"Ajeng, bagaimana perasaanmu hari ini?" Sekar memulai pertanyaan pada putrinya yang sedari tadi hanya duduk dalam kebingungan dan keheranan itu.
Kening Ajeng refleks berkerut heran karena tumben sekali ibunya bertanya hal seperti itu padanya. Tapi, kemudian ia segera menjawab pertanyaan itu. "Baik Bu!" jawabnya lalu tersenyum.
Sekar dan Pras malah saling pandang lalu menghela napas panjang secara bersamaan.
Melihat itu, Ajeng semakin gelisah di tempatnya dan makin keheranan, karena sepertinya orang tuanya tak puas dengan jawaban yang diberikannya itu.
"Apa kamu merasa bahagia Abisatya menghabiskan waktunya dengan kami di sini?" lanjut Pras bertanya dengan serius.
Kepala Ajeng refleks mengangguk begitu saja, "Ya Bapak dan Ibu juga menikmati itu kan? Karena terasa sekali kita semua n