Anita sudah tiba dirumah sejak sore, namun kakaknya Aldo belum kembali.
Selesai mandi Dia menuju kegudang untuk memeriksa pria muda aneh yang menumpang di gudang mereka.
Seperti Biasa Gudang terlihat gelap dan sunyi, Anita mendengarkan suara- suara Aneh dari dldalamnya, Matanya beredar mencari sosok Satria yang tak tampak batang hidungnya
" Astaga! Apakah dia pergi berburu lagi..' Anita berbicara sendiri
Dia mencari saklar dan menghidupkan Lampu
Matanya langsung menangkap sosok Satria yang membelakangi arah pintu masuk. Dia sibuk melakukan sesuatu dibalik tumpukan barang bekas yang ditata dengan Rapi di sudut.
Anita mendekati sambil bertanya penasaran.
" Sat ! Apa yang kau lakuin dalam tumpukan barang bekas itu,? Awas!! berbahaya banyak benda berat dan besi tajam disana nanti bisa melukaimu.."
Satria Diam saja, Seolah dia tak berani menoleh kan wajahnya menghadap Anita.
" Kamu kenapa sat, kok gugup sekali?" Tanya Anita lembut menyentuh bahu kekar Satria.
Satria masih Diam, Malahan bereaksi Agersif berusaha menutupi sesuatu di.hadapanya.
" Satria, kamu kenapa? Apa yang kamu sembunyikan!? biarkan aku melihatnya?" Seru Anita kesal.sekaligus penasaran dengan tingkah Aneh Satria.
Satria menoleh dengan Wajah panik, Matanya menatap Anita salah tingkah, Sementara mulutnya berlumuran Darah kental, merah dan menjijikan yang.berusaha ditutupinya.
Anita terbelalak tak percaya pada penglihatanya.
" Satria Apa itu, kau makan apa ?!?" Teriak Anita kaget dan horror
Matanya terpaku pada Lantai, Beberapa ekor kelinci seukuran kucing Dewasa tergeletak mati mengenaskan berlumuran darah. Melihat pemandangan yang menjijikan itu perut Anita terasa dikocok Rasa mual memenuhi rongga perut, Dia segera berlari keluar dengan perasaan jijik.
Huekkk.!!! hueeek..!!
Anita muntah muntah tanpa bisa dikendalikan.
Rasanya seluruh isi perutnya keluar saat itu.
Apakah satria memakan kelinci hidup.hidup? Mulutnya masih tersisa darah Segar saat Anita memergokinya.
" Itu sungguh menjijikan..!!" Umpatnya dengan wajah pucat pasi.
Anita tetduduk lemas. tapi Rasa mual itu masih tersisa di otak dan pikirannya, Dia bahkan.mulai.muntah kembali namun tak ada lagi yang tersisa di dalam perut untuk dikeluarkan.
Anita menghirup nafas dalam dalam.
" Pria itu..Ya ampun! Apakah dia seorang psychopat?" Anita merinding.
Satria menyusul Anita dengan gelisah, berdiri melihat Anita dari jarak yang agak berjauhan.
" Kau baik baik saja?" Tanyanya ragu.
Mendengar suara lembut Satria Anita bergidik
" Jauhi.aku, jauhi aku!!" Dia.berteriak.keras, dengan tangannya di kibas kibaskan kasar ke arah Satria dengan wajah menunjukan rasa jijik yang luar biasa..
Satria mudndur menjauhi Anita yang mengamuk.
Anita bangkit, Dia melihat Satria yang salah tingkah menggaruk tengkuknya.
" Mahluk apa.kau?, Aku tahu kau terlihat gila, tapi makan binatang dengan cara Bar bar seperti itu luar biasa gila!!"
Teriak Anita emosi.
" A..Aku minta Maaf.. aku hanya lapar ..Bisakah kita bicara dengan tenang didalam, ini sudah larut aku khawatit ada orang lain yang akan melihat kehadiranku disini..." Desak Satria mentap Anita penuh permohonan.
Anita sebenarnya mulai takut pada Satria, Melihat perilakunya nya yang Aneh dan cara makanya yng diluar Nalar, Masih bisakah dia merasa Aman berada di dekat nya?.
" Kumohon, aku tak akan menyakitimu, aku berjanji Anita.." Desahnya penuh harap
Anita hanya tertegun memandangi Satria, Dia tak berniat mengikuti Ajakan pria itu
" Bertapa Tampan dan gagahnya pria ini, Tapi mengapa dia harus gila dan abnormal begini" Batin Anita Bingung..
" Kumohon Anita....Aku tak akan menyakitimu, jika aku jahat seperti yang kau pikirkan sudah lama aku melakukannya. Tak ada yang menghalangiku bukan??" Bujuk Satria.
