Kesulitan yang dihadapi oleh seorang Isabel, percayalah itu sangat sulit diterima oleh akal sehat. Dari sejak usia satu tahun, ia sudah bisa mengenali yang mana manusia dan mana yang bukan manusia yang tidak terlihat oleh manusia lain selain dirinya.
Ia mulai mengenal segala kengerian dan kekejaman hidup dari usia dua tahun, saat itu dia telah menyaksikan dan merasakan sakit saat Manda menyiksa para korbannya. satu-satunya cinta yang ia rasakan saat itu hanyalah dari Miranda, ibunya. Usia tiga tahun, Isabel sudah mengetahui keberadaan ayahnya, Mahisa. Hanya saja ia tidak berani bertanya kepada Miranda dan ia tetap diam sampai disuruh mencari sang ayah.
Isabel telah mencatat seluruh perjalanan hidupnya sampai hari kematiannya kelak. Namun catatan itu disimpannya dengan rapi untuk disumb