Rio mengunjungi makam Kiran pada bulan kesembilan setelah kepergiannya. Ia membawa bunga dan duduk cukup lama. Ia berkata dalam hati bahwa ia menyukai Mira, tetapi belum tahu bagaimana hubungan itu akan tumbuh. Ia tidak meminta Kiran memberi izin. Ia hanya ingin jujur tentang hidupnya.
Saat berdiri, ia merasa sedih. Ia tidak menganggap kesedihan sebagai tanda bahwa keputusan mengenal Mira salah.
***
Mira bertanya apakah Rio ingin bertemu di tempat yang netral. Mereka memilih taman yang tidak terkait rumah sakit. Rio berkata ia baru saja mengunjungi makam Kiran dan ingin memberi tahu. Mira mendengarkan.
"Saya menghargai Anda cerita," katanya. "Saya tidak perlu tahu semua detail sekarang."
Rio menjelaskan ia tidak ingin menyembunyikan Kiran, tetapi juga tidak ingin hubungan mereka hanya berpusat pada duka. Mira menyetujui. Ia ingin mengenal Rio sebagai orang yang mempunyai hari-hari biasa, tanggung jawab, selera, dan batas.
Rio bertanya apa yang Mira ingin tahu tentang dirinya. Mira bertanya tentang masa kecil dan kebiasaan yang masih ia pertahankan. Rio bercerita tentang kopi pahit dan bagaimana Antoni selalu membuat jadwal terlalu penuh. Mereka tertawa.
***
Rio bertanya apakah ia boleh memanggil Mira dengan nama saja tanpa formalitas. Mira menjawab tentu. Ia juga bertanya apakah ia boleh menyebut Rio "Rio" tanpa gelar dokter. Rio berkata ia lebih suka begitu.
Percakapan sederhana itu terasa seperti menggeser hubungan mereka dari bekas ruang pelayanan menuju dua orang yang memilih bertemu. Mira tetap tahu bahwa dahulu Rio membantunya sebagai pasien, tetapi mereka tidak lagi memiliki relasi klinis. Rio tidak memberi saran kesehatan atau mengumpulkan informasi pribadi.
Mira bercerita tentang musik yang ia pelajari. Ia tidak meminta Rio mendengar setiap rekaman. Rio bertanya apakah ia boleh datang ke pertunjukan kecil berikutnya. Mira menyambutnya, tetapi menegaskan ia juga akan mengundang teman-temannya. Rio menganggapnya wajar.
***
Saat pulang, Rio mengirim pesan bahwa ia menikmati waktu bersama Mira. Ia menulis bahwa ia tidak ingin Mira merasa perlu mengisi tempat Kiran. Mira menjawab ia tidak akan mengambil tempat siapa pun. Ia ingin membangun hubungan dengan Rio yang sekarang.
Rio menyimpan pesan itu. Ia tidak menunjukkan pesan tersebut kepada keluarga sebagai pengumuman. Ia belum membuat komitmen. Namun ia mulai mengakui bahwa rasa sayangnya pada Kiran tetap dapat hidup bersama rasa tertarik pada Mira.
Nama Kiran tidak lagi menjadi kata yang Rio hindari. Nama Mira pun tidak menjadi rahasia yang membuatnya malu. Ia sedang belajar menyebut keduanya dengan jujur, dalam konteks yang berbeda.
Rio mengunjungi makam Kiran sendiri. Ia membawa bunga sederhana dan berkata ia mulai menjalin hubungan dengan Mira. Ia tidak meminta izin. Ia hanya ingin menyebut kenyataan tanpa menyembunyikannya dari dirinya.
Ia bercerita bahwa Mira tidak meminta dirinya melupakan Kiran atau kembali operasi. Rio mengaku ia masih merasa bersalah saat bahagia, tetapi mulai membicarakannya dengan orang lain.
***
Mira menunggu kabar Rio setelah kunjungan. Ia tidak mengirim pesan berulang. Ketika Rio menghubunginya, ia bertanya apakah ia ingin berbincang. Rio mengiyakan.
