya untuk tidak menerima Alex. Terlebih Alex juga teman Marchel.
ALEX: tinggi gagah, kulit putih bersih, etnis Jawa, rambut sedikit ikal, mata jernih berwarna hitam, terlihat tenang menghanyutkan, sedikit bicara, irit senyum, sekolah di institute seni, kawan Marchel, pacar Marissa.
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. (menatap Alex) kamu memang ganteng sekali (menatap pada Marissa) pantas Marissa kepincut betul dan pingin kamu ngekos di sini (jeda) Ini kamarnya sengaja mami pilihin yang dekat dengan kamar Marchel. Katanya kamu temannya?
ALEX:
Betul, Mi. Pasti Marchel sudah cerita.
MAMI DONA (menyelidik):
Biyu-biyu, memang. Cuman mami penasaran, kenapa yang bayarin kos mesti Marissa? Kenapa nggak kamu sendiri aja?
ALEX:
Saya sudah kasih ke Marissa kemarin tunai, Mi. (jeda, ke Marissa) Sama Marissa dipakai shopping duluan. Jadi dia ganti kasih ke Mami via transfer. Bukan begitu, Ris?
MARISSA:
Iya, Mi. Nggak usah khawatir…. Itu uang Alex sendiri, kok.
MAMI DONA:
Biyu-biyu… ya sudah kalau begitu. (jeda) silakan beberes kamar. Kalau ada perlu bantuan bisa panggil Parmin di belakang.
MARISSA, ALEX (hampir bersamaan)
Beress Mi….
MAMI DONA (berjalan meninggalkan kamar Alex dan membatin):
Ini Alex ketiga yang kutemui. Alex pencuri mobil. Alex penipu Nuri janda bolong. Alex pacar Marissa. (jeda) Jangan-jangan…. (jeda) sudahlah, pasti hanya kebetulan aja namanya Alex.
DISSOLVE TO:
5. INT. RUANG MAKAN. KOS EBONGE. SIANG
CAST: NURI, ALEX, MARISSA
Nuri pulang lebih awal dari kantor dan langsung masuk ke ruang makan. Dia sudah membeli makanan dan bersiap makan. Ia kaget ketika melihat Alex yang asing di kos Ebonge.
NURI:
Lo anak baru?
ALEX:
Iya, gue Alex. Temennya Marchel.
NURI:
Oh…. Gue Nuri.
ALEX:
Oke.
Marissa masuk ke ruangan tersebut. Ia membawa tas plastic berisi makanan.
MARISSA:
Oh, ada Kak Nuri juga. (jeda) tumben pulang siang, Kak?
Marissa mengambil piring-piring. Membuka makanan dan meletakkannya di piring.
NURI:
Iya, ada kerjaan di luar. Sudah sekalian gue pulang aja.
MARISSA (pada Alex):
Say, ini sudah siap. Silakan dimakan. Enak banget kok ini!
NURI (tertawa):
Oh, kalian sepasang kekasih rupanya….
MARISSA:
Heheh… iya, Kak.
ALEX:
Trims, Ris.
ALEX makan. Marissa makan. Nuri makan. Diam-diam Nuri memperhatikan. Terlihat bahwa Marissa lebih perhatian pada Alex. Sementara Alex kelihatan cuek bebek dan tidak terlalu peduli pada Marissa.
NURI (membatin, VO):
Ah, mungkin gue salah lihat. Pasangan yang mesra juga belum tentu hubungannya baik-baik aja.
CUT TO:
6. INT. RUANG KELAS. KAMPUS. SORE
CAST: MARCHEL, PAK HENDRI
Marchel masih dalam pakaian perempuan sosialita. Kelas Pak Hendri sudah berakhir. Tinggal Marchel dan Pak Hendri. Sebenarnya Marchel sudah hendak meninggalkan kelas, tetapi Pak Hendri menahannya.
PAK HENDRI:
Marchel, kamu apa masih punya janda bolong?
MARCHEL (semangat, sekaligus penasaran):
Ada, Pak. Tiga pot. (jeda) Bapak mau beli lagi?
PAK HENDRI:
Baguslah kalau begitu. (jeda, melihat handphonenya; lalu menatap Marchel) Sudah saya kirimkan tiga alamat ke handphone kamu. Uangnya sebentar ini saya transfer.
MARCHEL (melihat handphonenya, membatin):
Wah, tiga perempuan lagi (jeda) Mami Biyu-biyu benar. Pak Hendri ini tukang selingkuh.
(bergidik) tapi itu urusan dia. Gue cuman ngebantuin Kak Nuri.
