Setelah kejadian itu, Ajeng melalui hari-harinya dengan tidak semangat. Bahkan, ia sampai kesulitan tidur dan tak nafsu makan sama sekali. Dan ternyata perubahan itu disadari oleh Ibunya yang saat ini sedang duduk menatap ke arahnya dengan tatapan penuh tanya. Karena ia tak mau keluar kamar sama sekali di hari liburnya ini.
"Kamu tuh kenapa Nak? Ini tinggal menghitung hari loh. Tapi, kok kamu malah terlihat muram, lesu seperti ini?" Sekar sangat khawatir melihat keadaan putrinya ini.
Ajeng hanya tersenyum, sebenarnya ia pun tak ingin terlihat seperti yang diucapkan ibunya itu, bahkan ia sudah berusaha untuk terlihat baik-baik saja. Namun, ternyata kali ini tidak mudah. Karena ini terlalu berat untuknya.
Andai saja dia bisa memilih ia pun inginnya membatalkan semuanya, tapi diposisinya