hai aku Raya Ahmadhani , saat ini aku berusia 27 tahun dan alhamdulillah sudah mendapatkan gelar S1 Ekonomi saat ini saya berperan sebagai ibu rumah tangga sebelumnya saya memunyai pekerjaan yang lumayan menghasilkan dan bisa di bilang jabatan yang ku duduki waktu iti adaah jabatan yang di minati semua orang yang berada di desa tempat ku tinggal.
tapi semua sudah di takdirkan seperti ini rumah tanggaku di ambang kehancuran keluarga kecilku terancam bercerai berai dan cintaku hampir punah di telan kesalahan dan kebodohan kami berdua.
*****
tahun ini adalah tahun kelulusan ku di bangku SMA, dan hari ini menjadi xetik-detik penentu kami semua, kami sudah mempunyai planning masing-masing akan seperti apa dan akan menjadi apa kelak.
aku dan ketiga sahabatku yakni Vita , Sari, dan Reski yang di berikan nama (paradise squad) menunggu dengan harap-harap cemas menantikan pengumuman itu di koridor sekolah, kami yang dulu nya selalu tertawa riang saat ini di gantikan oleh suasana menegangkan. beberapa menit lagi kami akan mendengarkan pengumuman lulus/tidak lulusnya kami dari sekolah ini.
"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu" mulai terdengar suara kepala sekolah kami dan itu menambah ketegangan kami
"anak-anakku sekalian siahkan menuju ketengah lapangan untuk mendengarkan pengumuman kelulusan kalian, saya sebagai keoaa sekolah berharap banyak kepada kalian, semoga hari ini kalian semua berhasil meninggalkan dan melangkahkan kaki keluar gerbang sekolah ini" lanjut kepsek kami
aku dan ke tiga teman ku pun dengan bergandengan tangan mulai memasuki lapangan tangan kami sudah sangat berkeringat memori kebersamaan kami selama 3 tahun ini kembali terputar di benak kami
"alhamdulillah siswa dan siswi SMAN 02 kaliam semua 100% lulus sekolah" begitu teriakan kepala sekolah terdengar kami pun langsung bersorak dan saing berpelukan sedih mengeluarkan air mata
kami bahagia, bangga, bersedih, jiwa kami bergejolak merasakan begitu banyak dalam jiwa kami. kami semua akhirnya mengikuti alur yang di buat teman-teman untuk merayakan kelulusan ini.
"aku akan sangat merindukan kalian guys" ucapku dengan mata yang kembali berkaca-kaca
"aku juga akan merindukan kalian" kali ini ucap Sari
"aku pun guys hiks hiks" ucap Vita dan Reski bersamaa
kami berempat pun berpelukan dengan erat dan hari itu kami habis kan waktu untuk menikmati sisa kebersamaan kami.
*****
tiba hari ini aku berangkat ke ibu kota untuk mendaftarkan diri ke jenjang berikutnya dan ahamduillah aku di terima di salah satu universitas di kota ini walaupun bukan univ terbaik di ibukota tetapi kampus kami juga terkenal di kalangan mahasiswa dan mahasiswi
aku mengambil jurusan Ekonomi karna memang awalnya aku berpikir jurusan itu paling banyak menembak lapangan pekerjaan baik dari segi perkantoran, perbankan, marketing dan banyak lagi.
di kampus ini aku mendapatkan teman-teman terbaik setidaknya aku tidak merasa kesepian hidup di rantauan seorang diri, tetapi aku dan Paradise Squad tidak pernah saing putus kabar. kami selalu menyempatkan berkabar.
terlebih aku dan Vita berhubung kami sama-sama merantau ke ibu kota hanya saja kami beda kampus jadi kami terhalang waktu saja berbeda dengan kedua sahabat ku. mereka bertahan di kota tempat kami tinggal.
takdirku dan kisahku dimulai pada saat aku sudah menginjak semester 3. pada tahun kedua hidup di rantauan aku mengenal lelaki yang berasal dari kota asalku.
aku bukan nya tidak punya kekasih hanya saja memang akhir-akhir ini aku sudah tidak nyaman bersamanya karna kami saat ini LDR, you know lah LDR itu cobaan paling sulit untuk pasangan sementara aku dan kekasihku saat itu tidak bisa melewati rintangan itu hingga akhirnya aku nyaman dengan seorang lelaki dan memutuskan untuk beroisah dengan kekasihku.
lelaki itu yang rela mengunjungiku setiap minggu dari kota kelahiran kami menuju ibukota, rela menyempatkan waktunya rela menghabiskan materinya hanya untuk mengunjungiku, dan tidak butuh waktu lama kami dekat kami pun memutuskan untuk bersama.
