Mendung sore itu menjadi saksi kalau ada seorang gadis yang tengah terisak di depan nisan kedua orang tuanya, isak pilu yang begitu menyayat hati. Gerimis tak kunjung turun, hanya mendung dan suara gelegar yang terus saja terdengar. Angin berhembus, rasa dingin menebus baju hitam yang tengah mereka kenakan. Kaca mata hitam menutupi air mata yang sedari tadi ditahan saat melihat gadis penyelamatnya bersimpuh dengan air mata.
Suara gemerisik daun yang jatuh menjadi backsound keadaan kedua saudara itu saat ini. Mereka seakan tau kalau dua gadis yang tengah berjongkok itu membutuhkan teman untuk jatuh.
Tidak ada hal yang kekal kecuali sang pencipta.
Tak ada yang bisa merubah takdir yang sudah ditetapkan olehnya.
Waktu tidak akan ikut berhenti bersama orang-orang yang jatuh terpuruk, waktu