Teng … teng … teng ….
Dentang lonceng sebuah gereja terdengar begitu syahdu. Pun, burung-burung bernyanyi dengan merdu. Cuaca cerah di hari minggu. Membuat semangat beribadah kian menggebu.
Di sisi lain, Bunga mengajak Raya dan Bintang untuk bertemu. Di sinilah mereka berada saat ini. Di sebuah taman gereja tengah duduk di bawah pohon rindang, menikmati semilir angin yang berembus lembut menerpa mereka. Bunga tersenyum. Ia sengaja mengajak anak manusia dan arwah itu ke tempat ini untuk mengingat masa-masa dua tahun silam. Gereja ini telah menjadi saksi bisu atas pagelaran acara pernikahannya dengan Raja, sekaligus menjadi kunci akan pembatalan sepihak yang dilakukan olehnya.
Kini, memori itu telah berhasil berputar layaknya film yang saat ini seakan terlihat jelas di depan mata Bunga.