"Dia dan Ajeng menjalin hubungan Pak." Ajeng mengatakan itu sambil menutup matanya.
"Apa maksud kamu?" Pras menatap heran ke duanya orang yang sedang saling menatap sambil tersenyum itu.
"Aku dan dia menjalin hubungan sejak 2 bulan terakhir ini. Jadi, aku mohon Bapak batalkan pernikahanku dengan Sandi," ulang Ajeng memberanikan dirinya. Ia tadi seperti mendapatkan kekuatan melihat tatapan dari pria yang dicintainya barusan.
"Apa kamu gila?" bentak Pras.
Sekar langsung mengelus bahu sang suami agar tak terlalu emosi.
"Apa kamu tadi tidak dengar, anakmu bilang apa? Bagaimana aku bisa tenang dan sabar setelah mendengarnya?" cecarnya pada sang istri.
Sementara Ajeng memilih menutup matanya, menenangkan dirinya. Ya ia masih agak kaget dan merasa takut ketika mendengar suara Bapaknya y