"Hai bagaimana kabarmu? Apa aku mengganggu waktumu?”
Seorang wanita sedang duduk di ruangan prakteknya sambil menempelkan ponsel di telinganya.
“Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan padamu!!" Sejenak ia menutup mata sambil menarik napasnya dalam dan menghembuskannya perlahan.
“Maaf sebelumnya karena sebentar lagi aku akan mengatakan kenyataan yang akan membuatmu kecewa dan terluka. Tapi, bagaimanapun aku harus mengatakan ini padamu. Kita harus putus karena beberapa hari yang lalu.”
Tangan Ajeng bergetar, menutup mulut yang sudah tak sanggup mengatakan kata selanjutnya karena hatinya terlalu sakit dan sesak.
Perlahan tapi pasti air mata pun sudah menetes membasahi wajahnya. Lalu tak lama ia segera menjauhkan ponsel dari telinganya karena tiba-tiba merasakan getaran tanda notifik