PAK HENDRI:
Sudah saya transfer. (jeda) Mulai minggu depan kamu nggak usah dandan cewek lagi deh. Kamu sudah boleh dandan seperti biasa.
MARCHEL (membelalakkan matanya)
Beneran, Pak?
PAK HENDRI:
Iya, terimakasih banyak ya….
Pak Hendri segera berlalu meninggalkan ruang kelas.
MARCHEL:
Oh, siap, Pak. Terimakasih banyak (tanpa sadar Marchel sampai membungkukkan badannya menghormat pada punggung Pak Hendri). Memang rezeki pantang menghindar….
DISSOLVE TO:
7. EXT./INT. KAMAR ALEX. KOS EBONGE. MALAM.
CAST: MARCHEL, MARISSA
Marissa hendak mengetuk pintu kamar Alex, tetapi diurungkannya ketika ia mendengar suara Alex sedang berbicara.
ALEX (OS)
Kamu sabarlah dulu, Sayang…. Kan gue masih belum selesai kuliah. Janganlah buru-buru minta datang ke sini. (jeda) Ya, ya…. Aku ngerti. Uruslah dulu. Bawa ke dokter. Anak kecil sakit itu biasa.
INTERCUT:
MARISSA:
Itu siapa yang bicara sama Alex?
INTERCUT:
ALEX (OS)
Oke, aku transfer deh duitnya. Bawa anak kita ke dokter.
INTERCUT:
MARISSA (syok, panik) Anak kita?
CU: Wajah Marissa yang syok.
Marissa tidak tahan lagi, langsung menggedor pintu kamar Alex tidak sabar.
ALEX (OS)
Iya, iya. Sebentar. Siapa siy nggak sabaran banget?
Pintu kamar Alex terbuka. Alex tampak syok melihat keberadaan Marissa, tetapi berusaha menyembunyikannya.
ALEX:
Sayang, ada apa? Kok nggak sabaran banget!
MARISSA:
Nggak sabaran, nggak sabaran! (teriak) Kamu kasih tahu sa, siapa itu yang kamu sebut anak kita? Kamu nipu sa?
ALEX: (makin syok, mukanya panik)
Ah, kamu salah paham. Anak kita itu keponakanku. Dia sudah biasa banget sama aku dan adik perempuanku. Jadinya kami nyebut anak kita. (menarik tangan Marissa) mari duduk sini. kita bicara baik-baik.
Seketika hati Marissa luluh. Ia pun menurut ketika diminta duduk di kursi teras kamar Alex.
CUT TO:
8. INT/EXT. KAMAR NURI. KOS EBONGE. MALAM
CAST: MARCHEL, NURI
Nuri dan Marchel terlihat duduk di teras depan kamar Nuri. Marchel mukanya berseri-seri. Sementara Nuri biasa saja.
MARCHEL:
Akhirnya janda bolong Kak Nuri terjual dengan layak.
NURI
Iya, gue nggak tahu kudu terimakasih sama elo atau masih jengkel sama penipu gila (jeda) coba waktu itu gue nanya elo sama Mami Biyu-biyu, pasti nggak begini kejadiannya (menerawang) sampai sekarang nyokap bokap gue belum tahu soal mobil. Gue takut dimarahinya. Itu mobil kan hadiah dari mereka.
MARCHEL:
Nggak usah dikasih tahu, Kak.
NURI:
Maksud lo?
MARCHEL:
Ntar aja, kalau Kak Nuri sudah beli mobil ganti, baru ngomong. Seenggaknya beli mobil kecil biar kakak nggak ribet ke mana-mana. Jakarta nggak bawa mobil sendiri, habis waktu kita nungguin kendaraan umum. Suka bejubel pula. Mobil online yo lumayan ongkosnya.
NURI:
Iya, siy. Tapi ini duit gue yang nganggur sama hasil jualan janda bolong lo itu, baru seratusan, Chel. Gue mo beli mobil kecil baru aja. Ntar gampanglah kalau udah ada ganti bisa bilang bosen dan mo ganti.
MARCHEL:
Ya sabar dikit, Kak. Nggak usah buru-buru.
NURI:
Betul, kata lo. (jeda) Eh, Chel… itu si Alex beneran temen lo?
MARCHEL:
Iya, kenapa memangnya, Kak?
NURI (menggeleng):
Entah, gue ngerasa ada yang nggak beres sama dia.
MARCHEL (penasaran)
Nggak beres gimana?
NURI:
Dia nggak kelihatan peduli sama Marissa. Ada sesuatu yang disembunyikan gitu.
