Abisatya menegakkan duduknya, “Aku tak menerima keputusanmu yang ingin hubungan kita berakhir. Tapi, aku pun tak ingin membuatmu merasa terbebani. Maka dari itu sebaiknya kita break atau istirahat sampai keadaanmu membaik dan bisa memutuskan pilihan dengan bijak. Bagaimana?”
Ajeng mencerna dengan baik perkataan itu. Lalu tak lama kepalanya pun mengangguk pertanda setuju dengan keputusan itu. Sebab sebenarnya ia pun tak bisa melepaskan begitu saja pria baik yang sedang bersamanya ini.
Abisatya menghela napas lega dan tersenyum simpul mendapat respons baik dari wanitanya itu. “Terima kasih, Ajeng! Kamu bisa menghubungiku kapan saja jika kamu membutuhkan bantuan soal mengatasi inner child-mu itu.”
Ajeng tersenyum tipis dan merasa sangat lega mendengar seseorang akan membantunya untuk m