Setelah makan siang dengan sang ibu, Leon bergegas menemui client agar bisa membahas kontrak kerjasama yang telah mereka rancang di pertemuan sebelumnya. Dengan langkah tegas dan aura mencekam Leon berjalan pasti membuat siapa saja di sana memilih menyingkir daripada berhadapan dengan Leon. Setibanya di tempat pertemuan Leon hanya memesan secangkir hot caramel agar dia bisa rileks dalam bekerja.
"Hot caramel atas nama siapa tuan?" tanya pelayan cafe itu ramah
"L Bagaskara," jawab Leon singkat.
"Baik,saya ulangi Hot Caramel satu atas nama tuan L Bagaskara, apa ada tambahan lagi tuan?" Tanya pelayan itu kembali
"Tidak," ujar Leon
"Baik silakan ditunggu tuan," Pamit pelayan itu.
Sang pelayan langsung memberitahu barista bahwa ada pesanan hot caramel. Setelah menerima titah, sang barista segera membuatkan hot caramel sesuai request dari pelanggan.
Selang beberapa menit Anita tiba dengan seorang pria yang menemani dirinya untuk bertemu Leon, tanpa basa basi Leon segera membahas tentang rencana kerjasama kedepannya. Tampaknya Anita juga ingin segera menyudahi meeting dikarenakan aura Leon yang tidak bersahabat.
"Permisi hot caramel atas nama tuan L Bagaskara, " Ujar pelayan ramah sembari meletakkan hot caramel itu
"Hm,"
"Tuan dan nyonya apakah ada pesanan?" Tanya pelayan kepada Anita dan juga laki-laki di sebelahnya.
"Oh tidak mba,saya akan segera pergi," Jawab Anita ramah kepada pelayan.
"Baiklah kalau begitu saya permisi tuan dan nyonya selamat menikmati hari anda," Pamit sang pelayan.
Usai membahas kontrak Anita langsung pamit agar tidak berlama-lama bersama Leon, karena jujur saat bersama Leon membuat Anita berada di ambang maut. Jadi lebih baik dia pamit undur diri bukan?
Usai Anita dan rekannya pamit kini giliran Leon menikmati hot caramel dengan santai dan sejenak merilekskan pikiran nya yang kalut. Tiba-tiba ponselnya berdering dan Leon segera menjawab panggilan dari nomor asing itu.
"Leon,ini aku," Ujar sang wanita di sebrang.
Leon malas basa basi dan memilih mengakhiri panggilan yang menurutnya tidak penting. Perlu kalian ketahui yang menghubungi Leon adalah mantan kekasih nya yang telah meninggalkan dia saat Leon mengalami insiden kala itu. Sebuah notifikasi chat muncul dengan nomor yang sama berisikan kalimat yang menyatakan sang wanita ingin bertemu dengan Leon. Leon segera menelpon wanita itu dan mengabarkan bahwa dia ada di cafe depan kantor.
"Hai leon," Sapa wanita itu
"To the point, aku sibuk," Ujar Leon dingin
"Oh ayolah Leon, aku ingin kita balikan. Kau tau banyak orang mengatakan kita cocok dan sangat disayangkan putus," Ujar wanita itu menggebu
"Ca, hubungan kita berakhir karna kau! Jika kau lupa akan aku ingatkan dan tegaskan bahwa aku dan kau hanya masa lalu!" ucap Leon muak.
Caca adalah mantan Leon, mereka menjalin hubungan selama lima tahun,namun siapa sangka saat Leon mengalami insiden itu Caca justru ketahuan menjalin hubungan dengan musuh Leon. Leon yang sadar setelah insiden itu langsung memutuskan Caca sepihak, namun Caca layaknya wanita yang tidak tahu malu terus berusaha mengubungi Leon kembali. Bagi dirinya Leon adalah aset berharga yang sangat disayangkan jika terlepas begitu saja.
"Aku mau kita balikan Leon!" teriak Caca pada Leon.
"Aku tidak sudi balikan dengan jalang sepertimu!" sanggah Leon
"Apa maksudmu hah?!" maki Caca tanpa peduli akan tatapan orang-orang di sekitarnya
"Kau.... Ah sudahlah," Ujar leon jengah.
