Terima kasih kamu sudah memberikan banyak kebahagiaan untukku. Terima kasih atas semuanya dan maaf aku tak bisa membalas semua yang telah kamu lakukan ini. Maka dari itu aku ingin mengakhiri hubungan kita ini. Aku yakin kamu akan mendapatkan wanita yang lebih baik dan membuatmu bahagia.
Napas Abisatya langsung memburu setelah membaca pesan yang memutuskan hubungan dalam sepihak itu. Tentu saja, ia tak mau menerimanya dan segera menelpon nomornya Ajeng untuk meminta kejelasan. Namun, teleponnya tak kunjung diangkat membuatnya semakin kesal.
Lantas ia pun segera pergi ke kamar mandi, membasuh mukanya, dan menatap dirinya di pantulan kaca yang ada di wastafel kamar mandi. Lalu tiba-tiba ia berdecak karena ternyata pesan yang diterimanya tadi itu bukan mimpi melainkan kenyataan sebenarnya.