Dua orang yang saat ini tengah duduk di halte bus itu bergerak gelisah, bubaran sekolah sudah lima belas menit yang lalu tapi yang di tunggu-tunggu masih belum menampakan batang hidungnya.
Kayana yang saat ini mengenakan outer abu-abu dipadukan dengan jeans hitam itu menatap seseorang yang ada di sampingnya. “Lo siap kan ketemu sama dia?”
“Always”
“Lo harus bisa yakinin Chelsea, Ga.”
“Sure”
Yang ditunggu akhirnya muncul.
Chelsea memotong rambutnya menjadi pendek, tapi tidak sependek Kinara. Bukan hanya itu, Chelsea juga mengecat rambutnya dengan warna coklat.
“Itu dia.”
Gala langsung gugup. Dari kejauhan saja, wajah Chelsea sudah nampak begitu bersinar. “Gue kesana dulu” Kayana langsung lari ke arah Chelsea yang hampir masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu didepan gerbang.
“Che