Puri Dark Castle terlihat sunyi serta suram dibawah cahaya rembulan yang temaram, se ekor serigala berbulu hitam dengan sorot mata dingin melompat masuk melalui jendela kastil.
Pria tua itu menyadari kehadiranya
" Ada apa kau datang leon..?" Tanya pria tua itu dengan suara lembut.
Dia langsung berlutut
" Apakah kau sedang panik leon?" Tanya sang pimpinan seperti dapat melihat isi hati Leon dengan jelas, padahal pria muda nan tampan itu berusaha menyembunyikan.
" Maafkan kecerobohan dan keteledoran saya Tuan.." Dia berkata dengan suara parau.
Adrian berpaling menatap lurus padanya.
Leon semakin menunduk
" Dark Wolf, melarikan diri Tuanku.."
Ada getaran dalam suaranya namun dia berusaha menyembunyikan.
Addrian, terduduk lemas di singasananya.
" Akhirnya, Putraku mulai menunjukan cakarnya.." Desah Addrian.
Leon terdiam, dia bersiap menerima hukuman Jika sang pimpinan ingin menghukumnya.
Dia melirik, bukan karena takut, namun merasa kalah dan bodoh dihadapan Addrian, kebodohan itu membuat Leon menghukum diri sendiri.
FLASH BACK ON.
Konsentrasi Leon terpecah, ketika salah satu anak buahnya memanggil.
Dia menoleh dengan tatapan menusuk dan mengancam.
"Apakah kau mau aku cabik cabik, Berani sekali menyela dan mengganggu konsentrasiku seperti ini!!" Hardiknya, keras.
Mata serigalanya menatap tajam pada mahluk lemah bawahan memperhatikan sikapnya yang Aneh seperti sangat ketakutan.
Tubuhnya gemetaran bahkan tak berani menatap Leon sekejap pun.
" Maaf tuan, Ta..ta..tapi...."
" Tapi apa?, lekas katakan! jangan bertele tele.."
pria muda jejadian itu menghela nafasnya.
" Tuan Muda tak ada diruangannya tuan, se..sepertinya dia melarikan diri.
Wajah Leon bergetar.
" Apa maksudmu!? Bagaimana mungkin Tuan muda kabur, apa yang kau lakukan hingga dia bisa meloloskan diri!" Bentaknya.
Dia segera memakai jubahnya menutupi dadanya yang kekar. dengan tergesa menuju tempat Wolf ditahan selama 300 tahun.
Pintu yang biasanya terkunci erat. kini terbuka lebar kosong tanpa penghuni.
Dia menoleh ke arah Anak buahnya, Wajahnya bengis mengandung kemarahan yang tak terbendung.
" Mahluk bodoh!, mengapa kau seceroboh ini, kau membuat ku kecewa, Tuan Addrian pasti sangat marah pada kita semua, apa kau mau mati..!!"
Leon mengusap wajahnya frustasi, belum pernah dia sefrustasi ini selama hidupnya.
Leon mengeram, Matanya menjadi begitu sipit tajam mencekam. Tanpa bicara dia menghampiri pemuda didepannya yang semakin gemetaran, Dia tahu apa yang akan terjadi, takdirnya sudah dekat.
" Ampun Tuan, Ampun.." Dia memelas.
Leon tak mengubris.
Sosoknya sudah berubah menjadi seekor serigala besar berbulu hitam, dengan sorot mata membunuh. Tatapan nya lurus pada mangsa.
" Larilah.." Da berkata dengan suara dingin dan kejam
Dia menyeringai
" Larilah sekencanganya, jangan sampai aku menangkapmu, karena jika tidak hidupmu akan berakhir hari ini...."
Pria itu seketika berubah, sama seperti Leon, dia menjadi seekor serigala berbulu coklat muda. Dia melonglong, suaranya lirih dan sendu. seolah mengucapkan selamat tinggal pada dunia dan sahabat sahabatnya.
Dengan sekuat tenaga, Serigala coklat itu berlari tanpa berani menoleh.
Leon tersenyum penuh semangat. Dia mengejar dibelakang, dekat, dekat dan semakin dekat, Dia menerjang tiba- tiba dan secepat kilat, Bahkan sebelum Mahluk malang itu menyadarinya.
Leon mencabiknya tanpa Ampun memakai Kukunya yang runcing dan taringnya yang tajam.
sekejap saja serigala coklat jejadian itu tergeletak tak berdaya.
Leon meraih kemenangannya.
Beberap menit kemudian dia melolong keras, suaranya membahana diatara belantara sss.
Tak lama setelah Lonlongannya berkelebat bayangan bayangan hitam yang melompat dan melayang dari pohon pohon dihutan.
Bayangan itu datang berkumpul di hadapan leon secara bersamaan.
Bayangan itu berubah menjadi serigala
serigala besar yang gagah dan menakutkan dengan taring taring yang tajam, mereka menyeringai menatap Leon.
Sekejap saja mereka kembali merubah diri menjadi sekelompok pemuda pemuda gagah dam mereka semua berlutut patuh dihadapan Leon.
" Ada gerangan Apakah Tuan memanggil kita semua Berkumpul dihutan mengerikan ini, Apakah ada masalh penting yang tak bisa anda atasi sendiri..?" Tanya sang pemuda yang merupakan pimpinan gerombolan serigala serigala itu.