Mereka bertemu di taman. Rio berkata ia menangis di makam. Mira bertanya apakah ia ingin berbagi lebih banyak. Rio menjawab cukup untuk hari itu. Mira menghormati.
***
Mira kemudian bertanya apa yang Rio ingin ia ketahui tentang Kiran. Rio menjawab ia tidak ingin Mira mempelajari seluruh sejarah untuk bisa menjadi pasangan. Ia dapat menceritakan hal-hal yang ia pilih, dan Mira dapat bertanya bila ingin.
Mira berkata ia tidak ingin mengetahui detail yang membuatnya dibandingkan. Rio berjanji ia tidak akan membandingkan.
***
Mereka berbicara tentang cara menyebut hubungan. Mira berkata ia nyaman menyebut Rio pasangannya kepada teman dekat, tetapi belum ingin pengumuman besar. Rio setuju. Ia tidak meminta bertemu semua teman atau keluarga sekaligus.
Mira juga bertanya apakah Rio akan tetap mengunjungi makam saat ulang tahun atau hari penting. Rio menjawab iya. Ia ingin melakukannya sendiri, kecuali suatu saat ingin mengundangnya. Mira berkata ia tidak akan merasa tersisih.
***
Dalam perjalanan pulang, Rio berkata ia berterima kasih karena Mira tidak berusaha mengisi semua ruang. Mira menjawab ia tidak ingin menjadi pusat seluruh hidup Rio. Ia ingin menjadi bagian dari hidup yang punya banyak hubungan dan tanggung jawab.
Rio menyetujui. Ia berencana tetap bertemu Renaldy, keluarga, dan menjalani konsultasi profesional.
Hari itu menolongnya melihat bahwa hubungan yang sehat memberi ruang bagi hal-hal lain. Ia dapat menyayangi Mira tanpa meminta seluruh perhatian, dan mengingat Kiran tanpa meminta Mira mundur dari hidupnya.
Rio bercerita tentang hari-hari pertama setelah Kiran meninggal, tetapi tidak merinci hal-hal pribadi yang bukan miliknya untuk dibagikan. Mira mendengar dan bertanya apakah ia ingin berhenti.
Rio memilih berhenti setelah beberapa menit. Mira mengalihkan topik ke musik. Ia tidak merasa percakapan harus mencapai penutup emosional.
***
Mereka makan malam dan membicarakan masa depan tempat tinggal. Rio mengatakan ia ingin rumah sederhana yang mudah dirawat. Mira ingin ruang untuk musik dan pekerjaan. Mereka belum mencari rumah, hanya saling memahami keinginan.
***
Mira bertanya apakah Rio ingin suatu saat memperkenalkannya kepada Banyu. Rio menjawab ia akan bertanya dulu apakah Banyu nyaman. Ia tidak akan menggunakan Kiran sebagai alasan memaksa pertemuan.
***
Rio bertanya apa yang Mira ingin lakukan jika hubungan mereka semakin serius. Mira menjawab ia ingin tetap bekerja, mempertahankan teman, dan memiliki keputusan setara. Rio menyetujui.
Pertemuan itu membantu mereka mengenal satu sama lain di luar cerita duka. Mereka berbicara tentang hidup yang mungkin dibangun, tetapi tidak buru-buru menetapkannya.
Mira bertanya apakah Rio ingin mengunjungi makam Kiran setiap bulan. Rio menjawab ia belum menentukan jadwal; ia akan datang bila merasa perlu dan tidak akan menjadikan kalender sebagai kewajiban.
***
Ia juga berkata Mira tidak perlu menemaninya. Mira menghargai pilihan itu dan berkata ia akan ikut hanya jika Rio mengundang.
***
Mereka kemudian membicarakan rencana kerja Mira. Rio bertanya apa yang ia inginkan, bukan langsung menawarkan solusi. Mira menjelaskan, dan Rio mendengarkan tanpa mengaitkan dengan pengalaman rumah sakit.
=