"DEVAAN!! PELAN-PELAN!! SAKIT TAU!"
"Iya sayang, ini aku pelan, enggak keras. Ssst, nanti orang satu hotel denger semua," bisik Devan.
Gladis tersenyum malu menatap Devan, dia lalu menarik selimutnya, sehingga membuat susunan Staco menjadi runtuh.
"Nah kan kalah," ucap Devan. Gladis tersenyum nakal lalu menjetik kepala Devan.
"AW! Sakit Dis! Pelan-pelan dong sentilnya," ucap Devan memberengutkan bibirnya. Gladis tersenyum kecil sembari menjulurkan lidahnya.
"Kamu sih yang duluan sentil aku keras-keras," ucap Gladis kesal.
Devan menghela nafasnya lalu membereskan permainan UNO Staco lalu menarik tangan Gladis. Dia menatap manik mata Gladis lekat-lekat. Tangannya menarik tengkuk leher Gladis agar lebih dekat. Hidung mereka saling menempel.
"Dev?" Lirih Gladis. Devan tersenyum miring