Kini seorang pria dan wanita itu hanya saling menatap dengan tatapan yang sama kagetnya.
Ya bagaimana tak kaget, Abisatya bahkan berharap tak bertemu kembali dengan wanita yang tak mau pergi dalam pikirannya itu. Meskipun, tentu saja saat ini ada rasa sedikit senang bisa bertemu kembali dengannya. Namun, sisanya hanya rasa sakit mengingat hanya menghitung hari wanita di hadapannya sekarang ini akan segera sah menjadi istri dari pria lain.
Tapi, entah kenapa bibirnya malah terus tertarik membentuk sebuah senyuman, apalagi melihat wanita itu berdiri terpaku sambil memeluk sebuah pot tanaman pemberiannya itu.
“Kenapa calon pengantin jalan keluar sendirian seperti ini?” Abisatya bertanya alih-alih menyapa, karena ia tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya saat ini.
Suara berat pria d