setelah beberapa jam aku tertidur, aku pun segera membuka mata perlahan dan di samping ku sudah ada suami dan orang tua ku yang menatap ku dengan khawatir.
setelah administrasi di urus dan keengkapan data, suster yang tadi merawatku memindah kan ku ke kamar perawatan agar bisa beristirahat lebih nyaman.
dan ke esokan hari nya aku di dorong menuju ruang usg untuk mengecek kondisi bayiku serta mengecek tulang bokongku karna aku tidak bisa menggerak kan bagian b****g ku sendiri jika tidak di bantu orang lain.
dan hasil pemeriksaan hari itu mengatakan bayiku dalam meadaan sehat, detak jantung normal.
seteah di rawat beberapa hari, pihak keluarga yang menabrakku datang membesuk sekaligus datang meminta maaf kepada keluarga kami.
kami berpikir untuk memaafkan karna pelaku juga tidak sengaja melakukan nya. yang terpenting aku dan janin ku baik baik saja saat ini.
dan tepat sepuluh hari aku di rawat dengan baik oleh pihak rumah sakif, akupun di perbolehkan pulang hari ini. rasanya lega sekali terhindar dari bau obat obatan yang membuat pening kepala.
*****
2 bulan kemudian
hari ini tepat sembilan bulan sudah usia kehamilan ku dan aku memutuskan untuk ke dokter memeriksa kan kondisi kehamian ku sesuai anjuran dokter.
pada saat tiba antrian cukup panjang aku dan suami memutuskan duduk di ruang tunggu yang tersedia.
"ny. Raya Ahmadhani" aku mendengarkan nama ku di panggil setelah menunggu beberapa saat. aku dan suami pun langsung berdiri menuju ruangan dokter yang di tunjukan oleh suster tadi.
setelah tiba di ruangan dokter, dokter langsung meminta ku untuk berbaring di kasur pasien dan dokter langsung memaruh gel di atas perutku dan segera mengecek kondisi anak ku.
"mas anak kita" ucap ku begitu bahagia dan terharu bisa melihat nya lagi tumbuh sehat dalam kandungan ku.
"iya sayang, dia bergerak begitu aktif" balas nya dengan senyum memancar di bibir nya.
"nah bu, ini bayi nya kepala nya udah di bawah nih, air ketuban nya cukup, dan seperti nya bayi nya sudah mengambil posisi untuk keluar, sebaiknya hari ini ibu sudah masuk ruangan persalinan agar penanganan nya tdak terlambat." ucap dokter panjang lebar.
aku mulai khawatir dan suami yang menyadari itu menenangkan ku, menggenggam tangan ku.
"semua nya akan baik baik saja sayang" ucapnya sambil mengelus tangan ku yang berada di genggaman nya. aku pun hanya bisa menganggukkan kepala
"baik dok kalau begitu kami pamit pulang dulu untuk menyiapkan perlengkapan kami untuk menginap nanti"
"baik pak, apa ibu masih punya vitamin nya? " tanya dokter itu
"iya dok saya masih punya beberapa biji" jawab ku
"sebaik nya ibu tidak usah mengonsumsi lagi ibu cukup meminum s**u nya saja mengingat ini sudah mepet waktu melahirkan ibu" jawab sang dokter
"baik dok, kalau susunya apakah masih bisa di minum? " kali ini suami ku yang menanyakan hal tersebut
"untuk s**u tidak masalah ibu bisa meminum nya"
"baik dok terima kasih" kami pun berdiri dan pamit pulang.
*****
setelah kami tiba di rumah kerabat yang berdekatan dengan rumah sakit kami pun berdiskusi karna kebetulan sepupu ku adalah seorang perawat.
"kamu udah merasakan nyeri belum? " tanya kak eka sepupu ku
"belum kak, masih biasa biasa aja sih" jawab ku
"ya udah kalau gitu kita tahan dulu ke rumah sakit nya, biar kamu juga lebih nyaman kalau di rumah gak risih"
"iya kak"
"ntar kalau mgerasain nyeri bilang yah biar aku periksa" ucap nya lagi
"iya kak, aku boleh istirahat dulu gak? kaya nya capek banget" jawab ku yang memang hari ini merasa sangat lelah.
"iya istirahat dulu ntar aKu bangunin kalau kamu ke enakan tidur nya"
"siap kak" setelah mengatakan itu aku dan suami pun bergegas meninggalkan ruang keluarga dan segera masuk ke kamar tamu untuk beristirahat.
pukul 06:00 wib
"kamu belum merasakan nyeri?" ucap sepupu ku
"belum sih kak"
"ya udah kamu makan dulu biar ada tenaga jika sewaktu waktu kamu akan lahiran tapi jgn banyak banyak ntar bayi nya susah keluar hehehe" ucap nya sambil tertawa. aku pun hanya memgangguk dan tersenyum
tepat pada pukul sepuluh malam aku merasakan sakit perut, dan aku segera membangunkan mama dan suami ku.
"ma, mas. perut ku sakjt" ucap ku sedikit berteriak berusaha membangunkan mereka.
"kenapa sayang apa sudah sakit? " ucap suami ku dan mama ku sudah panik menelpon papa di rumah untuk segera datang dan membawa perlengkapan kami
dan pada saaat itu pula sepupuku masuk ke dalam kamar dan segera mencuci tangannya, memakai hand skun dan memasuk kan jarinya ke dalam v****a ku untuk mengecek pembukaan jalan lahir bayi ku nanti.
