Rio dan Mira menghabiskan satu sore untuk membicarakan rencana hidup. Mereka menulis beberapa hal yang sudah disepakati dan beberapa yang masih perlu dibicarakan. Mira ingin tinggal di tempat yang dapat ia jangkau dari pekerjaannya. Rio ingin tetap dekat rumah sakit, tetapi tidak harus tinggal di rumah keluarga.
Mereka tidak menandatangani daftar itu sebagai kontrak. Catatan tersebut hanya membantu mereka melihat bagian yang belum jelas. Mereka membicarakan pembagian biaya, ruang kerja, dan waktu untuk masing-masing. Mira mengingatkan bahwa komitmen tidak menghapus kebutuhan pribadi.
***
Mira bertanya apakah Rio siap berbagi ruang dengan kenangan Kiran. Rio berkata ia tidak akan menyimpan semua benda di rumah, tetapi tetap ingin memiliki foto dan buku catatan. Mira berkata ia dapat menerima itu, selama ia tidak dijadikan perbandingan atau diminta mengulang kebiasaan Kiran.
Rio meyakinkan ia tidak menginginkan hal tersebut. Ia ingin Mira memilih barang, musik, dan rutinitasnya sendiri. Mereka juga sepakat akan membicarakan batas ketika ada kenangan yang muncul pada waktu yang tidak tepat.
Rio kemudian bertanya apa yang Mira takutkan tentang menikah. Mira menjawab ia takut dianggap hanya sebagai orang yang menerima bantuan Rio dahulu. Ia ingin hubungan mereka dikenal sebagai pilihan dua orang dewasa, bukan kisah dokter menyelamatkan pasien lalu menikahinya.
Rio setuju bahwa riwayat pelayanan harus diperlakukan dengan hormat. Perawatan Mira telah lama selesai sebelum mereka memulai hubungan personal. Ia tidak menggunakan status dokter atau direktur untuk mengarahkan Mira. Mereka bertemu atas pilihan sendiri dan dapat berhenti kapan pun.
***
Malamnya Rio bercerita kepada Naya dan Antoni bahwa mereka telah membicarakan hal-hal penting. Antoni bertanya apakah Rio ingin melamar. Rio menjawab ia ingin, tetapi akan memastikan Mira merasa siap dan tidak dikejutkan di depan umum.
Naya berkata lamaran tidak harus menjadi pertunjukan. Rio mengangguk. Ia ingin momen itu privat dan memberi Mira ruang menjawab.
Ia menulis beberapa kalimat di ponsel, lalu menghapusnya. Ia tidak ingin menghafal pidato yang membuatnya terdengar seperti sudah memiliki jawaban untuk semua hal. Yang ingin ia katakan hanya bahwa ia memilih Mira sebagai dirinya sendiri.
Rio merasa gugup, tetapi tidak terburu-buru. Masa depan mereka terbuka dan masih memiliki pertanyaan. Justru karena mereka mampu membicarakan pertanyaan itu, ia mulai percaya bahwa komitmen dapat menjadi pilihan yang sadar.
Mira bertanya apa yang Rio bayangkan untuk kehidupan setelah menikah. Rio mengatakan rumah sederhana, jadwal yang dapat dibicarakan, dan ruang bagi masing-masing untuk bekerja. Ia tidak membayangkan Mira mengurus seluruh rumah karena dirinya sibuk.
Mira berkata ia ingin membagi tugas dan tidak ingin pekerjaan rumah dianggap bantuan. Mereka menuliskan beberapa contoh pembagian, lalu sepakat dapat mengubahnya sesuai keadaan.
***
Rio menjelaskan bahwa tugas direktur dapat menyita waktu, tetapi ia akan menetapkan jam yang lebih sehat. Ia belum siap operasi dan tidak ingin Mira berharap pernikahan mengubahnya. Mira menjawab ia menginginkan pasangan, bukan jabatan dokter.
