Cekrek!.
Anita membuka pintu gudang perlahan,kemudian dengan menuntun sepeda mininya Dia masuk kedalam. Gudang itu sudah ada disana cukup lama, ukurannya juga Luas, Dulunya gudang itu merupakan garasi tempat ayah menyimpan koleksi mobil mewahnya. sengaja dibangun agak luas hingga muatannya mencapai 10 mobil. papa sangat menyukai mobil Antik ketika beliau masih hidup
Kematian kedua orang tua Anita mengubah nasib dan garis hidup mereka, yang awalnya hidup serba ada menjadi serba kekurangan.
Kini garasi itu berubah menjadi gudang tempat penyimpanan barang - barang yang sudah tak terpakai.
Berbagi jenis barang antah berantah ada disana, kasur bekas. lemari bekas, meja bekas pokoknya semua yang bekas, bekas. Mantan pun jika ada Anita akan letakan disana. hehe.. bekas juga iya atau bukan!??" Sayangnya dia masih jomblo sampai detik ini.
Kriet klontang!!!
Terdengar suara kaleng jatuh!
Anita terlojak kaget buru - buru menoleh ke arah sumber bunyi. mencari asal suara, bulu- bulu ditubuhnya sudah berdiri sejak tadi. Terasa tegang mendadak. Lagi- lagi dia parno Akibat mendengarkan ocehan Aldo terus menerus tentang manusia serigala.
Anita berdiri dengan waspada.
Berusaha melihat dalam.kegelapan. Kakinya melangkah menuju saklar, dia menekannya tak sabaran. Seketika Lampu menyala mengubah Ruangan menjadi terang menderang. Anita melihat Seorang Pria asing berdiri disana dengan sikap waspada, Tatapan matanya mengancam. Anita menjadi waspada. Dia siap melawan jika pria asing itu menyerangnya. Untuk berjaga - Jaga, Anita meraba tas yang berisi Belati pemberian Aldo pagi tadi.
Pria itu adalah sosok yang sama yang ada di lorong kantor pagi tadi. Anita dapat dengan jelas mengingatnya karena penampilannya sungguh mencolok, terutama Rambut nya yang panjang dan jenggot yang acak acakan
Dia memakai celana robek model.kuno yang sangat kotor dan pastinya dengan Bau yang luar biasa menyengat.
Penampilannya sungguh seperti gelandangan
" Siapa kau sebenarnya?" Dia memberanikan diri bertanya. Sambil mengeluarkan belati kecil pemberian Aldo, menjadikannya sebagi senjata Andalan.
" Jauhkan benda itu dari hadapanku!" Pria itu
membentak sambil menutupi mata dan wajah, seketika dia meraung kesakitan. Dia langsung terduduk dengan lemah di lantai, terlihat sangat kesakitan.
Anita kehilangan Rasa takutnya, merasa di atas angin saat ini.
Anita tersenyum, " Enak saja kau bicara, mana mungkin aku menjauhkan satu satunya senjata yang kumikiki saat ini, Siapa kau memerintahku ? lekas keluar dari gudang milikku ini!!"
" Jauhkan benda itu dariku, kumohon, Rasanya sakit sekali. Aku janji tak akan melukaimu, Aku akan menjelaskan Siapa diriku yang sebenarnya padamu.." pinta pria itu mengiba. Dia masih menutup erat wajahnya dengan telapak tangan.
Agak ragu Anita menyarungkan kembali belati nya.
Namun dengan gerakan cepat, pria aneh itu sudah berada didepan Anita dan membekap mulut gadis itu menyeretnya hingga kesudut paling sudut di dalam gudang.
Anita meronta ronta.
" Ssssssttt....!! pria itu mendesis
Dia berbisik ditelinga Anita,
" Ssssst..! Diamlah! Aku tak akan menyakitimu..? Aku hanya butuh batuanmu.."
Anita beronta hendak melepaskan diri.
