Abisatya bergumam sejenak, "Sebenarnya aku masih ingin menemanimu berlama-lama di sini. Tapi sayangnya aku ada pekerjaan siang ini. Jadi, aku harus segera pamit sekarang!" sesalnya.
"Ah ya sudah tak apa-apa, silahkan. Hati-hati yah!" Ajeng tersenyum menyemangati pria yang terlihat sedih itu.
Abisatya meringis tapi akhirnya ia pun ikut tersenyum lebar. "Ya sudah kalau begitu, bye!" pamitnya dengan berat hati lalu melangkahkan kakinya menjauh dari meja itu. Namun, ia kembali menengok ke belakang dan melihat Ajeng masih tersenyum manis ke arahnya.
"Semangat!" bisik Ajeng sambil berdiri dan mengepalkan tangan kanannya tanda menyemangati.
Abisatya tertawa kecil dan tiba-tiba ia merasa sangat semangat karena sudah disemangati oleh wanita yang selalu ada dipikirannya itu. Setelah itu ia pu