Darah segar mengalir dari lengan seorang wanita. Kini, bau anyir begitu pekat di pengapnya ruangan. Kursi yang sebelumnya putih telah berubah warna menjadi merah kehitaman. Kendati begitu, raga Ravin tersenyum puas saat melihat hasil dari karya kelimanya.
“Selesai. Bagus, kan?" ujar Ravin pada sesosok arwah di sampingnya. Bahkan, ekspresi wajahnya terlihat sangat polos, seperti seorang anak berumur lima tahun yang menunjukkan gambarnya pada sang ibu.
Arwah wanita itu terkejut ketika Ravin mampu melihatnya. Ia pun mulai menggerutu pada laki-laki di sampingnya. “DASAR PEMBUNUH!" pekiknya pada Ravin.
“Hahaha ... harusnya kau berterima kasih padaku. Bukankah aku sudah membuatkan manekuin spesial untukmu?“ ejek Ravin yang disambut tatapan pilu oleh arwah wanita itu.
Air mata mulai merebak