" Jika kamu mau bekerja sama denganku maka aku akan melepasmu, tapi jika kau terus meronta seperti ini, kupastikan kamu tak akan keluar dalam keadaan hidup dari gudang ini.."
Ancam pria itu dengan suara dingin dan dalam
" Sialan!!" Maki Anita dalam hati, tetapi akhirnya dia mengalah.
Anita mengangguk Angguk pertanda setuju.
Pria itu perlahan melepasnya.
Masih dengan sikap waspada, Anita bertanya.
" Jadi apa maumu, mengapa kau mengikuti ku sejak dari kantor?" Tanyanya penasaran.
" Aku tidak mengikutimu,kita hanya kebetulan saja bertemu, aku pun kaget.." Jelas pria itu.
santai
Entah mengapa suaranya begitu enak didengar dan memberi efek berbeda pada Anita, dia kehilangan Rasa takutnya pada pria itu hilang begitu saja .
Anita menepis keyakinannya dia harus waspada pada pria asing manapun yang baru dikenal.
Anita menatapnya lekat penasaran.
Pria itu juga sedang menatap.balik anita
Tatapanya tak setajam Saat pertama kali bertemu, Matanya memang tegas dan berkharisma, namun sorotnya seperti lelah dipenuhi dengan Aura kesedihan.
Pria itu duduk dengan santai dilantai yang berdebu
Anita memutuskan berjongkok.
" Aku sedang dikejar oleh sekelompok orang jahat" Jelasnya.
". Aku mohon.. bisakah aku menumpang digudangmu, sementara waktu?, Sampai keadaanku aman. Gudang ini terlihat kosong dan jarang dipakai kurasa cocok untuk ku bersembunyi dari para mahluk aneh itu.."
Anita sangat terkejut mendengar permintaan si pria.
" Emmm, Mahluk Aneh gimana?" Ulang Anita bingung.
" Aku belum bisa menjelaskan detailnya, Tapi percayalah Aku tak akan menyakitimu, aku hanya menumpang sementara waktu saja, hingga situasi Aman terkendali."
" Tidak!, tidak boleh!, mana mungkin aku mengijinkan pria Asing dengan penampilan Aneh seprtimu tinggal di rumahku." Tolak Anita tegas
Anita membatin
" Bagaimana jika ia, seorang perampok dan pembunuh sadis, Bahkan bisa saja kan? dia buronan polisi?"
Pria asing itu menatap penuh harap pada gadis berparas cantik dihadapanya.
" Kumohon..., jika mereka menemukanku, mereka akan kembali mengurungku di dalam hutan belantara tak berpenghuni, Aku sudah tak betah berada disana..."
Anita berkernyit.
" Pria ini pasti sudah kongslet otaknya , apa dia kabur dari rumah sakit jiwa? terus nyasar kemari.? omongannya Aneh baget!'
" Aku bukan orang gila,.." Dia berkata cepat seolah membaca dugaan Anita.
" Aku serius, aku bersumpah akan membalas kebaikan mu se umur hidupku. Jika kau.mai.menolongku, kamu tak akan kecewa."
Ucap pria itu sungguh - sungguh.
tak ada yang bisa di ucapkan Anita dia hanya Diam tepaku berpikir secara matang,,
Bila diperhatikan pria ini terlihat baik, hanya penmpilannya saja yang membuat dia menakutkan, mungkin saja benar dia diculik dan disendera seseorang selama beberapa tahun, hingga membuat dia berpenampilan seperti gembel atau penjahat.
" Baiklah..!" sahut Anita, Namun kau jangan berisik, aku tingal bersama kakak laki kakiku dirumah ini. Jangan membuat gerakan atau suara suara yang membuat kakaku curiga, jika dia tak mengusirmu. bisa saja .dia akn.membunuhmu ! kau paham bukan!?
" ii..iya aku paham!" Laki laki itu menyahut cepat wajahnya ceria sekali, seolah mendapat kebeuntungan terbaik dalam hidupnya.
" Te..terima kasih banyak.." Dia hampir menangis mengucapkannya.