" Anita jalan dulu kak Aldo, udah telat ni..!" Teriak Anita, sambil menyeret sepedanya keluar dari gudang.
" Nit, tunggu !" Panggil Aldo dari dalam tergesa.
Nita batal mengayuh sepedanya, dengan tak sabar menunggu Aldo mendekat.
" Kamu Lupa bawa belatimu nih!" Aldo menyerahkan sebuah belati seukuran jempol orang dewasa ketangan Adiknya.
" Buat apa sich kak?? yang ada bikin ruwet. kalo kena razia senjata tajam oleh polisi, bisa bisa aku kena pasal pasal. Ntar malah di curigai yang nggak nggak sama mereka." protes Anita berusaha menolak.
" Udah Ambil aja, Belati ini peninggalan kakek yang udah di bacain doa dan di buat Dari partikel senyawa kimia rahasia untuk melindungimu dari manusia serigala."
Aldo memasukan belati kecil bersarung kulit itu kedalam saku celana jeans yang dipakai Anita.
" Itu lagi...Mana ada manusia serigala sih kak?, itu cuma ada di novel ama di film doang...ckck, kakak kebanyakan nonton sinetron Alay, jadi ikutan Alay kan!?"
" Pokoknya kakak mau kamu bawa saja belati ini..Kalo ketemu yang mencurigakan kamu gunakan..udah hati- hati.."
" Terserah kakak saja dech, Malas banget berdebat, udah ya, aku pergi dulu bye..kakakku sayang.."
Aldo.menatap kepergian sang adik sambil tersenyum. Hanya Anita yang dimilikinya saat ini, setelah Ayah dan ibu meninggal 18 tahun lalu.
Para manusia serigala telah menculik seluruh keluarga dan membunuh kedua orang tua Aldo dengan kejam tepat di depan mata kepalanya sendiri.
Dia Ingat dengan jelas. Pria tua, berkulit seputih kapas, dan seorang pemuda tampan memiliki Tatapan mata kejam menyeramkan, dingin dan menusuk.
Aldo melihat dengan jelas mereka berdua merubah wujud menjadi serigala.
Keduanya Menyerang Ayah tanpa Alsan , Melihat Ayah dalam bahaya saat itu, ibu yang tak berpikir panjang berusaha melindungi Ayah menjadi tameng, baginya.
Bukanya mereka selamat tapi Justru tewas bersama.
Hingga saat ini Aldo menyimpan dendam kepada dua mahluk kejam itu. Dia akan mencarinya dan menghabisi Nyawa keduanya suatu saat kelak.
Orang tua Aldo harus mendapat keadilan
Setelah menghabisi kedua orang tua Aldo,
kedua mahluk itu mendekati Aldo, mereka juga ingin menghabisinya.
Saat itulah dia mengeluarkan.belati pemberian kakek, Dia ingat kakek pernah berpesan.
" Ayahmu dan Ibumu adalah pemburu Manusia serigala, pekerjaan mereka sangat berbahaya bagi anak kecil seperti kamu, Gunakan belati ini saat kau bertemu dengan mereka.
Saat ini Aldo akan membuktikan ucapan kakek,
Ketika kedua hewan jejadian itu mendekati, Aldo menghunuskan belati ke arah mereka.
Seketika kedua.mahluk itu menutupi wajah, menjerit - jerit Seolah belati itu mengandung Cahaya matahari yang menyilaukan dan panas, Mereka langsung melarikan diri sambil melonglong keras.
Anita masih terlalu kecil untuk mengingat semua. saat itu umurnya masih Empat tahun.
Setelah mengunci sepedanya Anita memasuki lobby utama kantor tempatnya bekerja. Butuh beberapa menit hingga sampai ke loker dan berganti bajunya dengan seragam Ckeaning service yang diberikan oleh kantor.
Rambut panjangnya di ikat kemudian digulung agar memudahkanya bekerja.
Tugas pertamanya adalah mengepel Lantai dibagian lorong kantor..Suasana sedikit sunyi karena hari masih terlalu pagi.
