Setelah membawakan makanan yang di pesan oleh Leon, Alex segera meninggalkan ruangan sebelum Clara memanggilnya kembali. Namun sayang sepertinya keberuntungan bukan di pihak Alex.
"Alex kemarilah nak," Ujar Clara lembut
"Ya nyonya, ada apa?" tanya Alex ketakutan
"Ayolah Alex aku ini bundamu jangan berlagak seperti aku akan menerkam dirimu," ujar Clara terkekeh dengan sifat Alex yang selalu berusaha menghindari Clara.
Dengan pasrah Alex berjalan mendekati Clara dan duduk di sampingnya dengan tatapan hazel yang mematikan dari sudut ruangan.
" Bunda ingin bertanya apakah Alex selalu memberikan apa yang Iyon pinta?" Tanya Clara dengan lembut sembari menatap Alex
Ditatap demikian membuat Alex bingung dengan pertanyaan yang diberikan oleh menantu keluarga Bagaskara itu.
"Maaf bunda, sepertinya kalau bagian aneh-aneh itu urusan Alexander bukan Alex, " Ujar Alex dengan polos.
Disudut ruangan Leon menggeram karena kepolosan yang diberikan oleh Alex sepupunya itu.
"Baiklah sayang, bunda akan menanyakan kepada Alexander, " Ujar Clara tersenyum.
Clara memang sangat lembut namun juga tidak tegaan jika harus bersikap kejam seperti anak-anaknya.
"Ma, jangan menginterogasi Alex seperti itu, " Keluh Leon kepada sang ibu.
"Diamlah Iyon, ini urusan mama dengan Alex. Lex malam ini mampirlah ke mansion dan ajaklah Alexander bersamamu, " Titah Clara dengan tegas tidak ingin di bantah.
"Baik bunda, kalau begitu Alex pamit dulu Bunda, ada pekerjaan yang harus Alex selesaikan, "
Pamit Alex dengan terburu-buru agar dia terhindar dari tatapan maut Leon Bagaskara.
Setelah Alex keluar dari ruangan Leon, ibunya meminta Leon agar makan siang bersama mengingat setelah makan siang putranya akan meeting. Clara tidak ingin jika putranya menghadapi client dengan perut kosong itu akan menggangu konsentrasi nya dalam bekerja.
" Makanlah Iyon, mama mau sebelum kamu bertemu client kamu tidak kelaparan," Titah Clara pada putra sulungnya itu.
Tanpa bersemangat Leon menghampiri sang ibu dan makan siang bersama. Dalam keluarga Bagaskara memiliki peraturan yaitu saat makan tidak ada yang boleh sibuk dengan kegiatan lainnya dan itu sudah berlaku turun temurun.
Setelah selesai makan, Leon hendak kembali ke mejanya namun di cegah oleh Clara.
"Malam ini kembalilah ke mansion nak, Mama dan papa merindukan dirimu," Ujar Clara dengan hati-hati.
"Hm, baiklah ma,"
Leon bukan tidak ingin pulang ke mansion keluarga Bagaskara, namun dia terlalu lelah dengan semua yang terjadi di sana. Terlalu banyak drama sehingga Leon memilih menghindari pulang ke mansion. Alasan dia membeli apartemen adalah supaya dia mandiri dan jauh dari jangkauan Bagaskara.
"Kalau begitu mama akan pulang sekarang sayang, ingatlah jaga kesehatan dan semoga meeting mu sukses, " Pamit Clara sembari mengecup kening Leon dengan lembut.
Setelah itu Clara langsung keluar dari ruangan Leon dan menuju parkiran, dalam perjalanannya Clara mendengarkan Diana sedang bergosip dengan karyawan lainnya.
"Ekhem, jika memang kalian tidak memiliki pekerjaan lain, boleh kalian bantu di cabang daripada membicarakan keburukan orang lain!" senggah Clara.
Wanita modis itu berlalu setelah memberikan teguran pada karyawan dan mereka langsung kembali ke ruangan masing-masing daripada kena sanksi di pecat mengingat bahwa Clara ada menantu dari Bagaskara. Clara sendiri memiliki aset yang tidak main-main, dia mempunyai butik miliknya sendiri dengan omset yang fantastis.
