Pada awal bulan kesebelas setelah kehilangan, Rio dan Mira berbicara tentang apakah mereka ingin melanjutkan hubungan dalam jangka panjang. Mereka berjalan di taman, lalu duduk di bangku yang menghadap kolam. Rio memulai percakapan dengan mengatakan ia tidak ingin pertanyaan itu terasa seperti ultimatum.
Mira menjawab ia juga ingin tahu apakah mereka memandang arah yang sama. Ia menyukai Rio dan ingin membangun hubungan serius, tetapi tidak ingin memutuskan masa depan hanya karena mereka merasa harus mengisi kekosongan.
Rio berkata ia menginginkan hal yang sama. Ia tidak akan melamar sebelum keduanya membicarakan harapan lebih luas, termasuk rumah, pekerjaan, dan cara menghormati kenangan Kiran.
***
Mereka mendiskusikan rumah tangga. Mira ingin tetap bekerja dan memiliki ruang untuk musik. Rio ingin melanjutkan peran direktur dan tidak tahu apakah suatu hari kembali menjadi operator. Mereka sepakat keputusan itu tidak boleh diambil untuk menyenangkan pasangan.
Rio mengatakan ia mungkin tetap mengunjungi makam Kiran pada hari-hari tertentu. Mira berkata ia bisa menerima, tetapi tidak harus selalu ikut. Keduanya sepakat tidak menjadikan kehadiran di makam sebagai tes cinta.
Mira bertanya apakah Rio ingin memiliki anak. Rio menjawab ia masih belum pasti. Mira berkata ia juga belum menentukan. Mereka akan membicarakannya lagi setelah punya waktu, tanpa janji palsu.
***
Malamnya, Rio bertemu Antoni dan Naya. Ia berkata ia ingin meneruskan hubungan dengan Mira secara serius. Naya bertanya apakah ia yakin bukan karena merasa kesepian. Rio menjawab ia kadang kesepian, tetapi Mira bukan obatnya. Ia memilih hubungan itu karena menikmati dirinya sebagai manusia, bukan karena ingin menghapus kehilangan.
Antoni mengingatkan agar ia terus membangun dukungan di luar hubungan. Rio berkata ia sedang melakukannya.
Mira dan Rio kemudian sepakat untuk terus berjalan menuju komitmen, tetapi menunggu sampai sekitar setahun setelah kehilangan sebelum membicarakan lamaran. Bukan karena kalender menjamin kesiapan, melainkan agar mereka memiliki ruang memeriksa perasaan.
Rio mengunjungi makam Kiran pada akhir pekan. Ia mengatakan ia sedang memilih lagi, bukan melupakan. Ia pulang dengan duka yang masih ada, tetapi juga dengan rasa tenang bahwa kejujuran memberi ruang bagi kehidupan baru.
Memilih Mira tidak mengubah cinta yang pernah ia miliki. Itu adalah keputusan untuk hidup dalam waktu yang masih tersedia.
Rio dan Mira memutuskan untuk saling mengenalkan kepada beberapa orang terdekat, tetapi tidak mengumumkan hubungan secara luas. Mira memberi tahu temannya, Rio memberi tahu Renaldy dan keluarganya. Tidak ada unggahan yang menjadikan mereka cerita inspiratif tentang dokter dan mantan pasien.
***
Salah satu kolega menanyakan apakah Mira adalah mantan pasien Rio. Rio menjawab secara singkat bahwa urusan pelayanan sudah selesai jauh sebelum mereka mulai bertemu pribadi. Ia tidak menjelaskan lebih jauh dan tidak membuka informasi Mira. Kolega itu menerima jawaban tersebut.
Rio kemudian meminta Antoni memastikan kebijakan konflik kepentingan rumah sakit jelas. Ia tidak ingin Mira kembali menjadi pasien yang ditanganinya. Mereka dapat mencari dokter lain bila suatu saat diperlukan.
***
Mira bertanya apakah kebijakan itu membuatnya merasa canggung. Rio menjawab ia ingin menjaga batas, bukan membuatnya merasa diawasi. Mira berkata ia menghargai kejelasan, tetapi tidak ingin hubungan mereka diatur oleh rumah sakit.