Anita bersenandung kecil, mengusir rasa sepi . Perasaannya tak enak, Dia merasa Ada seseorang mengintainya di suatu tempat dilorong itu.
Dia menoleh ke kanan dan kiri, depan dan belakang dengan waspada.
Matanya menangkap seorang Pria menatapnyan intena. Pria itu berdiri kaku di sudut
Anita terdiam terkesima.
" Darimana pria ini berasal? mengapa dia ada.dikantor sepagi ini, Mana penampilannya serem.gitu.." Batin Anita.
Matanya menatap pada bagian jendela Yang terbuka, Dibaliknya sebuah pohon Tinggi besar dengan dahan dahan yang menyentuh, kisi - kisi jendela.
" Apakah pria itu memanjat untuk sampai disini?
Pria itu masih muda, Wajahnya dipenuhi Bulu - bulu tebal nan lebat, Dia memelihara kumis berserta jenggot dan bertelanjang d**a.
Memiliki kulit yang sangat putih seperti salju, Rambut nya tak terurus panjang sebahu, kotor acak acakan,
Matanya juga tak beralih. Dia terus saja menatap Anita dengan sorot tajam, Anita merasa merinding di tengkuknya. Dia tak bisa mencegah perasaannya, saat ini Anita sangat ketakutan.
Apalagi mengingat ucapan Aldo pagi tadi, yang menambah sempurna rasa takut didalam hatinya. Spontan tangan Anita meraba kantong celana yang dipakainya mencari Belati.
Deg!
Jantungnya berdetak,
" Astaga belati itu tertinggal di dalam loker..Bagaimana ini?, pria ini sangat menakutkan, Bagaimana jika dia benaran manusia Serigala yang diceritakan oleh kakak. Bisa mati aku, Lagipula bagaimana bisa dia masuk kemari, dengan penampilanya yang Aneh itu?" Batin Lucy.
Pria itu menyeringai, Darah Anita berdesir hebat, Dia mulai gemetaran.
Pria itu berjalan ragu mendekati Anita.
Anita mundur perlahan sambil menahan Nafas.
Anita mengambil gagang pel, waspada.
" Gue hajar loe, berani dekati gue, Pergi !"
" Anita..!!"
Seseorang menepuk pelan bahu Anita.
" Astaga!" Anita kaget, dan menoleh.
" sisil!!" Dia berseru lega. kemudian memeluk sisil erat.
" Elo kenapa? kok meluk meluk gak jelas, kangen Ama gue? kemarin juga baru ketemu, loe Aneh banget .!." ucap sisil setengah bingung setengah Aneh.
" Buseeet! muka loe pucat banget...loe baru lihat hantu apa bagaimana?" Tanya sisil bingung menatap sahabatnya yang gemetar dan pucat pasi.
" Ada cowok aneh sil, dia.berdiri disudut sana.." bisik Anita pelan, sambil menunjuk ke arah pria tadi berdiri .
Tapi Anita kaget bercampur bingung.
Pria itu.tak.lagi ada disana.
"Mana kok gak ada ?" Tanya Sisil melihat kesemua penjuru, kemudian beralih pda Anita yang terdiam bingung.
" Mngkin gue salah lihat kali Sil, semua karena Kak Aldo, ngomongin yang tidak tidak pagi tadi, gue jadi parno gini" Lirih Anita.
" Emang si ganteng ngomong Apa Nit.?"
Tanya Sisil Antusias, Dia memang naksir berat ke Aldo.
" Katanya di sekitar kita ada mahluk yang namanya manusia serigala. mereka mahluk kejam yang suka memangsa dan membunuh manusia.."
Sisil bergidik mendengarnya.
" Ah, masa sich. si ganteng kebanyakan nonton horror kali, jadi konslet dikit otaknya.."
" Sial, loe, ngatain kakak gue konslet.." umpaf Anita sebal.
" Eits jangan marah dulu, Biar Aldo konslet gue.tetap cinta ..hehe.. " Ucap sisil mengedipkan mata dengan wajah imut.