MARCHEL (tertawa)
Marissa emang bucin. Itu kos nya Alex juga dibayarinnya. Gue nggak banyak tahu soal Alex, Kak. Beda angkatan, senior gue. Cuman entah dulu lama banget gue denger selentingan kalau dia sudah married. (mengangkat bahu) Ogah lah gue ngurusin dapur orang. (jeda) cuman ntar gue ingetin Marissa lah.
NURI (ikut tertawa):
Yach elo, Chel. Kalau lagi bucin mah susah diomongin. (jeda) gue nggak mau juga nyampurin urusan Marissa.
MARCHEL:
Betul, Kak. Ntar deh. Gue ingetin kalau bisa. Kalau nggak ya kerugian ditanggung sendiri.
Marchel pergi meninggalkan teras Nuri. Nuri hanya bisa mengangkat bahunya.
CUT TO
9. EXT. KAMAR MARISSA. KOS EBONGE. SIANG.
Cast: MAMI DONA, MARCHEL, MARISSA
Marissa, Mami Dona duduk di kursi teras kamar Marissa. Marchel berdiri bersandar di dinding pembatas lorong.
MARISSA:
Aduh, Mami terlalu curiga. Sa udah cek kok, kalau Alex itu masih lajang.
MARCHEL:
Mami Biyu-biyu hanya ingeten lo, Ris. Nggak ada salahnya berhati-hati.
MARISSA (mulai naik emosinya)
Memangnya elo tahu siapa Alex, Chel?
MARCHEL (mengangkat bahu):
Enggak. Cuman dulu…. (jeda) gue pernah denger gossip, Alex sudah….
MARISSA (kesal)
Stop, Marchel. Gue nggak mau dengar gossip. Udahlah, terimakasih Mami sama elo ngingetin. Tapi kalau ada apa-apa, biar sa tanggung sendiri! Sudah, sa mau tidur (bangkit berdiri, masuk kamar dan menutup pintunya).
Mami Dona dan Marchel saling pandang.
MAMI DONA:
Biyu-biyu…. Nggak bisa diingetin ya sudah, Marchel.
MARCHEL:
Iya, Mami. Biarin ajalah.
MAMI DONA:
Bener. Mami mau pergi belanja, Chel. Kamu mau nganterin apa enggak?
MARCHEL:
Sekarang, Mi?
MAMI DONA:
Biyu-biyu, iya. Parmin sedang membersihkan rumah di Depok. Baru nanti sore baliknya.
MARCHEL:
Siap, Mi. Gue ganti jeans dulu.
Marchel dan Mami Dona pun meninggalkan kamar Marissa.
CUT TO:
10. EXT/INT. GERBANG/HALL. KOS EBONGE. SORE
Cast: NURI, ALEX, MARISSA, figuran perempuan dan 2 anak
OS Suara bel gerbang yang sangat kencang. Suara itu terus menerus, seperti tidak sabaran.
Nuri yang pertama bergegas menuju gerbang tersebut. Namun tidak lama ada Alex dan Marissa yang hampir bersamaan datang.
NURI (kesal):
Orang kok nggak sabaran banget (jeda dan membuka gerbang). Mau cari siapa, Mbak?
Di depan Nuri ada perempuan cantik, tetapi terlihat kurang terurus sambil menggendong bayi dan menggandeng satu anak laki-laki 3 tahunan.
FIGURAN PEREMPUAN:
Alex, Mbak.
NURI (menoleh pada Alex dan Marissa di belakangnya)
Lex, ini ada yang cari elo!
Nuri membuka pintu gerbang lebih lebar. Mempersilakan figuran masuk.
NURI:
Silakan masuk, Mbak.
Marissa ingin tahu siapa yang datang tersebut. Ia mendekat ke arah gerbang.
NURI (pada figuran dengan pandangan heran):
Kalian siapanya Alex?
FIGURAN:
Saya Wina, istri Alex. Ini anak-anak kami….
MARISSA (syok, panik)
APPA?! ANAK ISTRI ALEX?
ALEX (setengah marah, pada istrinya)
Kamu ini bikin masalah aja. Kan sudah kubilang jangan datang ke sini!
FIGURAN:
Aku sudah kekurangan uang dan makan.
Marissa yang mendengar pembicaraan itu, merasa pandangannya gelap dan limbung….
NURI pun memapah dorong Marissa menuju tempat duduk. Ia mengabaikan Alex yang membawa anak istrinya pergi.
DISSOLVE TO
TAMAT.