"sudah mulai bereaksi pembukaan nya sudah terbuka, dan sekarang masih pembukaan pertama mau langsung ke rumah sakit atau tunggu dulu? "
"ntar aja deh kak, nyeri nya juga masih bisa ketahan masih belum yang parah parah banget" balas ku menahan sakit
"ya udah kamu tahan yah? meahirkan memang sangat sakit tapi akan tergantikan rasa sakit mu jika bayi mu sudah lahir ke dunia" ucap nya menyemangati ku sambil mengusap usap kepala ku lembut.
"apa sangat sakit sayang? " ucap nya dan aku hanya mengangguk
"kamu ngantuk? " ucap nya lagi
"iya mas aku ngantuk tapi nyeri nya masih berasa" balas ku dengan wajah pucat.
"kak ini gimana? " ucap suami ku khawatir
"gak apa apa emang melahirkan itu sakit dek, biarin dia tidur tapi tiap 20 menit bangunin takut dia gak ngerasa kontraksinya pas bereaksi" ucap sepupuku
"baik kak" aku pun segera berbaring dan memejamkan mataku sebentar tapi belum seberapa sakit nya datang lagi dan ini seperti nya lebih sakit dari yang tadi
"sini dek aku periksa lagi" ucapnya sambil memasukkan kembali jarinya ke v****a ku
"pembukaan dua, ini termasuk cepet, sebaiknya kita ke rumah sakit kalau papa udah nyampe sini, soalnya kontraksi mu lumayan cepet" lanjut nya
"iya kak"
setelah itu aku mendengarkan sepupuku menelpon teman nya yang sedang piket malam ini untuk menyiapkan ku kamar perawatan
*****
saat ini kami sudah berada di ruangan persalinan rumah sakit Medika.
sekarang pukul 3 subuh dan nyeri nya datang semakin sering keluarga pun mulai panik dan memanggil suster untuk mengecek kondisi ku yang semakin pucat.
"sebentar lagi bu yah, sekarang udah permbukaan 5 tahan bentar lagi" ucap suster itu
"udah gak bisa nahan suster, sakit banget" uca ku sambil memgeratkan genggaman ku pada tangan suami dan tante ku.
"sus apa gak bisa caesar aja? kasian anak saya sudah pucat gak bisa nahan lagi" sekarang adalah papa ku yang berbicara.
mamaku? jangan Tanya kan dia, dia sedang berada di ruanga kamar perawatan jika sudah melahirkan nanti beliau sangat takut dengan darah makanya mama lebih memilih menunggu di kamar dan merapikan keperluan cucu pertama nya.
tepat pukul lima subuh setelah adzan subuh aku merasakan kontraksi hebat dan perawat mulai menyiap kan peralatan yang di butuhkan.
suami ku oun langsung berlari ke kamar untuk mengambil kan pakaian bayi jika sudah lahir nanti.
saat ini yang menemaniku hanya lah tante ku saudara dari papa ku karna suami dan kedua orang tua ku sangat takut dengan darah dan mulai khawatir melihat kondisi ku yang pucat pasi. maka mereka memutuskan untuk menunggu di depan ruangan persalinan.
"ibu kalau saya bilang dorong tolong di dorong ya bu jangan teriak biar tenaganya gak terkuras " ucap sang dokter aku hanya bisa mengangguk
"tarik nafas bu lalu buang perlahan, lakukan tiga kali dan dorong, tolong mengejan yah bu"
"ya bagus bu lakukan lagi kepalanya udah muncul bu, dikit lagi"
"aaaaaaaaahhhhhhhhh" teriakku berusaha memgeluarkan yang mengganjal di bawah sana, rasanya jangan di tanya itu sangat sakit sekali
setelah 3 kali mengejakn akhirnya terdengar suara bayi yang menangis
ngeak ngeak ngeak
suaranya begitu nyaring di telingaku mendengarkan nya menangis
"Alhamdulillah" ucap kami dalam ruangan itu saat anakku telah lahir ke dunia ini.
"selamat bu anak nya perempuan, cantik sekali, boleh tolong berikan perlengkapan nya bayi nya harus di bersihkan terlebih dahulu." ucap suster itu.
"ini sus" setelah menerima omtas verisi perlengkapan bayi ku suster tersebut langsung membawa bayi ku untuk di bersihkan.
"berat nya 2.600gram, anak nya sehat alhamdulillah tanpa kekurangan apapun" lanjut sister itu
setelah mendengarkan suara tangisan bayi papa dan suami ku pun segera masuk ke dalam ruangan.
"kamu baik baik saja kan sayang? " ucap suami ku kamhawatir dan juga merasa lega
"aku baik baik saja"
setelah bayi ku selesai di bersihkan segera papa mengambil bayi itu dari tangan perawat dan mengadzan kan putri ku karna memang papa ku lah yang sangat ber semangat menyambut cuxu pertamanya.
kalian mungkin berpikir kemana mertua ku? yah lagi lagi dia tidak hadir di mana aku sangat membutuhkan supoirt keluarga walaupun sudah banyak kerabat yang datang menemaniku.
tetapi ada nilai tersendiri bagi kita untuk mertua jika dia memperhatikan kita. nyatanya aku hanya kembali menelan kekecewaan.
episode selanjut nya msih tentang persalinan ku yah... next adalah part inti dari novel ini akan bermunculan.
thanks for reading...
sampai jumpa di episode berikutnya
love you all