Mira meminta bertemu di tempat yang tenang. Ia mengatakan ingin memastikan keduanya memahami arah hubungan. Rio datang dengan rasa gugup, sebab ia tahu pertanyaan itu penting.
"Saya tidak ingin menjadi pengganti Kiran," kata Mira.
Rio menjawab ia juga tidak ingin menjadikannya demikian. Ia menjelaskan bahwa Kiran tetap akan menjadi bagian dari hidupnya dan ia mungkin masih sering mengenang. Ia tidak meminta Mira bersaing dengan masa lalu atau menghiburnya setiap kali duka muncul.
Mira berkata ia tidak ingin dipuji karena menerima keadaan itu. Ia hanya ingin hubungan yang jujur, bukan hubungan yang membuatnya merasa selalu dibandingkan dengan seseorang yang telah meninggal.
Rio menyetujui. Ia bertanya apa yang Mira inginkan. Mira menjawab mereka dapat terus mengenal satu sama lain, tetapi belum perlu membuat janji besar. Ia ingin keduanya bisa berkata berhenti jika hubungan terasa tidak sehat.
***
Mereka membicarakan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Mira berkata ia menikmati percakapan mereka, namun ingin memiliki ruang pribadi. Rio berkata ia juga tidak ingin hubungan berubah menjadi kewajiban bertukar pesan setiap saat. Mereka menentukan cara sederhana: mengabari bila rencana berubah, tidak menghilang tanpa penjelasan, dan menyampaikan bila butuh jarak.
Rio mengatakan bahwa hubungan mereka berawal dari pertemuan saat ia pernah membantu Mira sebagai pasien, meski layanan itu sudah lama selesai. Ia ingin memastikan Mira merasa bebas menolak. Mira menjawab ia memahami sejarah tersebut dan saat ini memilih bertemu secara sukarela. Namun ia meminta Rio tetap menahan batas profesional jika suatu urusan layanan muncul lagi.
Rio menyetujuinya. Jika Mira kembali menjadi pasien rumah sakit, ia tidak akan menjadi dokter yang menangani dan hubungan pribadi mereka akan dijeda untuk dibicarakan dengan jujur. Mira menghargai kesepakatan itu.
***
Setelah pertemuan, Renaldy bertanya apakah Rio merasa siap. Rio menjawab ia siap untuk terus mengenal Mira, bukan untuk menikah atau berjanji seumur hidup. Renaldy berkata itu jawaban yang cukup jelas.
Rio mengunjungi makam Kiran pada akhir pekan. Ia bercerita dalam hati bahwa ia sedang mengenal seseorang. Ia tidak meminta izin dari orang yang telah meninggal, tetapi ia ingin membawa kejujuran ke tempat yang pernah penting baginya.
"Aku enggak melupakanmu," katanya pelan. "Aku juga mencoba hidup."
Ia meninggalkan bunga sederhana dan pulang. Tidak ada rasa lega penuh, hanya kesedihan yang kini bisa berjalan bersama keputusan baru.
Malam itu ia mengirim pesan kepada Mira bahwa ia ingin bertemu kembali minggu depan. Mira menyetujui. Mereka tidak menambahkan janji lain. Hubungan itu belum menjadi cinta besar, tetapi mulai memiliki fondasi: keduanya boleh menjadi diri sendiri dan tidak perlu menggantikan siapa pun.
Mira bercerita bahwa ia ingin menjaga hubungan mereka tetap ringan dalam beberapa waktu. Rio bertanya apa arti ringan baginya. Mira menjawab mereka boleh bertemu, tetapi tidak menjanjikan akan selalu tersedia atau menjadi tempat utama Rio mengolah duka.
Rio menyetujui. Ia berkata ia juga ingin memiliki waktu sendiri dan tetap dekat dengan keluarga serta Renaldy.
***
Mereka membuat kesepakatan komunikasi sederhana. Bila salah satu butuh ruang, ia akan mengatakannya. Bila rencana berubah, mereka memberi kabar. Mereka tidak akan memakai diam untuk menghukum atau memancing perhatian.