"halo raya"
"iya, kenapa? "
"aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?" dengan gamblangnya dia menyatakan cinta padaku
walaupun saat itu hanya berani dia lakukan melaui telpon saja, tapi entah mengapa aku begitu yakin dengan nya.
"iya aku mau yan" akhirnya aku menjawabnya dengan pasti dan menerima nya menjadi kekasih baruku.
aku merasakan hari-hari ku berubah aku bahagia, bisa mengenalnya merasa bangga memilikinya, hingga aku bisa bertahan dengannya selama 3tahun jika mengunjungiku adalah sebuah kewajibannya maka tanpa mengenal waktu kapan pun dia tiba di kota dia akan langsung mengunjungiku, dan kami akan menghabiskan waktu bersama.
aku tidak memungkiri keadaan bahwa bersamanya aku merasa sangat bahagia, merasa mendapatkan kasih sayang yang tulus yang tidak pernh ku dapatkan dari kekasihku terdahulu, dia mengerti aku, dia memanggilku dengan sopan, dia memanggiku dengan kata cinta, tak pernah sekalipun dia mengerliarkan nama ku dari bibirnya meainkan memanggilku dengan kata SAYANG
bersamanya aku bahkan lupa bagaimana kehidupan ku kedepannya, apakah akan terus seperti ini?? aku seperti lupa akan semua itu yang aku tau adalah saat ini aku masih bersamanya dan aku masih nyaman berdua dengannya.
pernah sekali dia menelfon ku dan menanyakan hal yang serius hal yang sangat jarang dikatakan okeh pasangan lainnya
"halo yank"
"iya halo, kenapa yank kok serius amat? " jawabku
"aku mau nanya sama kamu" aaa5 itu aku mulai rada gelisah dengan keseriusannya
"iya kenapa? jangan bikin takut bisa gak? " jawab ku
"hehehe iya gak kok aku cuma mau nanya kamu bahagia gak sama aku? " aku sempat bingung apa maksud dari oertanyaannya
'apa dia mulai bosan dengan ku? ' bukannya menjawab aku malah sibuk bermonolog sendiri
"halo yank? " panggilnya lagi
"iya halo, kok kamu nanya gitu? ada apa? " aku berbalik bertanya penasan akan jawabannya
"aku cuma mau tau aja, apa kamu bahagia dengan ku atau kamu malah gak seneng sama aku, kalai kamu bahagia aku ikut bahagia tapi kalau kamu menderita aku akan berisaha sebaik mungkin untuk membahagiakan kamu" jawabnya panjang lebar
"aku bahagia kok sama kami, kalau aku gak bahagia mana mungkin aku bertahan sejauh ini dengan mu" jawabku dengan yakin
"terimakasih yank, aku sayang kamu"
"aku juga sayang kamu"
setelah berjam-jam melakukan percakapan melalui tepon kamipun mengakhirinya agar bisa beristirahat.
hari-hari terus kami lalui bersama , kami selalu saling merindukan jika kembali terpisahkan jarak antara ibukota dan kota asalku., tapi kami bisa menahannya karna memang kami setiap minggu akan selalu bertemu.
hingga akhirnya pada saat aku mencapai semester 6, dia memutuskan untuk melamarku dia ingin serius dengan ku
"yank"
"iya? "
"aku mau serius sama kamu, aku mau nikahin kamu" ucapnya to the point
sejenak aku terdiam dan berpikir apakah dia berusaha main-main dengan ku dengan membawa-bawa ikatan sakral??
"yank? " panggilnya lagi
"ahh iya?? jangan bermain-main tifak baik"
"aku seriun yank pengen lamar kamu, minggu ini orang tua ku akan melamar kamu" jawabnya dengan penuh keyakinan
"kamu serius? " tanya ku masih tidak percaya
"apakah menurutmu saat ini aku sedang bercanda?? " jawabnya dengan kekehan kecil.
