Namun, helaan napas panjang keluar dari mulut Abisatya saat melihat bukan orang yang dinantinya yang datang, malah wanita yang berstatus sekretaris itu yang masuk ke dalam.
“Bagaimana? Apa sudah selesai meeting-nya?” tanyanya langsung sudah tak sabar.
“Maaf Pak, ternyata Pak Kama harus meeting kembali di luar. Jadi, beliau menyuruh anda menitipkan laporannya pada saya saja!” terangnya dengan perasaan tidak enak karena merasa kasihan pada pria yang sudah menunggu selama 2 jam itu.
"Apa?" gumamnya tak percaya dan berharap ia salah dengar. Tapi, raut wajah sekretaris itu menjelaskan bahwa ia memang tak salah dengar.
Decakan kesal keluar begitu saja dari mulutnya. Ya tentu wajar bukan jika merasa kesal karena ia merasa dipermainkan oleh client besarnya itu. Padahal semalam ia mengerjakan