Jantung Mahisa terus berdebar-debar, wanita mungil yang ia minta untuk duduk di sampingnya itu, benar-benar membuyarkan konsentrasinya terhadap apapun.
"Aku pengen ngantuk, minum kopi malahan segar," gumam Viona pelan.
"Aku malah gak ingin tidur, kan sayang waktunya terbuang dengan tidur, kalau bisa selama ada kamu, aku gak tidur-tidur." Mahisa bergumam setelah mendengar ucapan Viona.
Viona mendelik, "Apakah aku tidak membuatmu aman, Tuan?" tanya Viona tersinggung.
Mahisa terkejut, apa yang dia ucapkan baru saja bukan karena merasa tidak aman, "Justru merasa sangat nyaman, makanya gak mau buang waktu dengan tidur," sahut Mahisa berharap Viona paham maksudnya.
"Kelebihan Tuan, selain tampan, kaya dan menggoda wanita, apa lagi?" tanya Viona mengejek.
"Hmm ... gak laku, mungkin," jawa