Dua minggu berlalu begitu cepat.
Seorang wanita sedang duduk di kursi halaman rumahnya sedang terengah-engah setelah melakukan lari pagi keliling daerah kompleknya di hari sabtu yang cerah ini.
"Nak, nih ponsel kamu bunyi terus dari tadi mau ibu angkat eh keburu mati!" Sekar datang dari dalam rumah, kemudian memberikan ponsel putrinya.
Ajeng menerima benda itu sambil berpikir siapa yang terus menghubunginya terus itu. Lalu ia segera mengecek ponselnya dan seketika bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman tipis karena ternyata itu adalah Kama.
"Nak Kama kan yah?" tebak Sekar antusias karena jika tak salah baca tadi sih tulisannya calon suami di sana.
"Iyah Bu!" Ajeng membetulkan.
Sekar tersenyum lebar, karena tampaknya sekarang komunikasi antara Kama dan putrinya itu sudah baik