" Jadi Apa yang kau lakukan seharian ini dirumah..?" Tanya Anita saat mengantar makan Malam kegudang.
Aldo sedang keluar malam ini, Katanya ada lembur dikantor, hal ini membuat Anita lebih leluasa bertemu Satria di gudang. Dia sangat tertarik pada pria Aneh itu.
" Tidak melakukan Apa pun, hanya saja bingung dengan benda benda yang ada dirumahmu semua Aneh dan unik, aku belum pernah melihat sebelumnya.
Jaman ini.benar benar Luar biasa." Ucap Satria bersemangat.
Anita menatap padanya tak mengerti.
" Maksudmu apa sih, kamu membuat aku bingung.."
" Ah, sudahlah ku jelaskan pun kau tak akan paham.." potong Satria Malas.
Lagi lagi dia harus memakan semangkuk sayuran hijau hangat, mulutnya terasa pahit dan dia ingin sekali memuntahkan semua.
namun melihat ketulusan Anita dia menahan rasa mualnya.
" Sebenarnya aku ini se ekor kambing apa serigala..?" Dia menelan ludahnya membayangkan se ekor kambing besar gemuk terhidang dihadapanya.
" Lezatnya.." Satria mendesis tanpa sadar.
" Lezat ya, kalau suka besok aku masak lagi ya..!" Tawar Anita semangat tanpa tahu apa yang dipikirkan Pria didepanya.
" Hueeek..!" Satria mual didalam hati membayangkan Anita akan sering memberinya sayuran hijau lagi, karena berpikir Satria menyukainya.
Dia meringis menatap Anita.
Sementara Aldo dan teman temannya sedang menyusuri lorong- lorong gelap dengan tegang.
" Hati - hati, jaga konsentrasi kalian, Mahluk itu sangat tangkas dan gesit. sampai kalian jadi makanannya.." Aldo mengingatkan Teman temannya sebelum berpencar.
Tiba - tiba dihadapanya berdiri seorang Wanita cantik.bergaun hijau, wajahnya sangat pucat dengan rambut merahnya yang bersinar.
Dia terlihat seperti Api.
"Hihhihihi" Dia tertawa pada Aldo.
" Pemuda yang sangat Tampan, sayang apakah kau sendirian,mana teman temanmu?"
Wanita itu mendekati Aldo, mengelus bahunya perlahan. Aldo bersikap wajar tapi Siapa pun Tahu saat ini dia sangat Waspada.
Donna mendekatkan, mulutnya di kuping Aldo dan berbisik.
" Kau terlihat enak dan segar, tidak seperti para gelandangan itu."
Aldo tertawa pelan,
" Rupanya kau yang telah membuat mereka semua menghilang, Dasar mahluk menjijikan, Apakah tidak ada makanan lain yang bisa kau santap hingga menjadikan manusia tak bersalah sebagai santapanmu.!?" umpat Aldo
Aldo langsung mengeluarkan Belati kecilnya membuat Donna terkejut ketika belati kecil itu bergerak kearahnya secara, tiba - tiba sempat mengenainya dan menggores sedikit kulitnya.
Donna melonglong kesakitan melarikan diri begitu saja.
Teman teman Aldo.kaget mereka langsung berkumpul, Aldo.pun lekas mendatangi mereka
" Aku berhasil mengenai salah satu dari mereka, Mahluk itu seorang wanita muda, sayangnya aku tak berhasil membunuhnya, dia sangat Lincah dan gesit." Keluh Aldo menyesal.
" Dia pasti sekarat saat ini, semoga goresan belati ini membunuhnya."
" Bagus Aldo, kau semakin mahir saja berburu" puji Kakek Mahoni
" Bagaimana kita Lanjutkan berburu atau pulang?" Tanya yang lain.
" Kita pulang, serigala - serigala itu pasti sudah tahu keberadaan kita, bahaya jika kita dikepung, jumlah kita kalah banyak dari mereka."
" Kamu belum tidur dek?" Tanya Aldo setiba dirumah. Melihat Anita masih menonton televisi.
" Belum ngantuk kak, kakak tidur saja lebih dulu, kakak pasti lelah"
.
"Ok, kakak tidur duluan ya..jangan sering bergadang, tak baik untuk kesehatanmu, besok kau juga harus bekerja kan??
" Ok. Kakakku yang ganteng.."
" Hei..!" Satria menepuk bahu Anita tiba- tiba yang entah kapan berada disana, Anita menoleh padanya.
" Apa yang kamu lakukan? ngapain naik kemari? Jika kakakku melihatmu Dia akan mengusirmu, cepat! kembali kegudang"
Anita berkata geram dengan suara yang sangat pelan.
" Aku lapar. Aku ingin makan daging..." rengek pria itu manja.
Mata cantik Anita melotot.
" Kau bercanda ya?, Dimana aku bisa mendapatkan daging tengah malam begini.."
" Aku ingin berburu sendiri, Makanya aku minta ijin padamu.."
Anita heran.
" Berburu..??"
" Bukanya di belakang rumahmu adalah hutan, aku bisa berburu disana.."
" Tapi, ini sudah sangat malam berbahaya, Bisa bisa justru kamu yang menjadi santapan binatang buas yang ada di hutan. Lagipula kau mengatakan jika sedang dikejar
sekelompok orang.." Anita mengingatkan.
Sebenarnya Anita merasa Aneh dengan permintaan Satria.
Ingin berburu di hutan? Memangnya Ada orang berburu tanpa membawa senjata!?
" Jangan Khawatir, Aku hanya.sebentar.. boleh ya, aku sangat ingin makan Daging.." Iba wolf dengan Wajah memelasnya
" Ya sudah terserah kamu saja, lagipula , kenapa kamu harus repot meminta ijin padaku.."
Satria tertawa, " Aku hanya tak ingin kau susah saat tak melihatku menghilang dari gudang."
Anita tertawa, menatap lekat manik mata Satria.
" Hei pria Aneh, aku justru senang jika kau tak kembali kesini, Aneh aneh saja, malam- malam ingin makan daging , Jangan Jangan kau.mengidam."
" Apa itu mengidam ?" Tanya Satria polos
Anita diam saja. Malas menjelaskan.
Merasa di acuhkan, Satria sadar diri.
" Ya sudah aku pergi dulu.."
Satria langsung keluar melalui pintu belakang. Tak lama dia sudah masuk dalam hutan menghilang disana.