Tiga hari setelah pemakaman, Antoni meminta Rio datang ke kantor. Rio mengira ayahnya akan memintanya kembali menangani pasien. Sebaliknya, Antoni menunjukkan laporan rumah sakit dan bertanya apakah Rio sanggup duduk sebagai direktur hari itu.
Rio membaca dokumen tanpa fokus. Ia tahu tanggung jawabnya tidak hilang, tetapi ia belum bisa membayangkan berada dekat ruang operasi. Ia mengatakan ia ingin menghentikan semua tugas bedah sementara dan menyerahkan pasien kepada dokter yang berwenang.
Antoni tidak bertanya kapan ia akan kembali. Ia menyebutkan bahwa Rama dan tim lain akan menangani jadwal. Rio dapat tetap memimpin administrasi dan kebijakan rumah sakit dari kantor.
"Kalau suatu saat aku tidak kembali operasi?" tanya Rio.
"Kita akan membicarakan peranmu berdasarkan keadaan saat itu. Rumah sakit tidak bergantung pada satu orang."
***
Rio menemui Rama. Ia menyampaikan secara resmi bahwa ia tidak akan mengambil jadwal operasi. Rama menerima pengalihan tugas tersebut dan memastikan pasien mendapat dokter yang sesuai. Mereka tidak menjadikan Rio sebagai contoh untuk memaksa orang lain tetap bekerja saat belum siap.
"Ini keputusan sementara?" tanya Rama.
"Aku belum tahu. Aku tidak mau memberi tanggal yang belum bisa kupastikan."
Rama mengangguk. Ia berkata Rio dapat meminta evaluasi dan dukungan profesional ketika siap, tetapi ia tidak akan memaksa keputusan sekarang. Rio berterima kasih. Ia merasa malu harus mengakui batasnya, tetapi juga lega karena tak ada yang menuduhnya pengecut.
Sebagai direktur, ia menghadiri rapat yang singkat. Ia mengambil keputusan administratif dan mengalihkan beberapa tugas. Saat mendengar pengumuman jadwal operasi, tubuhnya menegang. Ia meminta jeda dan keluar ruangan. Renaldy menemukannya di koridor.
"Lo enggak harus balik hari ini," katanya.
Rio mengangguk. Ia kembali ke kantor setelah napasnya tenang. Ia tidak mengambil keputusan klinis yang bukan tugasnya. Ia menyelesaikan rapat dan pulang lebih awal.
***
Naya bertanya bagaimana hari itu. Rio menjawab ia berhasil menjalankan beberapa tugas, tetapi tidak bisa melewati semua hal. Antoni mengatakan satu hari yang tidak sempurna bukan kegagalan.
Rio akhirnya membuka buku catatan Kiran, tetapi hanya membaca halaman pertama yang berisi daftar belanja dan jadwal kerja. Ia tidak mencari pesan tersembunyi. Ia menutup buku itu dan menyimpannya kembali.
Ia menyadari pekerjaan direktur masih dapat ia lakukan dengan bantuan tim. Menghentikan operasi tidak berarti ia harus meninggalkan seluruh rumah sakit. Namun ia tidak tahu apakah ia akan pernah mampu kembali. Untuk saat ini, ia memilih bertanggung jawab dengan menyebutkan batas yang nyata, bukan berpura-pura tidak terluka.
Pagi berikutnya Rio menemui Rama. Ia berkata ia ingin menarik diri dari daftar operator untuk sementara dan meminta semua pasien dialihkan ke dokter yang telah ditunjuk. Rama menyusun jadwal ulang dan memastikan setiap pasien mendapat informasi yang jelas.
"Apakah kamu ingin mengambil cuti penuh?" tanya Rama.
"Belum. Aku masih bisa bekerja sebagai direktur."
Rama berkata ia dapat membicarakan itu lagi kapan saja. Rio tidak perlu memutuskan masa depan di tengah duka.
