Dengan wajah lesu Anita berangkat kerja. Pembicaraan semalam dengan Satria begitu membekas dipikiran.
Bahkan di kantor pun dia lebih banyak melamun hingga membuat Sisil Sahabatnya keheranan
" Ngelamun Aja Nit, mikirin apa sih. gue perhatiin muka loe butek aja kaya cucian kotor?" Sisil terkekeh seraya duduk disamping Sisil di pantry.
" Ish.. muka gue cakep kayak gini loe samain sama cucian kotor..Anjiiir..". Anita merengut.
" Lantas kenapa? calon adik iparku?"
" Pede banget loe, berasa gue restui aja, jadi Bini Abang gue..." Ucap Anita pura pura marah.
" He..he..namanya juga Usaha.." Sahut sisil ceria.
Anita tersenyum setelah itu dia kembali diam lalu diam membisu.
" Menurutmu manusia serigala itu ada nggak sich?"
Sisil menatap Anita heran. Anita kenapa jadi serius begitu.
" Tumben loe nanyain hal begitu. jangan jangan udah mulai kemakan omongan si ganteng ya?"
" Bukan gitu Sil, hanya saja belakangan ini gue mulai nemuin hal hal yang janggal di hidup gue"
" Misalnya apa?" Tanya Sisil
" Ah! sudahlah lupakan saja!" Anita enggan menceritakan sosok Satria pada Sisil, khawatir dia akan membocorkanya pada Aldo.
Sisil menatap sahabatnya penasaran, merasa Anita seperti menyembunyikan sesuatu darinya, Sisil tak ingin mendesak Ada masanya Anita akan menceritakan nanti.
Sepulang dari kantor Anita mampir ke perpustakaan umum dan mulai mencari Informasi segala hal mengenai Manusia serigala, Pasalnya dia mulai meyakini tentang keberadaan mahluk misterius tersebut.
Setelah mengelilingi Rak-rak buku, besar dan tinggi menjulang hingga ke langit langit, akhirnya Anita menemukan sebuah buku Kuno yang dicarinya, Sampulnya berwarna ke emasan dengan ukiran unik pada pinggiran.
Anita membuka buku tersebut dan mulai membaca isinya.
Disana tertulis, Jika manusia serigala atau Were wolf merupakan Mahluk jejadian yang berubah wujud dari manusia biasa menjadi manusia serigala Karena dikutuk.
Meski banyak yang menyakini Mahluk ini hanya Mitos, namun Masyarakat Yunani kuno sangat meyakini keberadaanya
Manusia serigala di kenal juga dengan sebutan Lycan, merupakan Mahluk Buas yang kejam serta suka memangsa manusia.
Bahkan bisa menularkan Virusnya melalui gigitan. .
Herodotus sejarahwan Yunani kuno, Abad ke V SM mengatakan 24000 tahun lalu dimasyarakat yang sekarang kita kenal dengan Negara Polandia dan Litthuania, mengakui berubah menjadi manusia serigala beberapa kali dalam setahun.
Bahkan Manusia serigala memiliki kekuatan sihir yang sangat kuat dan hanya bisa berubah Wujud dimalam Hari.
Melalui kekuatan sihir mereka berubah wujud menjadi serigala hitam untuk memenuhi Hasratnya memangsa Manusia.
Dan kekuatan nya akan bertambah seiring datangnya bulan purnama, kekuatan Mahluk ini akan berkali lipat
jumlahnya.
" Semua Masih mitos belum diapastikan kebenaranya" Bisik hati Anita.
Dia menutup buku tersebut Lalu menyimpan kembali di tempat semula.
Dengan mengendarai sepeda Mininya Anita menyusuri Jalan, Hari menjelang magrib, Senja kemerahan tampil memukau di ufuk barat.
Jalanan terlihat padat merayap, Diam Diam Anita bersyukur dia tak perlu terjebak Macet karena mengendaraii sepeda.
Rumah Anita terletak cukup terasing dari rumah warga lain, Tanah mereka merupakan properti pribadi serta cukup luas.
Ada jalan setapak beraspal yang bisa dilewati sebuah mobil bila menuju rumah.
Rumah mereka juga agak tersembunyi oleh rimbunnya perpohonan.
Karena letaknya yang asing makanya Satria berani bersembunyi digudang mereka.
Anita terpaku ketakutan ketika melihat segerombolan serigala berdiri menghalangi jalan, Mahluk- mahluk bermata tajam dengan Gigi taring yang runcing tersebut menghadang Anita ditengah jalan.Menyeringai secara mengerikan.
Gemetar seluruh tubuh Anita, tanpa tahu harus berbuat apa.Sebelumnya tidak pernah bertemu dengan binatang yang mirip Anjing itu
Grrrrrrrt.
Grrrrrrrrrrt
Mahluk- mahluk itu mulai mengeram secara mengerikan.