" sebelumnya terima kasih karena kalian sudah jauh - jauh datang dari berbagai belahan hutan didunia untuk berkumpul disini memenuhi panggilanku.."..
" Tak masalah tuan, sudah menjadi kewajiban kami untuk patuh pada Anda sebagai pimpinan, lama kita tidak bertemu, setelah peristiwa Tuan muda Dahulu, bagaimana kabar Dark Wolf?"
" Dia melarikan diri dari tahanan.." Jelas Leon tanpa basa basi..
" Apaaa..!??, Serigala itu terkejut mereka lalu melolong kembali bersamaan, memekakan telinga, burung burung berterbangan karena kaget.
" Sepertinya kehidupan manusia serigala di ujung tanduk. seandainya Dark Wolf mengetahui kekuatan yang dia miliki saat ini.."
Leon terlihat kesal mendengar perkataan si pimpinan kelompok.
" Itu tidak akan terjadi, sekarang pergilah kalian semua untuk menangkapnya, bawa dia kembali kesini tanpa cacat sedikit pun, ingat tanpa cacat, meski seujung rambut pun, dia harus aman dan selamat. Dia calon Raja kita, yang akan memimpin dunia serigala dan manusia, jika kalian gagal, kalian tahu hukuman kalian bukan?"
" Ya kami mengerti Tuan....kami pergi dulu."
Semenrara, Wolf merasa Amat lelah, dia tidak tahu apakah sudah pergi jauh dari tempat ia dikurung atau belum, karena hutan ini begitu Luas, semua terlihat sama saja dimatanya.
Dia berlari dan terus berlari sama seperti 300 ratus tahun dulu, bersamaan Anne, dia berlari sebulan penuh bersama Anne melewati hutan , semak liar, bertemu hewan buas dan terancam bahaya oleh gerombolan serigala, anak buah sekaligus Rakyat Ayahnya.
kepala nya menoleh kebelakang, segerombolan bayangan hitam semakin mendekati, Wolf sangat panik jika tertangkap kembali.
Dia sudah muak berada di hutan seorang diri hanya ditemani oleh leon dan seorang pelayan nya yang setia, pelayan itulah yang telah membantunya bebas, dia yakin mahluk itu sudah tewas dibunuh oleh Leon. Tadi dia mendengar lolongannya yang lirih,mengucapkan Selamat tinggal pada dirinya.
"Terima kasih Brown, aku tak akan pernah melupakanmu.." lirih Wolf meneteskan Air mata mengingat pengorbanan serigala berbulu coklat itu.
Dia semakin mempercepat larinya, matanya menatap Lurus kedepan, Agak sulit berlari dengan banyaknya pohon pohon besar menghalangi geraknya. Dia lincah melompat dari satu pohon ke pohom lain. Namun masih kalah tenaga dengan prajurit pilihan hasil didikan leon.
Sebuah pohon besar berdiri kokoh dihadapanya, di hampir menabraknya dengan keras, Wolf mengepalkan tangan, sekuat tenaga, berharap dia tak menabrak pohon itu yang hanya berjarak beberapa centi lagi mengenai wajah. " Terpikir olehnya suatu tempat yang tenang nyaman, jauh dari gerombolan itu."..
Flassssh..dia merasakan sebuah cahaya menyilaukan menyedotnya kedalam lingkaran. Tubuh Wolf terasa ringan, dia melayang diantara silaunya, Tiba tiba kegelapan datang.
Buk ! dia terjatuh dengan keras.
Wolf kaget melihat sekeliling dengan Asing.. Dia berada di sebuah bangunan yang sangat nyaman dan besar. Ruangan itu terasa hangat. tak seperti sel tahananya.
" Dimana Aku..?"
Dia bertanya pada diri sendiri.
Namun rasa lelah dan lapar, membuatnya mengantuk, Dia langsung berbaring disana, sebentar saja dia tertidur dengan lelap.
Kuping Wolf menanggkap bunyi langkah kaki yang cukup keras, kuping serigala memang sensitif
Dia langsung bersembunyi disudut.
mengintip.
seorang gadis manusia sedang mengepel, dia memakai pakaian yang sangat Aneh, bibirnya bersenandung pelan.
Wolf sampai terpaku, mengapa semua yang ada disini sangat Aneh sebenarnya dimana Aku?"
Tap!
Gadis itu memergokinya, Sama sepertinya gadis itu juga kaget dengan kehadirannya disana.
Gadis itu ketakutan dan waspada menatap ke arah Wolf. Wolf melihat gadis lain datang, memakai pakaian yang sama dengan gadis pertama, dengan cepat dia bersembunyi, melompat keluar jendela yang terbuka tanpa suara.
Wolf kembali melompat dari pohon dan bangunan - bangunan dengan lincah, sampailah dia disebuah rumah yang agak jauh dari rumah penduduk lain, rumah itu terlihat sunyi dari luar.
Wolf melihat sebuah ruangan besar di sisi rumah tersebut, dia mendatanginya.
Membuka pintunya perlahan. lalu memasukinya...
" Kurasa aku. akan aman disini."
FLASH BACK OFF.