"tentu saja aku mau" jawabku antusias
Menikah muda sepertinya bukan ide yang buruk, semua tergantung dari yang menjalankannya saja.
perasaan ku tentu saja bahagia karna akan diamar oleh orang yang selama iNi dengan setia menemati ku baik suka maupun duka, pada saat aku berpikir dia hanya bermain-main sementara aku sedang melakukan perkuliahan ternyata pihak keuarganya sudah mengunjungi kedua orang tua ku menyatakan tujuannya untuk melamarku.
pada saat itu orang tua ku menelpon
"halo"
"halo, kamu dimana"
"lagi di kos mah, kenapa? "
"kamu punya pacar?"
"kenapa mah? " aku harap-harap cemas dengan pertanyaan itu
"ada yang mau melamar, itu terserah kamu tai sebaiknya oikirkan dulu matang-matang mengingat kamu sudah pada tahap akhir perkuliahan mu" jawab mamah di seberang telepon
"iya mah" hanya itu yang mampu aku jawab
hari demi hari hingga berganti minggu dan berganti bulan, saat itu tepat satu bulan pembicaraan ku dan kekasihku tentang pernikahan, dia semat susah untuk di hubungi dan selama sebulan dia tidak pernah lagi mengunjungiku aku pikir dia hanya mempermainkan ku
"dasar pria b******k, semua laki-laki sama saja tidak bisa di pegamg kata-katanya" umpatanku karna sangat emosi atas keputusannya menghindar yang membuatku sangat sulit mencari kabarnya.
dan pada saat aku sudah mulai melupakan kejadian dia akan melamarku, aku hanya merasa di permainkan.
akhirnya aku di minta puang kampung oleh kedua orang tua ku untuk melangsungkan pelamaran, Kaget?? tentu saja, dan pada saat itu pula aku kembali mendapatkan kabarnya.
awalnya aku tidak mengangkat telponnya tetapi dia terus menghubungi ku tanpa menyerah.
"halo"
"emm" jawab ku cuek
"kenapa baru angkat? " tanya nya
"kenapa baru negabarin? " aku balik bertanya
"harusnya kalau emang gak serius gak usah ngasih harapan" lanjutku
"maaf sayang, kan aku sibuk urus acara kita biar ceoet jadi" jawabnya membela diri
"apa harus dengan cara menghindariku?" jawab ku yang kembali bertanya
"bukan seperti itu, ryan sedang fokus untuk acara kalian" kali ini suara perempuan yang bisa ku pastikan adalah ibunya.
ryan adalah lelaki yang menjadi kekasihku sekaigus calon suamiku saat ini.
demi apapun aku kaget dan merasa tidak enak percakapan kami di dengar oleh orang tua nya hanya untuk meyakinkan ku dia melibatkan orang tuanya.
dan hari-hari di lanjutkan seperti itu hampir setiap hari aku berbicara demgan ibunya ryan. dan aku sudah tidak merasa canggung lagi.
*****
seminggu sudah aku memdapatkan kabar akan di lamar dan hari ini aku memdapatkan kabar dari kedua orang tua ku untuk segera kembali ke kampung halaman
dan saat itu aku menggunakan perkuliahan jarak jauh dengan memgambil rekomndasi kepada dekan prodiku.
karna aku merasa sangat sayang jika harus melakukan cuti satu smeester full maka dari itu aku di berikan saran untuk memgambil rekomndasi tersebut.
aku kembai ke kampung halaman untuk melaksanakan ritual-ritual pelamaran, pendaftaran nikah di kantor KUA terdekat dan pada akhirnya kami akan melangsungkan pernikahan.
ritual akad dan resepsi pernikahan kami akan di langsung kan pada tanggal 16 November di kediaman orang tua ku dan tanggal 17 November di lanjutkan acara resepsi di kediaman keuarga suami ku.
dengan banyak drama akhirnya kami sah menjadi sepasang suami istri dan telah di ikat oleh janji suci kami di buku nikah.
dan aku bersyukur karna semua orang-orang terkasihku masih dapat memdampingiku melangsungkan pernikahan, orang tua ku, saudariku, kerabatku, hingga sahabat-sahabatku. semua bisa hadir di acara membahagiakan bagiku.
beberapa bulan menjalani pernikahan usia muda semua berjalan dengan baik, suamiu yang selalu setia dengan ku, orang tua dan keluarga ku yang selalu ada untukku keuarga suami yang selalu support semua yang ku lakukan, serta teman-teman yang masih setia mendampingiku.
******
to be a continiu guys!!!!
kenalan dengan author yukkk
Ig : Ramlahyanti Achamd
Fb : Ramlahyanti Achmad
Wattpad : Zava1104