Mereka sepakat urusan pribadi tetap mereka kelola, sementara kewajiban profesional dijaga oleh sistem.
***
Rio berkata ia mulai merasa siap membicarakan masa depan lebih serius, tetapi tidak akan melamar dalam waktu dekat. Mira tertawa kecil dan berkata ia juga tidak sedang menunggu cincin. Mereka ingin menjalani beberapa bulan sebagai pasangan, melihat bagaimana mereka menghadapi konflik sehari-hari.
Mira ingin tetap bekerja dan punya waktu untuk musik. Rio mendukung. Rio ingin tetap direktur dan belum operasi. Mira tidak menjadikannya masalah.
***
Mereka makan malam bersama Naya dan Antoni. Percakapan keluarga berjalan ringan. Naya bertanya apakah mereka ingin dessert, dan Rio menyarankan sesuatu yang tidak terlalu manis. Mira berkata ia akan mencoba mencicipi sedikit.
Mereka pulang dan berbicara tentang bulan-bulan berikutnya. Tidak ada tenggat. Rio merasa dapat membayangkan hidup bersama Mira, tetapi ia tidak perlu terburu-buru mengubah bayangan menjadi keputusan.
Hubungan mereka kini eksklusif dan serius, namun mereka tetap dua orang dewasa yang bisa meninjau ulang pilihan. Rio merasa itu bukan keraguan. Itu penghormatan.
Mira menerima ajakan Rio makan malam dengan Naya dan Antoni. Ia bertanya apakah Rio ingin mengumumkan hubungan sebagai serius. Rio menjawab ia ingin, tetapi tidak ingin keluarga membuat rencana atas nama mereka.
***
Saat makan, Naya bertanya apa yang mereka inginkan beberapa bulan ke depan. Mira menjawab ia ingin hubungan berjalan dan masing-masing tetap bekerja. Rio berkata ia juga ingin menata keuangan dan mencari tempat tinggal kelak, tetapi belum membuat keputusan.
Antoni menyetujui bahwa mereka dapat mengambil waktu. Ia tidak meminta Rio melamar segera.
***
Mira bertanya kepada Rio setelahnya apakah ia merasa tertekan. Rio menjawab tidak. Ia senang keluarganya bertanya tanpa mengatur.
***
Mereka mengulas kembali batas profesional. Jika Mira membutuhkan layanan rumah sakit, ia akan memakai jalur biasa dan dokter lain. Rio tidak akan mengakses berkas atau meminta staf memberi kabar. Mira merasa hal itu membuat hubungan lebih jelas.
***
Rio berkata ia mencintai Mira, namun ia juga tahu cinta perlu dibuktikan lewat perilaku. Mira menjawab ia menyayanginya dan ingin terus membangun hubungan.
Mereka tidak membuat janji seumur hidup malam itu. Mereka memutuskan untuk berbicara lagi tentang pernikahan setelah beberapa bulan menjalani hubungan eksklusif.
Rio pulang dan merasa masa depan mulai dapat dibayangkan. Ia tidak menjadikan bayangan itu sebagai kepastian. Ia dan Mira akan meninjau pilihan bersama.
Setelah makan bersama keluarga, Rio dan Mira berbicara tentang apakah mereka akan tinggal dekat rumah sakit atau tempat kerja Mira. Mereka belum tahu. Mereka akan melihat pilihan sebelum membuat keputusan.
***
Rio berkata ia tidak ingin Mira pindah hanya untuk memudahkan jadwalnya. Mira menjawab ia juga tidak akan meminta Rio meninggalkan tanggung jawab direktur.
***
Mereka membuat daftar pertanyaan tentang rumah, transportasi, biaya dan waktu. Daftar itu bukan rencana final, hanya bahan untuk dibicarakan kemudian.
***
Mira berkata ia menyukai hubungan mereka yang semakin serius. Rio menjawab ia juga, tetapi tidak ingin mengubahnya menjadi tenggat. Mereka sepakat meninjau lagi setelah beberapa bulan.
***
Rio menulis kepada dirinya sendiri bahwa komitmen mereka tidak harus dibuktikan dengan keputusan cepat. Mereka dapat mencintai dan tetap mengambil waktu untuk berpikir.
=