Mira dan Rio bertemu dengan Naya secara santai. Rio bertanya terlebih dahulu apakah Mira nyaman berkenalan dengan keluarganya. Mira setuju, tetapi meminta agar pertemuan itu tidak disebut sebagai pengumuman hubungan. Rio menyampaikan batas tersebut kepada ibunya.
Naya menyambut Mira dengan hangat tanpa bertanya kapan mereka akan menikah. Ia menanyakan musik yang disukai dan pekerjaan Mira. Mira menjawab dengan terbuka, namun tidak merasa perlu menceritakan semua hal. Naya menghormati jarak itu.
Rio melihat ibunya tidak mencoba menggantikan posisi apa pun. Ia juga tidak menganggap Mira harus diterima sebagai pasangan resmi sebelum mereka sendiri memutuskan.
***
Setelah makan, Mira dan Rio berjalan sebentar. Mira berkata ia nyaman bertemu Naya, tetapi ia ingin tetap membuat keputusan tentang hubungan mereka sendiri. Rio setuju.
"Aku enggak ingin keluargaku menentukan untuk kita," katanya.
Mira bertanya apakah Rio siap mengakui kepada dirinya sendiri bahwa ia mulai mencintainya. Rio terdiam. Ia tidak ingin menggunakan kata cinta sebelum yakin bukan hanya karena rasa terima kasih atau takut sendiri.
"Aku belum siap menyebutnya begitu," jawabnya. "Tapi aku tahu perasaanku tumbuh."
Mira menerima kejujuran itu. Ia tidak meminta Rio mempercepat jawaban. Ia berkata ia juga ingin menunggu sampai hubungan mereka terasa kuat dan seimbang.
***
Di rumah sakit, Rio menghadiri rapat layanan. Sebuah permintaan agar ia meninjau jadwal operasi membuatnya kembali menegang. Ia meminta Rama memimpin bagian klinis dan tetap mengambil keputusan sebagai direktur tentang sumber daya. Setelah rapat, ia merasa lelah tetapi tidak menyalahkan diri.
Renaldy bertanya bagaimana pertemuan dengan Naya. Rio berkata berjalan baik, tanpa tekanan. Renaldy mengingatkan hubungan mereka tetap bukan terapi bagi duka Rio. Rio menjawab ia tahu dan akan terus menjaga dukungan lain.
Malam itu Rio menulis dua kalimat: aku mencintai Kiran dan aku sedang belajar mencintai hidupku lagi. Ia belum menulis nama Mira di situ. Ia belum yakin kata yang tepat. Namun ia menyadari perjalanan mereka telah melewati beberapa bulan dengan kejujuran dan batas yang dihormati.
Ia berkata kepada Mira bahwa ia ingin berjalan bersama, tanpa menentukan tujuan terlalu jauh. Mira menjawab ia bersedia. Mereka tidak bergandengan tangan, tetapi berjalan berdampingan hingga persimpangan.
Bulan kesembilan belum berakhir. Rio tidak lagi merasa harus menghentikan hidup agar kesetiaannya kepada Kiran terlihat nyata. Ia akan tetap mengingatnya, dan jika hubungan dengan Mira tumbuh, ia akan membiarkannya tumbuh tanpa menghapus masa lalu.
Renaldy bertanya kepada Rio apakah ia merasa siap membicarakan cinta. Rio menjawab ia belum yakin. Ia menyukai Mira dan ingin tetap bersamanya, tetapi takut kata cinta menjadi cara menutup rasa kehilangan.
Renaldy berkata kata-kata tidak harus menjadi pengganti. Rio dapat menjelaskan maksudnya dengan jujur dan membiarkan Mira menjawab.
***
Rio bertemu Mira di tempat yang tenang. Ia berkata ia mulai mencintainya sebagai Mira, bukan karena ia pernah membantu atau karena ia ingin menghindari kesepian. Ia tidak meminta Mira menjawab dengan kata yang sama.
Mira terdiam. Ia berkata ia juga memiliki perasaan yang dalam, tetapi ingin memastikan mereka terus menjaga batas dan tidak menjadikan hubungan sebagai satu-satunya tempat dukungan Rio.
