Laki- laki itu menyetir mobilnya dengan gelisah, jalanan padahal cukup lengang malam ini. Semua yang ditemuinya di hadapan jalan, ia berikan hadiah suara klakson, dan dia menyalip banyak kendaraan, padahal tidak ada kemacetan. Andre kalut, suasana hatinya bak gemuruh. Dia menyadari bahwa dia telah menaruh dirinya dalam situasi yang tidak menyenangkan, bermain api dengan dua orang wanita. Dan ketika semua itu sudah diketahui oleh khalayak ramai. Dia tidak punya jalan atas apa yang harus dilakukannya.
"Ah! Kok bisa jadi kayak gini sih!" Andre memukul- mukul setirnya dan berteriak dari dalam mobil. Padahal beberapa saat yang lalu ia baru saja menenangkan seorang wanita, Anna, dari dalam telepon.
Andre bimbang, hatinya mengatakan bahwa Camelia lah yang terbaik untuknya. Secara lahir, batin,