***
Antoni mengadakan rapat singkat dengan Rio dan Rama. Mereka membagi tugas klinis dan administratif. Rio menyatakan ia tidak akan ikut menangani operasi dalam waktu dekat. Ia tidak memberi tanggal kembali. Antoni mendukung keputusan tersebut dan mengatakan rumah sakit mempunyai banyak dokter kompeten.
Rio merasa malu karena dulu ia membanggakan diri tak pernah gagal. Ia kini sadar reputasi seperti itu membuatnya mengira bahwa kesalahan atau batas akan menghancurkan nilai dirinya.
"Kalau aku bukan ahli bedah, siapa aku?" tanyanya.
Antoni menjawab, "Kamu tetap Rio. Kamu dokter, direktur, anakku, dan orang yang pernah mencintai Kiran."
***
Rio memimpin rapat direktur dari ruang yang jauh dari koridor operasi. Ia mengatur agenda dan mendengarkan laporan tim. Saat suara pengumuman operasi terdengar, ia merasa tegang. Ia meminta jeda, keluar beberapa menit, lalu kembali setelah tenang.
Tidak seorang pun mempermalukannya. Rama hanya bertanya apakah ia siap melanjutkan rapat. Rio menjawab iya.
***
Sore hari Rio pulang lebih awal. Ia memberi kabar kepada Renaldy bahwa ia berhasil menyelesaikan rapat. Renaldy berkata itu cukup untuk hari tersebut. Rio tidak menganggap pekerjaan sebagai cara melupakan Kiran, tetapi ia merasa jadwal membantu hari tidak sepenuhnya kosong.
Naya bertanya apakah ia ingin membicarakan pemakaman. Rio menjawab belum. Naya menghormati itu. Ia bercerita tentang hal lain dan membiarkan Rio makan tanpa pertanyaan.
Malamnya Rio menulis daftar keputusan yang perlu ditangani sebagai direktur, lalu menutupnya. Ia tidak membuka jadwal operasi. Untuk hari itu ia telah memilih tugas yang sanggup ia lakukan dan menyerahkan yang belum sanggup kepada tim.
Ia belum tahu apakah keputusan itu sementara atau permanen. Yang ia tahu, pasien tidak boleh menjadi tempat ia menguji apakah dirinya sudah sembuh dari trauma.
Rama memberikan daftar tugas direktur yang dapat Rio ambil dan tugas klinis yang akan ditangani tim. Rio meninjau semuanya dan meminta satu perubahan: tidak ada permintaan operator darurat yang diarahkan kepadanya tanpa konfirmasi kesiapan.
Rama menyetujui. Mereka tidak mengumumkan bahwa Rio tak akan pernah kembali, sebab ia belum memutuskan sejauh itu.
***
Rio berbicara dengan sekretariat dan meminta semua jadwal diperbarui. Ia menjawab pertanyaan staf dengan jujur tanpa membagikan detail tentang Kiran. Ia mengizinkan dirinya berkata, "Saya belum siap," tanpa menambahkan alasan panjang.
Rio mencoba duduk di ruang rapat dekat koridor operasi. Ia bertahan beberapa menit, lalu meminta pindah ke kantor lain. Ia tidak memaksa dirinya tinggal.
***
Rama berkata perubahan lokasi itu dapat menjadi penyesuaian yang wajar. Rio meminta agar ia tidak menyebutnya pulih atau mundur; ia hanya menemukan tempat yang dapat ia gunakan bekerja.
***
Ia menyelesaikan laporan dari kantor direktur dan pulang tepat waktu. Tugas selesai tanpa ia melampaui batas.
Rio menyimpan jadwal lama di laci, bukan menghapusnya. Ia ingin suatu saat dapat meninjau ulang, tetapi tidak hari ini.
***
Ia mengunci laci dan kembali ke laporan direktur. Tugas itu cukup untuk hari tersebut.
=