Donna dan Leon menyusuri lorong gelap, Mata mereka menatap penuh nafsu para gelandangan dan tuna wisma yang tertidur dilorong beralaskan kardus bekas, berselimut koran.
" Leon, Aku lapar.." Donna merengek.
" Sssst..Diamlah, mengapa kau selalu mengeluh lapar saat melihat manusia, mereka yang berada disini kotor dan bau, carilah mangsa yang lebih bersih dan elok dilihat."
Bisik Leon, mereka melangkah pelan menyusuri lorong, hati - hati mengamati Wajah wajah lelap mereka, satu demi satu dengan teliti. Berharap melihat wajah Wolf Diantara nya.
" Leon, Aku tak tahan lagi.."
" Diamlah!, fokuslah mencari Dark Wolf, atau aku akan melaporkan perilakumu pada Tuan Adrian" Bentak Leon gemas.
Tapi Madonna tak mengubris, dia menarik salah satu diantara para gelandangan dan membawanya ketempat sepi. Menghabisinya tanpa Ampun,tanpa setahu Leon tentunya.
Leon bahkan tak menyadarinya. Dia segera mencari Donna dengan curiga.
" Donna!? Apa yang kau Lakukan!?" Serunya melihat mulut Donna kembali sudah berlumuran darah.
Donna hanya tersenyum puas.
" Jangan bilang kau baru saja makan..."
Donna nyengir
" Kau memang keras kepala, Hapus sisa makananmu dimulut dan bibirmu, jika ada manusia yang melihatmu, mereka akan lari terbiri- birit."
Yang dimaksud Leon dengan sisa Makanan Adalah Darah segar yang masih menempel di mulut Madonna.
" Bila begini terus, manusia akan curiga, dan para pemburu serigala akan segera mencari kita, kau membuat situasi semakin sulit."
" Sudahlah pak tua, santai saja, mereka hanya manusia lemah, bagus jika mereka mencari kita, tinggal kita habisi saja semuanya, Aku bisa membayangkan bertapa Nikmatnya daging para pemburu itu dimulutku, ah! aku tak sabar lagi.." Donna menerawang dengan wajah berbinar.
Ingin rasany Leon, mengigit leher gadis itu dengan gemas.
" Andai bukan Tuan Adrian yang meminta aku untuk mengawasi gadis ini, aku tak akan pernah mau berada dekat dengannya.
Sungguh menyebalkan! di otaknya hanya ada makanan saja, jika begini kapan aku bisa menemukan Wolf?, Yang ada situasi jadi rumit. Pemburu serigala pasti mencium keberadaan kami sebentar lagi, mengingat banyaknya orang menghilang secara misterius.
" Sudah sebulan mereka mencari Wolf, pergi ke negara satu dan negara lain, Leon cukup lelah dan frustasi, menghadapi Madonna tapi Madonna justru menikmatinya.
Di sebuah Rumah kayu nan mungil ditepi hutan.
Aldo berkumpul bersama sekelompok orang.
mereka sedang mengadakan rapat yang sangat serius.
Rapat itu dikepalai oleh Mahoni, pria tua yang sudah turun temurun menjalani pekerjaan sebagai pemburu serigala
" Kek, menurut Isu, pangeran serigala melarikan diri dari pengawasan mereka."
Sang kakek tak terkejut menandakan dia sudah mendengar kabar itu.
Kepalanya mengangguk membenarkan.
" Bagaimana jika pangeran itu menuju kedunia manusia kek?" Tanya Aldo cemas.
" Kakek tidak tahu, Tapi menurut yang kakek baca dan informasi yang kakek terima dari Almarhum ayah dan Kakek dulu, Seorang manusia serigala yang memiliki darah campuran sangat kuat dan berbahaya."
" Maksud kakek..?" Tanya yang lain penasaran
" Pangeran itu sangat berbahaya, kekuatannya luar biasa dahsyat, dia lebih brutal dan kejam dari serigala lainya. karena yang kakek dengar pangeran ini berdarah campuran Manusia dan manusia serigala , dia mewarisi kekuatan dari sang ayah raja serigala dan kecerdasan dari sang ibu yang manusia seperti kita."
" Maksud kakek pangeran itu campuran mahluk jadian dan manusia."
" Iya, Dulu, sang Raja jatuh Cinta pada seorang gadis manusia, Lalu menikahi gadis itu tanpa si gadis tahu jika.suaminya adalah seorang manusia jejadian, Dia tahu setelah suaminya terpaksa membunuhnya atas desakan Rakyatnya sendiri, setelah mereka memiliki seorang putra." Cerita si kakek lirih.
" Yah, Wanita malang itu adalah salah satu anggota dalam silsilah keluarga kakek, Sejak itu, keluarga kami menjadi pemburu serigala."
Anggota Rapat tertegun.
Aldo menatap kakek Mahoni,.
pria itu adalah sahabat kakeknya dahulu.
Mereka sama - sama pemburu.
Tapi Aldo tak tahu Alasan Kakeknya menjadi pemburu mahluk aneh berwujud serigala, sampai menewaskan Orang tuanya.
Lalu Kakek Mahoni melanjutkan
" jiwa serigala lebih mendominasi pada sang pangeran. pria itu bisa menghancurkan manusia dengan kecerdasan dan kekuatannya, bahkan senjata terkuat kita pun tak akan mempan padanya."
" Tapi tujuan kakek, mengadakan Rapat ini bukan untuk membahas isu itu, belakangan ini dikota banyak sekali gelandangan menghilang secara mendadak dimalam hari. kadang yang tersisa hanya baju mereka yang sudah berlumuran darah kering, kakek curiga, kehilangan mereka akibat dimangsa para predator mahluk buas jejadian itu."
Kakek Mahoni menatap lekat pada Anggotanya
" Malam ini, kita keluar untuk berburu..."
Pernyataan si kakek disambut Antusias oleh mereka.
Pulang dari bekerja seperti biasa Anita Menyimpan sepeda kesayangannya digudang.
Dia sangat terkejut mendapati seorang pemuda yang sangat tampan tertidur lelap diatas kasur bekas yang sudah usang.
Suara langkah kaki Anita membuat pria itu terbangun, padahal Anita Yakin dia tak mengeluarkan bunyi sedikit pun saat berjalan.
Pria muda itu tersenyum senang melihat Anita.
"Kau siapa?, Mana Satria?" Tanya Anita menatap lekat padanya dengan curiga.
" Hai cantik! kamu sudah kembali, aku sangat kesepian dan bosan sendirian disini, tapi disini lebih baik daripada seorang diri dihutan ."
Anita mengernyitkan kening, Dia mengenali suara itu, juga mata sipit dan tajam itu. Sorot dan tatapanya sama.
" Satria!??, Kau Satria kan??"
Pria muda itu tertawa.
" Hmmmm... ya ini aku.." katanya sembari mengedipkan mata.
" Astaga kau sangat berubah, aku tak menyangka kau setampan ini." Anita berguman takjub berjalan mengelilingi Satria dengan kagum.
Satria hanya senyum senyum.
Wajahnya nya memang berubah total, tapi Anita mengenal mata dan tatapan itu, Dia benar benar satria.
pria yang sudah ditolongnya.
" Mana daging, aku lapar..."
" Ya Ampun..Pria ini? benar- benar..."