Dark Castel berada dalam situasi memanas. Sejak menghilangnya Dark Wolf, Suasana hati Addrian sang pimpinan, Sangat sensitif, Dia sangat gampang marah.
" Kamu prajurit terhebat leon..!, mengapa tak bisa menangkap Wolf yang begitu lemah, aku kecewa padamu.."
" Maafkan aku, Tuanku, Wolf tiba- tiba menghilang tanpa jejak, Semua anak buahku kebingungan mencarinya, dia seolah lenyap ditelan bumi." Leon menjelaskan dengan takut takut.
Addrian menatap dingin wajah Leon yang masih berlutut.
" Kau harus menemukan dia segera, Jika tak mau duniamu ini hancur oleh kekuatannya.."
tap..tap..tap.., Suara detapan sepatu terdengar mendekati mereka, Adrian dan Leon menoleh bersamaan, Sosok Cantik muncul dari kegelapan, Dia memakai gaun sutra hijau lumut, mukanya sangat cantik, mata merah menyala dengan rambut coklat kemerahan seperti warna matanya, dan bibirnya yang semerah darah.
" Madonna.." Ucap Leon gugup seketika.
" Hai leon apa kabar? Paman Ad..." Dia menyapa keduanya dengan senyuman yang hampir tak terlihat.
" Donna..!?, Serigala betina muda yang hebat, senang sekali melihat mu mengunjungiku seperti ini" Ucap Adrian menghampiri dan memeluk Donna Ramah.
" Jadi ada apa sayang..?"
" Benarkah Dark Wolf kabur..!?"
Leon dan Adrian saling menatap
Mereka tak menjawab.
" Aku akan mencarinya.." Ucapan Donna membuat Leon dan Adrian terdiam sesaat.
Jika ada seorang sehebat Madonna ikut mencari Wolf, maka keberadaan Wolf pasti akan segera diketahui, Namun serigala betina seperti Madonna, cenderung agresif dan tak bisa menahan diri melihat para santapanya yaitu para manusia.
" Tidak !!" Tolak Adrian tegas
" Aku tahu kau mencintai Wolf, tapi ikut mencarinya bukan ide bagus"
Madonna menatap Tajam penuh Amarah, hanya dia yang berani bersikap tak sopan pada Adrian, kerena Madonna Adalah anak dari kakak tertua Adrian dan cukup disegani oleh Adrian.
" Paman, aku punya cara sendiri untuk mencarinya, paman jangan khawatir, aku tak akan membuat keributan Apalagi sampai membuat kelompok kita dalam bahaya.." ucap Donna tersenyum miring.
" Mau sampai kapan paman mengandalkan Leon, Dia sudah tua dan keriput.." Donna melirik Leon, memandangi wajah Muda Abadi milik Leon dengan tatapan sinis.
Leon terpancing emosinya.
Namun Adrian segera menepuk bahunya, agar tak terpancing sikap Madonna.
" Bagaimana caramu menemukan Wolf..?" Tanya Adrian penasaran.
" Aku akan berbaur dengan Mahluk mahluk lemah musuh Abadi kita yaitu manusia, Aku akan dapat banyak keuntungan, bisa menikmati kehidupan manusia, mendapatkan makanan dengan mudah dan mencari Wolf dengan cara berkekiling dunia dengan bebas."
" Tidak..!" kau tak boleh berbaur dengan mereka, Sikapmu yang se enaknya bisa mengancam kehidupan rakyatku.." Tolak Adrian tegas.
" Jangan Khawatir paman Ad, Aku akan hati hati, Bukankah Wolf juga bisa menjadi ancaman kehancuran kaum kita, Apalagi jika dia tahu, Bahwa pamanlah yang sudah membunuh Dewi, ibunya, Bahkan tega menghabisi kekasihnya didepan matanya sendiri, bisa Anda bayangkan kekuatan dan kemarahan seperti apa yang dimiliki Wolf nantinya.." Donna terkekeh.
" Hentikan!Jaga ucapnmu!!" Bentak Adrian kesal.
" Terserah padamu saja, lakukan aoa yang kau suka..tapi biarkan Leon mendampingimu didunia manusia, Aku tak mau kecerobohnmu membuat kaumku dalam bahaya."
" Ok, aku setuju.." Sahur Donna dengan senyum kemenangan di wajahnya.
" Leon, Dampingi Donna, jangan sampai kau lalai menjaganya, Aku tak.ingin mendengar Laporan yang mengganggu, dan jangan sampai kau kehilangan Donna seperti kehilangan Dark Wolf, jika sampai terjadi, aku sendiri yang akan menghabisimu, kau paham bukan?"
Leon mengangguk
" Ya tuanku aku mengerti." Jawabnya pelan.