Ana memperhatikan setiap barang yang dia bawa, ketika semuanya sudah siap dia menutup kopernya dan membawanya keluar kamar. Di sana Arion duduk di ruang tamu sembari meminum kopi.
“Sudah siap?” tanya Arion ketika mendengar suara koper yang ditarik.
“Sudah Mas,” ucap Ana tersenyum. Ana melepaskan tangannya dari pegangan koper dan memeluk erat suaminya, ini pertama kali dia jauh dari Arion. Entah kenapa dia semakin gelisah, baginya mungkin ini hanya perasaan takut karena jauh dari suaminya. Arion mengusap kepala Ana dan memeluknya erat.
“Semangat istriku, kamu pasti bisa, cepat pulang ya sayang, aku akan selalu menunggumu,” ucap Arion. Ana tak kuasa menitikkan air matanya, dia masih ingin memeluk Arion. Masih ada menit yang tersisa untuk memeluk suaminya. Arion begitu menikmati detik ya