Keesokan harinya, Banyu mengajak Rio ke kost Kiran untuk mengurus barang-barang yang belum dibawa. Rio bertanya apakah Bella dan pemilik kost sudah setuju ia datang. Banyu memastikan mereka memberi izin. Rio menunggu di halaman saat Banyu berbicara dengan induk semang.
Kamar itu masih kecil, dengan karpet bulu dan meja yang sama seperti malam Rio mendobrak pintunya. Daun pintu telah diperbaiki. Rio berdiri di ambang, merasa malu mengingat bagaimana ia masuk tanpa izin. Ia menyentuh bekas perbaikan di kayu, lalu menarik tangannya.
Banyu mengemas barang sesuai daftar Kiran. Ia memberi Rio buku catatan, beberapa foto, dan kotak kecil. Rio meminta Banyu menyimpan barang lainnya sampai Bella memutuskan apa yang akan dilakukan.
"Lo enggak harus bawa semuanya," kata Banyu.
Rio mengangguk. Mereka memilih beberapa pakaian untuk disumbangkan setelah mendapat persetujuan Bella. Tidak ada yang memperlakukan barang Kiran sebagai kenang-kenangan yang harus disimpan tanpa batas. Mereka akan membicarakan apa yang sebaiknya dilakukan.
***
Di meja, Rio menemukan gelas yang pernah ia berikan kepada Kiran. Banyu bertanya apakah ia ingin membawanya. Rio menggeleng. Ia berkata gelas itu sebaiknya diberikan kepada pemilik kost atau penghuni berikutnya jika mereka menginginkannya. Tidak semua benda harus menjadi relik.
Saat mengunci kamar, Rio berhenti. Ia membayangkan Kiran pulang dari kerja, membuka pintu, dan meletakkan tas di kursi. Ia tidak mencoba mengubah bayangan itu menjadi adegan indah. Ia membiarkannya menjadi ingatan biasa yang menyakitkan.
Banyu menunggu di tangga. Rio meminta maaf karena pernah mengira ia membiarkan Kiran tinggal dalam keadaan buruk. Banyu mengatakan ia juga tidak selalu bisa membantu semua hal. Mereka berdua dulu bertindak dengan sumber daya dan pengetahuan yang mereka punya.
"Lo salah ketika memukul gue," kata Banyu. "Tapi lo enggak perlu menambahkan kesalahan baru dengan menganggap gue bisa menyelamatkan dia."
Rio mengangguk. Ia berterima kasih atas kejujuran itu.
Sebelum pergi, mereka meminta pemilik kost menjaga kamar sampai akhir kontrak. Banyu akan mengurus administrasi. Rio tidak menggunakan jabatan atau uang untuk membeli kamar itu. Ia merasa lebih baik membiarkan ruang tersebut kembali menjadi bagian dari kehidupan orang lain.
Di mobil, Rio memegang buku catatan yang belum ia buka. Ia bertanya kepada Banyu apakah ia akan tetap datang ke restoran. Banyu menjawab iya, tetapi hubungan mereka harus diperbaiki pelan-pelan. Rio berkata ia mengerti.
Hari itu tidak menghilangkan duka, tetapi membantu Rio berhenti mengubah semua benda menjadi bukti kesalahan. Kiran pernah tinggal di kamar itu dan menjalani hidupnya. Kini ruangan itu akan kosong, sementara kenangan tetap berada pada orang-orang yang mencintainya.
Bella meminta izin kepada Banyu untuk meninjau barang-barang yang ditinggalkan Kiran. Mereka membuat daftar dan memotret barang sebelum mengemasnya, agar tidak ada yang hilang atau tertukar. Banyu menghubungi pemilik kost dan menanyakan batas waktu. Ia tidak mengosongkan kamar tanpa persetujuan.
