Antoni mengusulkan agar Rio mengevaluasi peran klinisnya secara formal bersama Rama dan pihak yang berwenang. Rio setuju, tetapi meminta evaluasi itu tidak dijadikan janji ia akan kembali operasi. Mereka membahas tugas yang bisa Rio jalankan sekarang sebagai direktur: koordinasi, kebijakan, pengembangan tim dan pengawasan administrasi.
Rio menyatakan ia belum siap melakukan operasi. Ia tidak tahu apakah keputusan itu berlaku selamanya. Ia meminta rumah sakit tetap menugaskan dokter lain pada semua tindakan bedah. Antoni mendukung dan meminta hal tersebut dicatat dengan jelas.
Rama berkata jika Rio suatu hari ingin mencoba kembali, langkah itu harus dinilai secara hati-hati, demi dirinya dan pasien. Rio setuju. Tidak ada tanggal atau tekanan.
***
Di rumah, Rio memberitahu Naya dan Antoni hasil pembicaraan. Naya berkata ia bangga ia jujur. Rio bertanya apakah mereka kecewa. Antoni menjawab ia lebih memilih putranya bekerja dengan batas yang aman daripada berpura-pura baik.
Mira mengirim pesan menanyakan apakah rapat berlangsung berat. Rio menceritakan bahwa ia memutuskan tetap menjadi direktur dan menghentikan tugas operasi untuk saat ini. Mira tidak merayakannya seolah ia telah sembuh. Ia berkata keputusan itu terdengar jujur.
Mira bertanya apakah Rio ingin bertemu. Rio menjawab iya, tetapi ingin makan malam sederhana dan tidak membahas rumah sakit terlalu lama. Mira setuju.
***
Mereka makan di tempat kecil. Rio bercerita tentang makanan yang disukai Kiran, lalu menyadari ia telah mengulang kisah itu beberapa kali. Ia meminta maaf. Mira berkata ia dapat mendengarkan, tetapi ia juga ingin mereka berbicara tentang hal lain.
Rio berterima kasih karena Mira menyampaikan batas. Mereka beralih bicara tentang musik dan pekerjaan. Rio merasa percakapan mereka tidak harus selalu serius agar hubungan terasa bermakna.
Di akhir makan malam, ia mengatakan ia menyukai Mira dan ingin terus mengenalnya. Mira menjawab ia juga ingin, selama tidak ada yang berpura-pura siap lebih cepat dari kenyataan. Mereka sepakat belum menyebut hubungan eksklusif.
Rio pulang dan meninjau jadwal kerja. Ia tetap memimpin rumah sakit. Ia tetap belum mengoperasi. Kedua keputusan itu bukan konsekuensi dari Mira dan bukan hadiah bagi Kiran. Itu pilihannya sebagai profesional yang mengetahui batasnya.
Ia menutup hari dengan perasaan lebih jernih. Masa depan belum pasti, tetapi ia tidak lagi menyamarkan ketidakpastian sebagai janji.
Rio berbicara dengan tim konseling profesional sesuai jadwal. Ia menceritakan bahwa suara dan koridor operasi memicu kecemasan. Ia tidak meminta diagnosis cepat atau jaminan akan kembali bekerja. Ia ingin memahami langkah-langkah yang mungkin membantu.
Setelah sesi, ia mencatat beberapa hal yang ingin dibahas pada pertemuan selanjutnya. Ia tidak menganggap catatan itu sebagai rencana terapi yang harus diikuti sendirian. Ia akan membicarakannya dengan profesional.
***
Rama menanyakan apakah Rio sudah siap melakukan evaluasi klinis. Rio menjawab belum. Ia ingin proses dukungan berjalan lebih dulu dan tidak menghubungkan evaluasi itu dengan hubungannya bersama Mira.
Rama menyetujui. Ia memastikan jadwal operasi tetap ditangani tim lain.
