[Camelia's POV]
Aku menunggu Ayah yang sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya ke arahku sama sekali. Ia sibuk dengan pekerjaannya yang ditinggalkan untuk mengunjungiku dan Bunda di Indonesia. Aku rasa aku harus banyak mengerti kalau saat dewasa, setiap orang punya urusan diluar keluarganya. Jadilah, aku membiarkan Ayah fokus ke arah laptop, yang aku lihat sedang mengirim beberapa e-mail balasan untuk rekan- rekan kerjanya.
Topik yang ingin aku bicarakan kepada Ayah sebenarnya banyak sekali. Pertama, aku ingin membicarakan tentang pendapatnya soal Andre. Apa yang dilihatnya secara fisik dan sikap sebagai seorang orang tua. Kedua, aku ingin menanyakan kepada Ayah tentang apa saja warna yang akan aku lihat, dan arti dari warna itu. Ketiga.... ah banyak sekali.
Aku sendiri belum mendapa