Ajeng langsung menoleh ke asal suara dan helaan napas berat keluar begitu saja ketika ternyata itu adalah Abisatya. Ya lagi-lagi mereka bertemu.
"Aku bukan mengikutimu, aku memang sengaja datang kesini karena ingin membenarkan kesalahan yang dibuat oleh mereka!" terang Abisatya langsung sebelum dituduh lagi oleh wanita ini seperti kemarin, sambil memperlihatkan kartu undangan yang dibawanya.
"Apakah salah penulisan nama?" tebak Ajeng mengerutkan keningnya heran.
Abisatya langsung memberikan contoh kartu undangan miliknya, "Ya lihat saja malah Kama & Nindy yang tertulis di sini!" serunya tertawa kecil.
Ajeng semakin mengerutkan keningnya heran, kenapa bisa begitu. Lalu ia pun mengeluarkan contoh kartu undangan miliknya dan diberikan pada pria di hadapannya.
Abisatya segera menerim