Rio datang setelah mereka mengizinkan. Ia berdiri di ambang pintu dan bertanya apakah boleh masuk. Banyu mengangguk. Rio melihat kamar itu dengan rasa sesal, tetapi ia tidak berkata bahwa ia seharusnya melakukan sesuatu lebih awal.
***
Bella menemukan pakaian kerja dan kartu nama restoran. Ia bertanya apakah barang-barang itu akan dikembalikan ke tempat kerja. Banyu berkata ia akan menunggu keputusan rekan-rekan Kiran dan tidak menganggap mereka berhak mengambil barang pribadi.
Rio menemukan gelas yang pernah ia berikan. Ia bertanya apakah Kiran pernah menyebut ingin menyimpannya. Banyu menjawab tidak tahu. Rio memilih tidak membawa gelas itu. Ia tidak ingin menganggap benda tersebut miliknya hanya karena pernah memberikannya.
Mereka menemukan buku catatan yang pernah diminta Kiran disimpan. Rio membawa buku itu setelah Banyu mengonfirmasi Kiran memang menyerahkannya untuk dijaga. Ia berjanji tidak akan membaca tanpa kesiapan dan menghormati privasi Kiran.
***
Induk semang bertanya apakah kamar akan dikosongkan segera. Banyu menjelaskan mereka perlu waktu untuk menata barang sesuai keinginan Kiran yang telah ia sampaikan. Rio meminta maaf karena dahulu masuk tanpa izin. Ia membayar perbaikan pintu hanya setelah pemilik rumah menjelaskan tagihannya dan Banyu menyetujuinya sebagai biaya yang memang diperlukan. Ia tidak memberikan uang tambahan yang dapat menimbulkan kewajiban.
***
Di mobil, Banyu bertanya apakah Rio ingin membawa barang-barang itu ke rumahnya. Rio menjawab ia hanya membawa buku dan foto yang Kiran pernah berikan. Sisanya akan dibagikan setelah Bella dan rekan kerja memutuskan.
Banyu berkata itu pilihan yang baik. Rio tahu Banyu tidak memuji dirinya, hanya menyetujui tindakan praktis.
Sebelum berpisah, Rio bertanya apakah Banyu bersedia bertemu lagi. Banyu menjawab ia belum tahu, tetapi akan menghubungi bila siap. Rio berkata ia akan menunggu tanpa mendesak.
Kamar kost itu akhirnya ditutup. Rio menyadari ia tidak perlu menyimpan semua benda untuk membuktikan cinta. Kenangan dapat bertahan tanpa mengubah kamar itu menjadi tempat ia terus menghukum diri.
Bella bertanya apakah Rio ingin memeriksa barang-barang yang dipilihnya sebelum disimpan. Rio mengiyakan. Ia tidak membuka tas tanpa Bella. Mereka melihat foto dan benda-benda yang Kiran pernah izinkan dibagikan.
Rio memilih satu foto yang memang pernah ia terima. Bella memastikan ia tahu foto itu bukan satu-satunya kenangan yang tersisa. Rio berkata ia tahu, tetapi benda kecil itu berarti baginya.
***
Mereka sepakat menyimpan salinan digital hanya dengan izin pemilik foto. Tidak ada yang mengunggahnya ke media sosial. Kiran berhak atas privasinya bahkan setelah meninggal.
Bella menyusun daftar siapa yang akan menerima barang tertentu. Ia bertanya kepada Banyu sebelum menghubungi rekan kerja. Banyu mengonfirmasi bahwa Kiran pernah meminta beberapa barang diberikan kepada teman-teman restoran.
***
Rio tidak ikut menentukan apa yang diberikan kepada siapa. Ia hanya menerima barang yang Kiran pernah berikan kepadanya.
***
Mereka membungkus barang dengan hati-hati dan mencatatnya. Bella berterima kasih karena tak ada yang menganggap barang itu sepele. Rio berkata mereka ingin menghormati pilihan Kiran, bukan mengambil kenangannya untuk diri sendiri.
=