Bulu kuduk Anita meremang, tangannya memegang stang sepeda kuat- kuat.
Dia dan para serigala itu saling menatap, jumlah mereka sekita Lima ekor
Semua berbadan besar dengan bulu- bulu hitam , abu- abu dan coklat yang lebat.
Anita ketakutan setengah Mati. tubuhnya gemetar dengan lutut yang goyah.
" Bang Aldo.." Panik Anita dalam hati.
serigala itu semakin mendekat, Bahkan bersiap menerjang ke arah Anita,.
Serigala- serigala itu berlari siap menerkam Anita. Dan secara tiba- tiba salah satu dari serigala itu melompat menerjang ke arahnya.
Anita menjerit kencang dengan siku menutupi wajah, ngeri.
Berpikir jika itu adalah akhir hidupnya, Dan pasrah bila harus mati karena dicabik- cabik para serigala. Hingga sebuah nama terlintas dibenak Anita
" Satria...Tolong..!" Dia bertindak Nyaring seiring serigala itu melayang menuju ke arahnya.
Bug!
Terdengar suara Aneh yang cukup kencang.
Anita sama sekali tidak merasakan sakit, membuka mata pelan- pelan, Anita mengintip.
Merasa Aneh sudah sekian detik tapi serigala itu....
Anita terkejut mendapati Tubuh Satria berdiri didepannya menghalangi serigala mendekat.
Sedangkan Serigala yang coba mencelakai Anita sudah tergeletak tak berdaya di atas badan jalan.
Ke empat serigala Lain masih mengeram- ngeram.
Mata Satria tajam menatap serigala- serigala itu.
Pandangan Serigala itu melembut, lalu balik badan, pergi dengan sendirinya.
Terdengar suara longlongan dari kejauhan, sayur sayup dan semakin menjauh.
Lega, Anita bersyukur masih bisa hidup hingga detik ini, semua berkat Satria, Pria muda berwajah sangat tampan tapi memiliki perilaku yang Aneh.
" Apa yang terjadi? kenapa Serigala itu pergi begitu saja...!?"
" Kamu baik- baik saja?" Tanya satria tanpa menjawab Anita, Dia berbalik melihat Anita, Jelas pria itu terlihat sangat khawatir.
Cepat- cepat Anita mengangguk, wajahnya masih pucat pasi, dengan detak jantung yang berdebar cepat, bahkan kakinya goyah karena rasa takut yang demikian besar.
Anita merosot ke tanah.
Satria berlari mendekat.
" Anita..!" Teriak Satria cemas.
Memeluk Gadis itu
" Kau sudah Aman, tenanglah aku tidak akan membiarkan kau terluka.."
pelukan Satria mengalirkan rasa Aman di tubuh Anita, perlahan dia mulai merasa tenang, dan rasa takutnya sedikit berkurang. Menyadari dipeluk oleh laki- laki, Tubuh Anita sontak menjadi kaku karena Gugup.
Satria melonggarkan pelukan, dia melihat wajah Anita lamat- lamat.
" kita pulang!?" Ajak Satria.Minta persetujuan Anita.
Anita mengangguk lemah,
" Sebaiknya kita pulang sebelum kak Aldo datang,Bisa bahaya bila ia tiba lebih dahulu" Sahut Anita.
Anita mencoba berdiri tapi Tubuhnya ternyata masih lemah.
"Aku gendong saja" cegah Satria Sadar Jika Anita masih belum mampu berjalan normal karena takut dan shock.
Membayangkan saja membuat Anita malu hati, haruskah mengizinkan Satria menggendongnya.
Dia menggeleng .
" Tidak terima kasih! Aku bisa jalan sendiri, lagipula bagaimana dengan sepedanya?" Tolak Anita.
Satria tak mau mendengar penolakan Anita, Tanpa izin dengan santai mengangkat tubuh Anita di bahunya seperti membawa karung beras, memegang gadis itu dengan sebelah tangan serta tangan satunya lagi menuntun sepeda.
Anita menjerit-jerit marah..
"Satria! apa yang kau lakukan? lekas turunkan aku, ini sangat tidak nyaman...!!"
Anita meronta- ronta. Malu hati, Heran juga melihat Satria bisa memiliki tenaga Sekuat itu. dan kenapa juga Serigala- serigala tadi keok hanya ditatap saja olehnya.
Padahal Satria hanya berdiri tidak melakukan apa- apa.
" Sssst...! tenanglah kau bisa memancing orang- orang kemari"
"Ck...hanya ada kau dan aku Satria, rumah inj jauh dari rumah penduduk lain.."
" Jangan membantah! biar aku yang membawamu pulang, memangnya kau mau bertemu serigala - serigala itu lagi?, kita harus bergegas" kata Satria misterius.
Anita akhirnya pasrah dengan keadaan, Di gendong Satria hingga tiba dirumah dengan selamat.