Rio menyetujui. Ia akan tetap bertemu keluarga dan Renaldy, serta melanjutkan dukungan profesional.
***
Mira bertanya apakah Rio masih mencintai Kiran. Rio menjawab iya, dalam bentuk kenangan dan rasa sayang terhadap masa lalu. Ia tidak akan menyangkal itu.
"Apakah itu berarti kamu tidak punya ruang untukku?" tanya Mira.
Rio berkata ruang itu berbeda. Mira tidak diminta menggantikan Kiran. Ia ingin membangun hubungan yang baru dan memiliki cerita mereka sendiri.
Mira menerima jawaban itu, tetapi berkata ia perlu waktu mencerna. Rio berkata ia akan menunggu tanpa mendesak. Mereka tidak menutup pertemuan dengan janji besar.
***
Beberapa hari kemudian Mira mengatakan ia ingin melanjutkan hubungan. Ia juga ingin membuat batas bahwa bila Rio mengulang pembicaraan yang sama tanpa mendengar jawabannya, ia akan meminta jeda. Rio menyetujui.
Mereka menyepakati cara memberi tahu saat salah satu membutuhkan ruang. Rio merasa hubungan mereka menjadi lebih kuat karena Mira mengatakan kebutuhannya dengan jelas.
***
Rio pulang dan berbicara dengan Naya. Ia berkata ia mulai mencintai Mira. Naya bertanya apakah ia tetap mengingat Kiran. Rio menjawab iya. Naya berkata keduanya dapat benar.
Rio menulis bahwa ia tidak perlu berhenti mencintai Kiran agar bisa memberi cinta baru. Ia juga tidak ingin memakai kalimat itu untuk menghindari tanggung jawab. Ia akan membuktikan pilihannya melalui kejujuran sehari-hari.
Mira bertanya apakah Rio ingin bertemu keluarga akhir pekan depan. Rio menjawab ia ingin, tetapi ingin Naya dan Antoni tahu hubungan mereka masih dalam proses. Mira setuju.
***
Makan siang berlangsung santai. Naya bertanya tentang kegiatan musik Mira. Antoni bercerita soal pekerjaan, dan Rio membantu menjaga percakapan tetap seimbang. Tidak ada yang menanyai kapan mereka menikah.
***
Dalam perjalanan pulang, Mira berkata ia merasa diterima tanpa harus membuktikan dirinya dapat membuat Rio bahagia. Rio mengatakan itu yang ia harapkan.
***
Rio mengakui ia mulai ingin menyebut perasaannya cinta. Ia tidak ingin memakai kata itu untuk meminta Mira membalas. Mira berkata ia juga merasakan kedekatan, tetapi ingin mereka terus bertumbuh sebelum membuat janji lebih besar.
***
Mereka mengunjungi pameran kecil pada pekan berikutnya. Rio dan Mira berjalan berdampingan, sesekali berbeda pendapat tentang karya yang mereka sukai. Mereka tertawa dan tidak mencoba menyamakan selera.
***
Rio pulang dengan perasaan yang lebih tenang. Ia mencintai Kiran sebagai kenangan, dan perasaan pada Mira mulai tumbuh sebagai hubungan baru. Ia tidak harus menghapus satu untuk mengakui yang lain.
Rio memberi tahu Mira bahwa ia ingin berbicara tentang cinta, tetapi tidak ingin mengubah perasaan itu menjadi tuntutan. Mira berkata ia juga merasakan kedekatan dan ingin waktu.
***
Mereka menyepakati hubungan tetap eksklusif dan akan membahas langkah berikutnya setelah beberapa bulan. Tidak ada yang perlu membuktikan cintanya dengan mempercepat lamaran.
***
Rio menceritakan kesepakatan itu kepada Renaldy. Renaldy bertanya apakah ia merasa kecewa harus menunggu. Rio menjawab tidak; ia ingin keputusan itu matang.
***
Mira bercerita kepada temannya bahwa ia sedang serius dengan Rio, tetapi belum merencanakan pernikahan. Temannya mendukung dan tidak bertanya soal rumah sakit.
***
Keduanya merasa lebih ringan karena dapat mengakui hubungan tanpa membuat janji yang belum siap. Mereka melanjutkan waktu bersama dengan kegiatan sederhana.
=