Mereka membahas tempat tinggal. Mira ingin akses ke pekerjaannya, Rio ingin dekat rumah sakit. Mereka mencari wilayah tengah dan melihat kisaran biaya, namun belum memilih tempat.
***
Mira ingin memiliki satu ruangan kecil untuk musik. Rio berkata ia juga ingin sudut kerja. Mereka tertawa bahwa rumah yang dibayangkan membutuhkan lebih banyak ruang daripada anggaran mereka.
Mereka sepakat memulai dengan rumah sederhana dan menyesuaikan. Tidak ada yang harus berkorban seluruhnya.
***
Mira bertanya apa yang Rio takutkan dalam pernikahan. Rio menjawab ia takut menjadi terlalu protektif dan mengambil keputusan sendiri seperti dulu. Ia ingin Mira menegurnya bila perilaku itu muncul, tetapi tidak ingin menjadikan Mira penanggung jawab untuk memperbaikinya.
Mira berkata ia akan menyampaikan batas, namun Rio juga harus aktif memeriksa dirinya. Rio setuju dan menyebut ia akan tetap meminta bantuan profesional.
***
Rio mengajak Mira makan bersama Naya dan Antoni. Mereka berbicara tentang rencana tanpa menetapkan tanggal. Antoni berkata mereka dapat memilih sendiri waktu lamaran dan pernikahan. Naya hanya meminta mereka saling memberi kabar.
Saat pulang, Mira berkata ia merasa keluarga Rio menghormati pilihannya. Rio menjawab itu penting baginya.
Mereka tetap belum menentukan hari. Mereka ingin keputusan formal muncul setelah percakapan praktis berjalan, bukan untuk memenuhi harapan orang lain.
Mira bertanya bagaimana mereka membagi tanggung jawab bila salah satu kehilangan pekerjaan. Rio menjawab mereka akan meninjau anggaran, bukan menganggap satu orang harus menanggung semuanya.
***
Mereka berbicara tentang keluarga yang akan dikunjungi pada hari raya. Mira ingin bergantian dan tidak selalu mengikuti jadwal keluarga Rio. Rio setuju membicarakan rencana bersama.
***
Mira ingin memiliki ruang untuk musik meski rumah kecil. Rio mengusulkan sudut yang dapat dipakai bergantian dengan ruang kerjanya. Mereka tertawa karena belum tahu rumah mana yang akan mereka tempati.
***
Sebelum berpisah, Rio bertanya apakah Mira masih ingin membicarakan pernikahan. Mira menjawab iya, tetapi ingin menikmati hubungan yang sedang mereka jalani juga. Rio setuju. Mereka tidak akan membuat setiap kencan menjadi rapat masa depan.
Rio meminta Mira memilih kisaran biaya yang nyaman. Mira menyebut batasnya dan bertanya apakah Rio merasa sanggup. Rio membuka anggaran dan menjelaskan kondisi keuangannya.
***
Mereka memutuskan tidak memakai tabungan darurat untuk acara. Bila acara harus lebih sederhana, mereka akan menyederhanakan. Keduanya setuju tidak berutang demi pesta.
***
Mira berkata ia ingin kedua keluarga merasa diundang, tetapi keputusan tamu tetap milik mereka. Rio setuju mengkomunikasikan batas dengan sopan.
***
Mereka menuliskan prioritas: administrasi, tempat tinggal, dan waktu persiapan. Dekorasi dan hal tambahan dapat menyusul bila ada ruang anggaran.
***
Rio merasa pembicaraan uang membuatnya lebih yakin, bukan kurang romantis. Mereka dapat membicarakan hal praktis tanpa mematikan perasaan.
Mira bertanya apakah Rio ingin mengatur rekening bersama. Rio menjawab mereka dapat membahasnya setelah memutuskan tinggal bersama, tidak perlu sebelum lamaran.
***
Mereka sepakat tidak mencampur dana darurat dengan biaya acara. Rio menyimpan catatan anggaran dan membagikannya kepada Mira untuk diperiksa.
=