Setelah selesai makan, Ajeng dan Abisatya segera membantu ibunya Ajeng membereskan meja makan dan cuci piring di dapur. Meskipun sudah dilarang pria itu tetap kekeuh membantu kedua wanita itu di dapur kembali.
Setelah memastikan semua selesai barulah Ajeng dan Abisatya duduk santai di halaman depan menikmati suasana sore hari ini.
“Bagaimana perasaanmu hari ini?” tanya Abisatya memulai percakapan mereka, lalu ia menatap wanita di sampingnya yang malah tersenyum mendengar pertanyaan itu.
Bergumam, Ajeng bergumam sambil mengulum senyumnya, “Senang? Ya bahagia semacam itulah,” jawabnya kemudian, sebenarnya ia pun tak mengerti dengan perasaan yang timbul sepanjang hari ini, tapi yang jelas intinya ia bahagia.
Abisatya tersenyum lega karena ternyata wanita ini jujur, padahal sebelumny