"Ajeng ayo duduk!"
Suara sang ibu menyadarkan dari lamunannya. Rasanya saat ini Ajeng ingin lari dari rumahnya ini. Akan tetapi alih-alih pergi meninggalkan ruangan, kakinya malah melangkah mendekati ibunya dan duduk di sebelahnya.
“Jeng kenalkan ini Om Bandi teman Bapak. Dia datang kemari bersama istri dan putranya!" terang Prasetya memperkenalkan para tamu pada putrinya.
Dalam duduknya saat ini Ajeng merasa sangat gelisah, hatinya makin merasa tak enak ketika mendengar teman bapaknya datang ke rumah membawa putranya. Seketika ia yakin kalau kunjungan ini bukan sekedar bertamu biasa.
“Jeng!” tegur Sekar pada putrinya yang malah diam melamun ketika putra pak Bandi itu memperkenalkan dirinya.
“Hai Ajeng, nama saya Sandi!” ulang pria berkacamata yang tampak gugup mengulurkan tangan