Gladis menggigit jemarinya saat dia dirias, di sangat gugup saat ini. Sungguh dia tidak tau siapa calon suaminya. Bahkan semua anggota keluarga merahasiakannya.
"Tenang sayang, calon kamu cakep ko," ucap tantenya memberi semangat kepada Gladis. Gadis itu sungguh tidak percaya dengan apa yang diucapkan dengan tantenya. Semua keluarganya mengatakan calonnya dijamin cakep. Tapi Gladis sangat takut, bukan hanya perihal ketampanan, tapi juga tentang kepribadian. Dia juga takut apabila terjadi kekerasan.
"Wah cantiknya putri ibu," ucap ibu Gladis memeluk anaknya. Riasan Gladis sudah selesai. Tinggal dia keluar untuk melihat calon suaminya, namun Gladis tidak sanggup. Dia memilih untuk ke kamar mandi, dia menahan tangisnya. Pernikahan hanya sekali seumur hidupnya, namun dia takut kepada siapa