Setelah dari kantor sang putra, Clara langsung pulang menuju mansion, dan wanita itu disambut oleh putri bungsu keluarga Bagaskara. Laasya Bagaskara, putri bungsu dari keluarga Bagaskara kerap dipanggil Asya. Asya sendiri kuliah di salah satu universitas ternama yaitu Universitas Indonesia, Asya tinggal di kos elite karena malas untuk bolak-balik mansion. Jika hari weekend seperti ini Asya akan pulang demi menghindari omelan sang ibunda.
"Ma, dari mana saja? Asya sudah tiba sejak tiga jam yang lalu loh," keluh Asya pada sang ibu
"Mama dari kantor Leon sayang,kamu pulang engga kasih tau ya mana mama tau," ujar sang ibu kepada putri bungsu nya itu.
"Harusnya mama weekend gini di rumah, kenapa malah mengunjungi Leon sih?" gerutu Asya saat mendapati mansion sepi.
"Shutt Leon itu abangmu, sopanlah sedikit sya, lagian mama gabut makanya mengunjungi Leon. Lagipula Leon juga anak mama tau," Ujar Clara tidak habis pikir dengan pemikiran putrinya.
Keluarga Bagaskara memiliki dua orang anak, Putra pertama bernama Leon Bagaskara dan sang putri bernama Laasya Bagaskara sungguh keluarga yang harmonis bukan? Ah tapi itu hanya di mimpi saja, jangan menilai hanya dari cover karena kita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dalam keluarga itu.
"Ma, Asya lapar, " Rengek Asya sembari menggandeng sang ibu agar mau membuat dirinya pancake strawberry kesukaannya.
Walaupun di keluarga Bagaskara ada puluhan maid, namun Asya dan juga Leon hanya mau makan masakan Clara,sang ibu.
"Baiklah,ayo mama buatkan pancake strawberry," ajak Clara sembari mencubit hidung sang putri karena gemash.
"Asya dengar Laviska dihukum oleh maminya ma," Adu Asya pada sang ibu
"Oh iya? Berbuat apa lagi itu anak memang?" Tanya Clara dengan bingung.
Laviska adalah anak dari kakak Clara, tidak heran kenapa Clara sangat peduli padanya.
"Ketahuan mabuk-mabukan kemaren di kamar kosnya ma," cerita Asya.
Asya memang kerap bercerita pada sang ibu jika dia pulang ke rumahnya seperti saat ini, ibu dan anak itu sangat akrab sehingga Asya tidak segan bercerita layaknya kepada sahabat. Sembari mengaduk adonan untuk pancake kedua insan itu sesekali tertawa sambil bercerita.
"Apa Iyon pulang malam ini?" Tanya suara berat seorang pria
"Papaaaa!!!!" seru Asya girang sambil berlari kearah suara tersebut.
" Iya pa, Alex dan Alexander juga akan ke mansion," Ujar Clara sembari memasak pancake.
"Hmm yasudah,"
"Papa kapan pulang?" Tanya Asya pada laki-laki itu.
Laki-laki berbadan tegap memiliki mata hazel seperti Leon tersenyum ke arah sang putri. Lucas Bagaskara, pemimpin keluarga Bagaskara ke lima. Kepemimpinan nya sangat tegas dan juga disiplin sehingga tidak ada kata maaf bagi yang melakukan kesalahan.
"Barusan papa tiba sayang," Ujar Andi sembari tersenyum pada sang putri.
Perlu kalian ketahui Andi memimpin Bagaskara company yang ada di bandung, kantor pusat Bagaskara company memang ada di bandung dan itu berada dibawah naungan Andi langsung.
"Pancake nya sudah siap," Seru Clara sembari membawa dua piring berisikan pancake strawberry dan juga pancake pisang kesukaan Andi.
"Wahhh mami, terimakasih," Ujar Asya dengan girang dan dia langsung membawa piring menuju ruang TV agar bisa menikmati pancake sembari menonton.
Andi yang melihat itu hanya tersenyum karena putrinya bisa bahagia, dalam kamus Andi anak perempuan nya adalah Ratu dan harus bahagia tanpa kekurangan apapun itu.