Mira bertanya apakah Rio pernah merasa ditinggalkan saat Kiran memutuskan hubungan. Rio menjawab iya, dan ia menyadari rasa itu membuatnya mudah menafsirkan hal tanpa bertanya. Ia tidak ingin mengulangi pola itu.
"Kalau ada yang kamu takutkan, tanya aku," kata Mira. "Tapi aku juga mungkin belum punya jawaban."
Rio menjawab ia akan menerima jawaban belum tahu.
***
Mira bertanya apakah Rio nyaman jika Kiran disebut di hadapannya. Rio mengatakan ia tidak keberatan, tetapi tidak ingin setiap pertemuan berubah jadi pembahasan duka. Mira berkata ia akan menyampaikan batasnya. Rio pun akan menanyakan batas Mira, bukan mengasumsikan.
***
Mereka berbicara tentang kebiasaan kecil. Mira suka mendengarkan musik saat bekerja. Rio lebih menyukai suasana tenang setelah rapat. Mereka membayangkan jika suatu hari tinggal bersama, perlu ruang untuk keduanya. Mereka tidak membuat rencana pernikahan.
Rio menyadari pembicaraan ini memberi tahu banyak tentang Mira yang tidak berkaitan dengan perawatan lampau. Ia belajar hal-hal yang ia pilih untuk dibagikan. Ia tidak mencari informasi dari rumah sakit atau orang lain.
Saat berpisah, Rio bertanya apakah ia boleh menghubungi pekan depan. Mira menjawab ya, tetapi jika jadwalnya berubah ia akan memberi kabar. Mereka berjalan ke arah berbeda tanpa merasa harus mengunci masa depan.
Rio kembali ke rumah dan berbicara dengan Renaldy. Ia berkata ia takut Mira akan berhenti bertemu. Renaldy bertanya apakah ia punya bukti atau hanya cemas. Rio mengakui hanya cemas. Ia tidak mengirim pesan tambahan. Ia memilih menunggu, menghormati kesepakatan mereka.
Mira bertanya apakah Rio ingin menyebut hubungan mereka sebagai pasangan. Rio menjawab ia ingin, tetapi menunggu Mira merasa nyaman. Mira berkata ia siap, dengan batas bahwa mereka tetap bisa meminta ruang.
***
Rio bertanya apa yang Mira inginkan jika salah satu sedang berduka atau stres. Mira menjawab ia ingin ditanya, bukan diasumsikan. Rio setuju melakukan hal yang sama.
***
Mereka sepakat berbicara bila ada ketidaknyamanan, dan tidak menggunakan masa lalu untuk memenangkan argumen. Rio tidak akan berkata Mira lebih mudah daripada Kiran atau Kiran lebih penting daripada Mira. Mira tidak akan menganggap setiap kenangan sebagai perbandingan.
***
Rio meminta izin menggenggam tangan Mira saat berjalan. Ia mengangguk. Sentuhan itu membuat keduanya sedikit gugup. Mereka tertawa kecil dan melanjutkan berjalan.
Di rumah, Rio merasa senang sekaligus sedih. Ia bercerita kepada Naya dan tidak menutupi kedua perasaan itu. Naya mengatakan ia boleh merasakan semuanya tanpa memilih satu saja.
Mira bertanya apakah Rio ingin menyimpan kenangan Kiran dalam percakapan mereka atau di ruang pribadi. Rio menjawab keduanya mungkin terjadi, tetapi ia akan bertanya dulu sebelum berbagi hal yang sangat pribadi.
***
Mira berkata ia ingin diberi pilihan untuk mendengar atau berhenti. Rio setuju. Mereka tidak menganggap cinta berarti harus membuka seluruh cerita setiap saat.
***
Rio berkata ia juga ingin tahu kehidupan Mira di luar hubungan. Ia bertanya tentang teman dan musik, lalu mendengarkan tanpa mengambil alih percakapan.
=