Nindy masih tak percaya kalau pria ini membawanya ke sebuah warteg. “Serius di sini?” tanyanya memastikan.
Abisatya menganggukkan kepalanya, lalu ia tersenyum simpul ketika melihat raut wajah wanita yang sepertinya tak suka dibawa ke tempat makan sederhana ini. “Kamu nggak mau makan di sini? Kamu pasti lebih suka makan di resto atau cafe gitu yah, yang tempatnya nyaman,” tebaknya kemudian apalagi ia baru sadar kalau pakaian wanita yang baru dikenalnya ini sangat modis dan fashionable, memperlihatkan kepribadiannya yang bukan wanita sederhana biasa.
Refleks kepala Nindy mengangguk, “Ya aku belum pernah makan di tempat seperti ini,” terangnya lalu mengulum senyumnya.
“Jadi?” Abisatya bertanya sambil menatap dengan mengangkat satu alisnya.
Nindy mengamati kembali tempat warteg yang kebe