Anita menghela nafas. Memantapkan hati.
.
" Ok..tapi singkirkan dulu hewan mejijikan yang ada di gudabgku " Pinta nya.tegas
Satria mengangguk.
Beberapa saat kemudian Mereka masuk bersama kedalam gudang, lalu duduk secara berhadapan saling berdiam diri dalam waktu yang lama.
" Aku minta maaf.." Ucap Satria tiba tiba memecah sunyi, Dia takut kakak Anita keburu pulang dan tak punya kesempatan lagi menjelaskan semua pada Gadis itu.
Anita tak beraksi dia masih mual membayangkan wajah Satria berlumuran darah binatang tadi.
" Aku harap kamu bisa percaya dengan Apa yang akan aku ceritakan padamu ?"
" Ceritakan saja.." Sahut Anita Akhirnya. karena didorong rasa penasaran.
" Aku bukan manusia..." Ucap satria Lirih sambil menunduk pasrah.
Anita terdiam sejenak memandangi Satria Aneh.
" Jika kau bukan manusia lantas kau mahluk Apa?, jin? Setan,? Genderuwo?, vampir, Drakula, Atau Manusia serigala??" Tanya Anita mengejek.
Satria tersenyum, Diam sesaat kemudian mengangguk mantap.
" Yah aku. adalah Manusia serigala..."
Anita tak menyangka mendengar Satra mengakui salah satu opsi yang diberikannya.
Reaksinya? Alhasil Anita tertawa geli, menertawakan Laki laki muda dihadapanya.
" Mengapa kamu ikut gila seperti kakaku Aldo?, Apakah kau sudah berbicara dengan Aldo hingga termakan omongan melanturnya Sudah puluhan tahun aku mendengar bualan itu dari mulut Kakaku, dan kini bertambah satu orang lagi yang berbicara seolah mahluk itu nyata adanya.?"
" Kumohon, percayalah, Aku tidak berbohong Anita?" Ucap Satria memelas.
Anita menghentikan tawanya menatap Pada Satria dengan Serius.
" Aku akan percaya, Buktikan padaku, bahwa kau memang mahluk itu.." Tuntutnya
Satria terdiam karena kebingungan, Bagaimana dia membuktikan bahwa dia tak berbohong. Dia memang memiliki insting dan reaksi seperti serigala, tapi dia tak bisa mengubah wujud menjadi sosok serigala seperti Sang Ayah dan leon atau mahluk serigala Lainnya, Sementara di
dalam tubuh Satria mengalir juga darah manusia.
Yang sepertinya lebih dominan dari darah serigala.
" Aku tidak bisa membuktikan.." Sahut Satria lesu.
Anita mendengus kesal.
Padahal dia mulai sedikit yakin seandainya Satria bisa.membuktikan.
Anita sudah pasti mempercayai jika mahluk Aneh itu memang ada.
" Apakah kakakmu mempercayai tentang manusia serigala.?" Tanya Satria
" Hmmm, dia memang percaya, bahkan dia menyakini yang membunuh orang tua kami adalah mahluk.Jejadian itu" Jelas Anita mencibir.
" Tapi kau tak mempercayainya!?!" Ulang Satria.
Anita tertawa, " Manusia serigala, sungguh tak masuk akal." cemooh Anita.
" Kakakku bahkan.mencari mahluk itu untuk membunuhnya"
Satria terkejut.
" Kakakmu seorang pemburu Manusia serigala???" Tanya Satria setengah pucat.
" Iya, Dia menyimpan dendam kesumat pada Mahluk yang bernama Manusia.serigala. Menurut Sejarah, Sudah beberapa.generasi dari keluargaku di habisi oleh Mahluk kejadian yang kejam serta haus darah itu..' Jelas Anita parau.
" Tapi aku tidak tahu itu benar- benar terjadi atau hanya mitos, Sebab Aldo tak pernah ingin aku trrlibat dengan mahluk mahluk itu i, Dia hanya memberikan sebuah belati, untuk melindungi jikalau suatu hari aku bertemu.dengan kelompok itu."
" Pantas Saja, pertama kali bertemu, kau menyondorkan belati itu ke arahku,."...
" Kakakmu.benar, Sebaiknya gunakan belati iti untuk.berjaga jaga, Mahluk Jejadian itu sangat buas dan rakus, mereka tak.hanya akan membunuhmu tapi mereka juga akan menjdikan manusia.sebagai santapan jika mereka berhasil menangkapnya. Berhati hatilah!, Tapi aku.berjanji Anita, jika terjadi sesuatu padamu aku pasti akan melindungimu" Ucap Satria menatap Lekat ke arah Anita.
Anita terpaku sejenak.
Sampai suara motor Aldo terdengar memasuki halaman rumah. Dia bergegas keluar menghampiri kakaknya.