Suara merdu pembawa berita menembus telinga Anita, samar, Lama kelamaan menjadi jelas. Dia mengedipkan mata setengah mengantuk,
" Astaga Jam berapa ini?" lekas bangkit sambil melihat ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 6 pagi. Matanya mengedar diruangan.
" Astaga aku tertidur diatas sofa dengan tv masih menyala sampai pagi."
Dia merenggangkan tangannya mengatasi Rasa pegal ditubuh.
Pikiran Anita langsung tertuju pada pria yang menumpang digudang.
" Satria sudah kembali atau belum ya..!??" Hatinya bertanya gelisah. semalaman dihutan seorang diri Apakah tidak berbahaya?. Begitu Banyak Binatang buas yang berbahaya. Jangan jangan Sudah tewas di suatu tempat di dalam hutan.
Anita memukul kepalanya. " Ya ampun!. kenapa juga Aku berpikiran jelek begitu.."
Aldo keluar dari kamar heran melihat Anita yang termangu.
" Kamu tidur di sofa lagi dek..?" Tanyanya sambil menggelengkan kepala tak habis pikir dengan kelakuan Adiknya.
" Perilakumu bukan seperti gadis saja..."
Anita hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya.
" Udah Rapi aja kak,mau kemana?"
" Ya ni, kakak Ada urusan sama kakek mahoni".
" Kakak.nggak kerja? kesana pasti mau bahas - bahas Manusia serigala lagi..!??, Aduh kak, Nita udh berapa bilang kali, Manusia serigala mitos, cuma ada di cerita film dan novel, hari gini masih percaya yang begituan.."..
Aldo Hanya tersenyum mendengar ucapan Anita.
" Sudah ya..!? kakak pergi dulu, kamu jaga diri, situasi sedang genting saat ini, belakangan banyak Dari gelandangan dan tuna wisma hilang secara misterius, jangan lupa belati yang kakak kasihkan kekamu di simpan dan dibawa kemanapun kamu pergi, jangan pulang terlalu sore, apalagi larut malam, berbahaya.." Pesan Aldo, megelus kepala Anita sekilas dan pergi bersama mobil butut milikmya.
Selepas Aldo pergi Anita kembali bebaring dengan malas.
" Selalu saja, tentang manusia serigala, kapan kakaku yang ganteng itu ngomongin tentang pacar, siapa juga perempuan yang mau sama dia, yang di omongin serem serem melulu.."
Setelah Mandi dan menyiapkan sarapan,
Anita segera mengantarkan sarapan.pagi untuk Satria.
Anita membuka pintu pelan, Dan Langsung melihat sosok Satria yang duduk tenang di sudut, dia menatap tajam pada Anita dengan senyum manis di bibirnya.
Pria itu terlihat keren dengan sikapnya nya yang tenang dan misterius.
" Bagaimana, kau mendapatkan buruanmu..?" Tanya Anita penasaran.
" Iya, Aku sangat senang bisa Makan Daging setelah beberapa hari tetkurung di gudang ini."
Wajah Satria terlihat senang dan puas.
.apa yang kamu bawa pagi ini? " Dia menghampiri Anita penasaran.
" Mie instan.." Anita meletakan semangkuk Mie i yang masih hangat dihadapan Satria, Satria mengendusnya penasaran " .
Hingga Anita bingung karenanya.
" Kenapa kau mengendusnya seperti itu?"
" Maaf kebiasaan, Hmmm..baunya Aneh.." ucap Satria dengan wajah tak suka.
" Aku bingung padamu, semua makanan tak ada yang kau sukai, Lalu.apa yang kau makan selama ini??"
.
" Daging.., Aku suka makan daging.." Sahut Satria polos.
Anita terdiam menatapnya.
Entah mengapa dia merasa Mata Satria terlihat tajam,liar, dan Agresif seperti mata se ekor anjing pemburu..
Entah mengapa dia teringat pada se ekor serigala Liar.
" Kau seperti se ekor serigala .Apakah karena itu Nama panggilanmu Adalah Wolf?
" Aku memang se ekor serigala.." Dia berkata ringan. Anita diam sedetik, Lalu tertawa, Dia Bahkan tidak tahu apa yang dia tertawakan.
Bagian mana yang Lucu dari ucapan Satria.
Satria tak mengubris Tawa Anita dia melanjutkan perkataanya dengan santai,.
" Apakah kau percaya tentang adanya Mahluk bernama manusia serigala?" Tanya Satria, Matanya serius menatap Anita.
Anita tediam, lama dia.menatap Satria.
" Kenapa tiba - tiba bertanya seperti itu?"
" Kau percaya Atau tidak!?" Tegas Satria..
" Tidak aku tidak mempercayainya, itu hanya cerita Novel yang dibuat buat, Mana Ada manusia campur serigala... Ada ada saja, Eh mana buruanmu semalam?" Tanya Anita mengalihkan topik, Cukup Aldo saja yang aneh jangan Satria juga.. bisa Bisa Anita ikutan Aneh juga seperti mereka.
" Buruanku.." Satria tertawa.
" Aku sudah menghabiskan nya dihutan."
Anita menatapnya bingung.
" Jaga dirimu Baik - baik,Kau tak tahu.bahaya Apa yangengintaimu diluar sana. Oh ya jika kau berada dalam.bahaya panvvil saja Namaku, Dark Wolf, Sekeras mungkin, Aku pasti datang menyelamatkanmu"
Lagi Anita tertawa terbahak -bahak hingga air mata keluar dari sudut mata..
" Apakah telingamu punya sambungan Satelit hingga bisa mendengar panggilan dari jarak jauh?" Sahut Anita mengejek
" Sudah jangan mengada ngada. Cepat habiskan sarapanmu, aku harus berangkat kerja sebentar Lagi.."
" Hai gadis, percayalah padaku, Jika kau memanggilku.dengan sepenuh hati, pasti aku akan datang padamu.." Perkataan Satria membuat Jantung Anita berdesir hangat.
Pipinya langsung memerah.
' Ucapannya seprti pria yang sedang menggombali gadis" Batin Anita sambil tersenyum dalam hati
" Namaku bukan Gadis, Tetapi Anita...panggil saja, Aku Anita ok!"