***
Mira bertanya bagaimana pertemuan itu. Rio berbagi secukupnya. Mira tidak meminta detail. Ia bertanya apakah Rio ingin berjalan atau pulang. Rio memilih berjalan sebentar.
Mereka membicarakan bahwa dukungan profesional dan dukungan pasangan memiliki peran berbeda. Mira tidak ingin menggantikan orang yang terlatih. Rio berterima kasih karena ia dapat menyampaikan hal itu tanpa membuat Mira merasa ditolak.
***
Mira mengundang Rio makan bersama salah satu temannya. Rio menerima setelah memastikan ia nyaman dengan perkenalan itu. Pertemuan berlangsung santai. Temannya bertanya tentang rumah sakit, dan Rio menjawab ia direktur yang sedang tidak bertugas sebagai operator.
Ia tidak merasa perlu menyembunyikan keterbatasannya. Mira tidak mengisi jawaban untuknya.
***
Di rumah, Rio mengingat Kiran pernah takut menjadi beban. Ia kini memahami bahwa meminta bantuan tidak membuat seseorang kehilangan kebebasan. Ia sendiri sedang meminta bantuan profesional dan teman, sementara keputusan hidup tetap berada di tangannya.
Ia menghubungi Banyu dan mengajak minum kopi. Banyu menjawab ia bisa minggu depan. Rio senang, tetapi tidak memaksa tanggal lebih cepat. Hubungan itu berkembang perlahan.
Bulan kesembilan berjalan. Rio belum tahu bagaimana karier bedahnya akan berakhir, dan Mira belum meminta janji. Mereka terus memilih percakapan yang jujur.
Rio menjalani sesi berikutnya dan membicarakan tanda-tanda saat ia mulai terpicu. Ia tidak membagi catatan sesi kepada Mira. Ia membuat langkah yang disepakati bersama profesional dan akan mengevaluasinya pada pertemuan selanjutnya.
***
Rama bertanya apakah ia ingin memasuki area simulasi. Rio menjawab belum. Rama berkata mereka akan menunggu keputusan Rio dan tidak menaruhnya dalam situasi yang belum ia pilih.
***
Mira bertanya apakah ada sesuatu yang ia butuhkan setelah sesi. Rio memilih makan bersama. Mereka berbicara tentang hal-hal biasa selama perjalanan.
***
Rio meminta maaf bila ia terlalu sering bercerita tentang Kiran. Mira menjawab ia dapat menyampaikan batasnya, dan ia akan melakukannya. Ia tidak ingin Rio menyensor semua kenangan.
Mereka sepakat keduanya harus jujur, bukan menebak-nebak.
***
Rio berkata ia ingin suatu hari membicarakan kemungkinan tinggal bersama. Mira menjawab ia bersedia ketika waktunya tepat, tetapi tidak ingin keputusan itu dibuat karena rasa takut sendirian. Rio menyetujui.
Mereka tidak memilih rumah atau tanggal. Mereka hanya membuka percakapan untuk dilanjutkan bila hubungan tetap sehat.
Rio menyiapkan daftar pertanyaan untuk sesi dukungan berikutnya. Ia bertanya tentang rasa takut, kerja, dan batas yang dapat ia jaga. Ia tidak meminta Mira membaca daftar itu.
***
Setelah sesi, ia mencatat bahwa dirinya belum siap operasi. Ia tidak menyebutnya keputusan permanen. Ia hanya mengakui keadaan saat ini.
***
Mira bertanya apakah ia ingin makan bersama. Rio menjawab iya. Mereka memilih menu sederhana dan berbicara tentang musik.
Rio merasa kehidupan profesionalnya masih punya bagian yang dapat ia jalani, sementara bagian lain tetap belum siap. Ia tidak perlu menyamarkan keduanya.
Rama mengingatkan Rio bahwa evaluasi kesiapan tidak sama dengan kewajiban kembali. Rio berkata ia memahami.
***
Ia menyimpan jadwal sesi berikutnya dan kembali bekerja sebagai direktur.
=