Leon yang muak dengan tingkah laku Caca akhirnya berdiri dan meninggalkan Caca sendiri dengan muka merah karena kesal. Siapapun yang berada di depannya akan langsung di maki. Leon berjalan menuju kantornya dengan perasaan marah dan jengkel.
Alexander yang melihat sorot kemarahan dan kebencian dalam diri Leon segera menghampiri sepupu sekaligus boss nya itu.
"Kenapa yon?" tanya Alexander begitu tiba di ruangan Leon.
"Caca, dia kembali," Ujar Leon sembari emosi.
"Kau menyetujui bertemu dengan dia?" tanya Alexander penasaran
"Aku pikir dia hanya akan sekedar menyapaku," Jawab Leon yang mulai tenang
"Lalu apa yang terjadi?" Alexander benar-benar kepo apa yang terjadi antara Leon dan juga Caca tadi siang
"Dengan tidak malu dia menghampiri diriku dan berkata ingin balikan, kau pikir saja seberapa gila dirinya!" cerita Leon meluap-luap mengingat kejadian di cafe itu.
Mendengar cerita dari Leon, Alexander tidak heran lagi mengapa boss nya menjadi sangat marah. Setelah ditinggalkan dan dengan tiba-tiba dia datang lagi hanya untuk mengemis minta balikan, Alexander rasa hanya pria t***l yang akan menyetujui untuk balikan.
"Sudahlah, agendamu kelar hari ini, kau boleh pulang," Ujar Alexander menenangkan Leon
Sebelum benar-benar pergi dari ruangan Leon, Alexander bertanya apakah dia mau santapan makan malam seperti biasa atau tidak.
"Aku akan pulang ke mansion dan kau diundang oleh mama ke mansion Bagaskara," Tolak Leon padahal dia sangat ingin makan malam untuk meluapkan emosinya.
Paham akan situasi yang dihadapi sepupunya itu membuat Alexander juga tidak memiliki pilihan lain.
"Baiklah nanti sebelum jam makan malam aku akan ke mansion, Kira-kira kenapa Nyonya Bagaskara mengundang diriku yak?" tanya Alexander bingung.
"Ntahlah,paling kau akan di interogasi," Leon acuh pada sepupunya itu, toh mamanya juga tidak akan memotong tubuh Alexander hidup-hidup.
"Aku akan bersiap pulang," ujar Leon kembali.
Setelah itu Alexander keluar dari ruangan Leon dan menuju ruangannya untuk bersiap-siap pulang juga. Laki-laki itu tidak habis pikir dengan sikap Caca yang begitu agresif dalam mengejar Leon padahal dia sendiri yang mencampakkan Leon waktu itu.
"Benar-benar wanita tidak tau malu, kalau aku yang diposisi Leon mungkin akan menamparnya, ckck," gumam Alexander sembari membereskan beberapa dokumen sebelum nanti malam dia berkunjung ke mansion Bagaskara. Entah kejutan apa yang menantinya nanti malam. Tak lama telpon Alexander berdering,
"Lex, kau diminta bunda untuk ke mansion," Ujar Alex di sebrang
"Ck, apa kau juga diundang?" Tanya Alexander
"Kau tau, aku sempat di curigai karena ulah kau dan Leon," Keluh Alex pada kembarannya itu
"Ulah apa lagi sih? Lagian kau tidak bisakah tutup mulut saja? Tidak banyak orang yang tau bahwa kita kembar!" Sanggah Alexander geram pada kepolosan kembarannya itu
"No, aku tidak mau kena imbas ulah kau dan Leon ya" ujar Alex dengan santai
"Terserah kau saja Lex, kita bertemu di mansion Bagaskara nanti malam." begitu mengucapkan kalimat tersebut Alexander langsung memutuskan panggilan mereka.
Alex dan Alexander adalah kembaran beda beberapa menit, namun sifat mereka sangat bertolak belakang sehingga saat Alexander tidak di tempat maka Alex yang menggantikannya, tidak banyak yang tau bahwa mereka adalah kembar identik. Namun walaupun kembar tetap saja sifat dan kelakuan mereka berbeda satu sama lainnya.